Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Cloudflare Down Dua Kali dalam Tiga Minggu

Media Indonesia
06/12/2025 10:13
Cloudflare Down Dua Kali dalam Tiga Minggu
Ilustrasi.(freepik)

CLOUDFLARE down atau mengalami gangguan, Jumat (5/12). Ini merupakan kali kedua gangguan serupa terjadi pada perusahaan tersebut dalam kurun waktu kurang dari tiga minggu. 

Perusahaan penyedia layanan sistem internet itu mengumumkan bahwa layanannya telah pulih setelah gangguan yang terjadi pada pagi hari.  Gangguan pada Cloudflare menyebabkan beberapa situs web global, termasuk LinkedIn, Zoom, dan lainnya, mengalami down. 

Para ahli keamanan siber mengatakan bahwa biasanya membutuhkan waktu untuk menentukan penyebab pasti dari gangguan sistem.

Namun, berdasarkan pernyataan awal Cloudflare, insiden pada Jumat lalu disebabkan oleh “perubahan database yang mereka lakukan sebagai bagian dari pemeliharaan terjadwal yang sedikit bermasalah,” menurut Richard Ford, Chief Technology Officer di Integrity360, sebuah perusahaan keamanan siber yang berbasis di Eropa dan Afrika seperti dilansir dari AP News, Sabtu (6/12).

“Hal itu secara efektif overload sistem mereka,” katanya.

Bandara Edinburgh harus ditutup sementara pada pagi hari Jumat. Namun, bandara tersebut kemudian menyatakan bahwa gangguan tersebut merupakan masalah lokal yang tidak terkait dengan Cloudflare.

Pada November, gangguan Cloudflare selama tiga jam memengaruhi pengguna layanan mulai dari ChatGPT dan gim onlineLeague of Legends” hingga sistem transportasi New Jersey Transit.

Bulan lalu, Microsoft harus menerapkan perbaikan untuk mengatasi gangguan pada portal cloud Azure mereka yang membuat pengguna tidak dapat mengakses Office 365, Minecraft, dan layanan lainnya. Perusahaan teknologi tersebut menulis di halaman status Azure bahwa perubahan konfigurasi pada infrastruktur Azure mereka menyebabkan gangguan tersebut.

Amazon juga mengalami gangguan besar pada layanan komputasi awan mereka pada Oktober.

“Ini adalah salah satu hal yang akan kita lihat semakin sering,” kata ahli keamanan siber Ford.

“Kita melihat frekuensi gangguan meningkat seiring organisasi menempatkan lebih banyak sumber daya pada platform tunggal, serta kompleksitas, ukuran, dan skala operasi seperti AWS, Google Cloud, Microsoft Azure, dan Cloudflare yang terus berkembang.” (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik