Headline
Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.
Kumpulan Berita DPR RI
EPIC Games, produsen gim video Fortnite, Senin (19/12), sepakat membayar denda sebesar US$520 juta kepada Komisi Perdagangan Federal Amerika Serikat (FTC) karena menggar undang-undang privasi anak dan mengecoh penggunannya untuk melakukan pembelian daring tanpa sengaja.
FTC mengatakan denda yang dijatuhkan kepada salah satu nama besar di gim video itu terjadi setelah Epic dianggap dengan sengaja menargetkan pemain Fortnite yang berusia di bawah 13 tahun sehingga mereka menjadi korban pelecehan dan kekerasan di ruang chat.
Dalam gugatannya, FTC menuding Epic dengan sadar mengetahui banyak anak bermain Fortnite dan mengumpulkan data mereka tampa persetujuan orangtua seperti yang diwajibkan oleh Undang-Undang AS.
Baca juga: Fortnite Kembali ke iOS dan Android Lewat Xbox Cloud Gaming
"Bahkan, ketika Epic, mengetahui bahwa data yang mereka kumpulkan berasal dari pemain berusia di bawha 13 tahun, mereka tidak berhenti melakukannya," tegas FTC.
FTC juga menuding Epic mengatur ruang chat yang membuat anak dan remaja bisa terhubung dengan para pemain dewasa.
"Anak-anak dan remaja telah dirundung, diancam, dilecehkan, dan terpapar sikap berbahaya yang membuat mereka trauma kala bermain Fortnite," lanjut FTC.
Atas pelanggaran itu, Epic sepakat membayar denda sebesar US$275 juta dan kini hanya mengizinkan anak dan remaja masuk ke dalam ruang chat jika mendapatkan izin langsung dari orangtua.
Di gugatan terpisah, Epic dituding mempraktikan pola gelap, praktik mengecoh para pemain melakukan pembelian yang tidak diinginkan tanpa sepengetahuan mereka.
"Epic membiarkan anak-anak membeli berbagai barang tanpa persetujuan orangtua mereka," tuding FTC.
FTC juga menyebut Epic dengan sengaja membuat proses pengembalian uang atau pembatalan rumit serta menghukum pemain yang mempertanyakan pembelian yang tidak mereka lakukan.
Epic sepakat membayar ganti rugi sebesar US$245 juta terkait gugatan ini. (AFP/OL-1)
Epic Games melalui akun media sosial resmi telah mengumumkan kolaborasi terbaru antara gim battle royale populer Fortnite dengan judul platformer mendatang milik Team Meat, Super Meat Boy 3D.
Setelah hampir lima tahun absen, Fortnite kembali tersedia di App Store Apple di Amerika Serikat.
Mariah Carey membawa semangat Natal ke dalam dunia Fortnite dengan tampil sebagai karakter non-pemain di Winterfest hingga 7 Januari.
Trailer kolaborasi antara Fortnite dan Superhero Marvel, Spider-Man telah diluncurkan.
Serangan siber banyak mengincar gamer muda penggemar beberapa permainan populer.
Aktivitas fisik dan sosial tidak hanya efektif mengalihkan perhatian dari layar, tetapi juga mendorong perkembangan interaksi anak dengan lingkungan sekitar.
Mengalihkan kebiasaan anak dari ketergantungan gawai ke aktivitas yang lebih produktif memerlukan pendekatan yang bersifat mengarahkan dan menginspirasi, bukan sekadar pelarangan.
Berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2024, sekitar 20,1% anak Indonesia berpotensi tumbuh tanpa pengasuhan ayah.
Bagi orangtua yang sibuk bekerja, meluangkan waktu singkat namun intensif jauh lebih bermanfaat bagi keterikatan emosional (emotional attachment) anak.
Sejumlah orangtua pun mendukung PP Tunas, salah satunya Mia Santani, 36. Namun ada sejumlah catatan.
PP Tunas dapat menjadi tameng bagi orangtua untuk menjaga anak mereka akan bahaya penggunaan media sosial secara berlebih.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved