Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
RUANG Ortu by ASIA, aplikasi digital parenting pertama di Indonesia yang memudahkan orangtua dalam mengasuh dan memantau perkembangan anak-anak mereka, resmi diluncurkan ke publik pada Sabtu (13/8), di Aula Buya Hamka, Al Azhar, Jakarta Selatan.
DEF GHI selaku pengembang aplikasi bersama Alumni Sekolah Islam Al Azhar (ASIA) melalui komunitas Asia Edu, organisasi yang mengambil peran aktif dengan mengisi posisi sebagai mitra para orangtua dalam implementasi pengasuhan digital ini, melakukan grand launching Ruang Ortu by ASIA.
Acara ini dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Yayasan Pesantren Indonesia Al Azhar, organisasi orangtua murid dan guru di sekolah-sekolah Al Azhar, Direktur Utama RSJ Marzoeki Mahdi Bogor, Fidiansjah, serta Ustadz Hamdi Solah Al-Bakry.
Baca juga : Alumni Sekolah Islam Al Azhar Luncurkan Aplikasi Pengawas Penggunaan Gawai
"Kami selaku pengembang Ruang Ortu by ASIA, sangat bangga dapat memperkenalkan untuk kali pertama kepada publik, aplikasi yang sangat bermanfaat bagi orangtua dalam pengawasan terhadap anak-anak mereka dalam penggunaan gawai," kata Ketua Umum ASIA Mohammad Ilham Anwar, melalui siaran persnya, Minggu (14/8), di Jakarta.
Kemudian, Direktur DEF GHI Rafik Ahmad menyatakan,"Dalam perjalanannya, pembangunan, pengembangan, hingga peluncuran aplikasi ini pada hari ini, tak lepas dari campur tangan berbagai pihak."
"Oleh karena itu, kami menaruh harapan besar agar aplikasi Ruang Ortu by ASIA dapat terus disosialisasikan di lingkungan sekolah di Indonesia," jelas Rafik.
Baca juga : PLN Icon Plus Beri Bantuan kepada 10 Sekolah dan Masyarakat di Palembang
Pada kesempatan tersebut, Asisten Deputi Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak pada Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Imron Rosadi, mengapresiasi dengan diluncurkannya Ruang Ortu by ASIA.
Menurutnya, aplikai ini layak didukung dengan rekomendasi kebijakan agar dapat diperluas untuk komunitas pendidikan dan orangtua lainnya.
"Kami berharap aplikasi ini dapat digunakan bagi anak-anak usia 11 tahun ke bawah yang di Indonesia yang jumlah bisa mencapai 80 juta orang," jelasnya.
Baca juga : Bonus Demografi, STIE Arlindo Siap Hasilkan Lulusan Siap Kerja
"Oleh karenanya, jika ingin lebih masif lagi, ini harus dibawa ke kebijakan ranah publik yang lebih luas dan tentu saja tidak asal mendukung. Namun, dengan landasan hukum yang kuat dan dengan dukungan pemerintah, lembaga terkait dan masyarakat," jelas Imron.
Sementara, Kepala Direktorat Pendidikan Dasar Menengah Yayasan Pesantren Indonesia Al Azhar Nuri Muhammadi menyatakan, Ruang Ortu by ASIA merupakan terobosan teranyar bagi Al Azhar, lembaga pendidikan yang telah 70 tahun hadir di Tanah Air.
Tak hanya orangtua dan anak, aplikasi ini dinilainya sangat berguna bagi para guru di Al-Azhar.
Baca juga : Jangan Jauhkan Generasi Alfa dari Teknologi, Bekali dengan Literasi Digital
"Sekolah, khususnya guru-guru kami, mendapatkan informasi terkait aplikasi-aplikasi apa saja yang diakses oleh murid, berapa lama si anak mengakses sebuah aplikasi. Sehingga kami dapat memberikan arahan ke anak agar menggunakan IT (teknologi informasi) itu dengan adab," Nuri Muhammadi, memaparkan.
Sementara, sosialiasi Ruang Ortu by ASIA akan digencarkan salah satunya oleh Jamiyyah, organisasi orangtua murid dan guru di sekolah-sekolah Al Azhar.
Ketua Salam Jamiyyah Dien Aprima Hardini menyatakan, pihaknya akan segera menyosialisasikan aplikasi ini ke sekolah-sekolah Al Azhar di Tanah Air.
Baca juga : Yayasan Al-Mar Salurkan Bantuan Peralatan Teknologi untuk Menunjang Pendidikan
"Selaku orangtua, Ruang Ortu by ASIA ini sebenarnya sudah kami tunggu-tunggu peluncurannya. Fitur-fiturnya sangat edukatif dan membantu orangtua," kata Dien.
"Kami akan membantu dalam hal sosialiasi aplikasi ini ke seluruh Al Azhar di Indonesia," tambah Dien.
Dukungan hampir serupa juga dilontarkan oleh Ketua Departemen Ketahanan Keluarga
Baca juga : Zaky Muhammad Syah, Sosok di Balik Kesuksesan Platform Dibimbing.id
Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga DPP PKS Eko Yuliarti Siroj, yang akan mengenalkan Ruang Ortu by ASIA di lingkungan organisasi, agar selanjutnya dapat bersinergi dengan khalayak.
"Salah satu tantangan terbesar di Indonesia itu adalah penggunaan teknologi terutama bagi anak-anak, yang belum memiliki bekal yang cukup untuk masuk ke dunia teknologi yang sangat terbuka," kata Eko Yuliarti Siroj.
"Dan kami menilai, aplikasi Ruang Ortu by ASIA sangat membantu, terutama bagi orangtua dalam mengendalikan arus informasi teknologi kepada anak-anak," jelasnya.
Baca juga : My Baby Momversity Wujudkan Generasi Tangguh Melalui Program Parenting
Aplikasi ini dirancang berdasarkan pemahaman budaya dan kebiasaan masyarakat Indonesia dan disajikan dalam bahasa Indonesia.
Ruang Ortu by ASIA, aplikasi yang memiliki fitur-fitur unggulan, yakni Mode Asuh Instan, Jadwal Penggunaan, Monitoring Aktivitas, Geo Fencing, Memantau Panggilan, Blokir Internet, Blokir Aplikasi, Pembatasan Penggunaan, dan Mitra Asuh.
Selain itu, ada konten-konten positif bagi perkembangan anak, dapat diunduh di Google Play Store. Sedangkan untuk Apps Store masih dalam tahap pengembangan. Kunjungi juga laman asia.ruangortu.id untuk informasi lebih lanjut. (RO/OL-09)
Nickel Industries Limited bersama Universitas Hasanuddin menyelenggarakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) bagi mahasiswa penerima beasiswa Nickel Industries asal Morowali.
PERUBAHAN sosial dan teknologi yang melaju cepat telah mengubah wajah pendidikan.
Penguatan proses pembelajaran menjadi inti dari rangkaian Program CSR Bigger Dream Fase 3 yang digagas MMSGI bersama Yayasan Life After Mine Foundation (LINE).
Penguatan proses pembelajaran teknik yang relevan dengan kebutuhan industri menjadi fokus utama ABB Motion melalui inisiatif ABB Motion Goes to Campus.
Selain berorientasi pada murid, guru sebagai jantung perubahan di ekosistem pendidikan perlu mendapatkan perhatian serius.
TANTANGAN pendidikan di era disrupsi teknologi disoroti. Generasi sekarang dinilai mandiri secara digital tetapi rentan di bidang sosial dan emosional.
Orangtua perlu membedakan penggunaan gawai untuk kebutuhan produktif dan hiburan.
Pendekatan bermain jauh lebih efektif dalam memberikan edukasi seksual karena membuat informasi lebih mudah diterima tanpa menciptakan rasa takut pada anak.
Langkah preventif harus dimulai bahkan sebelum keberangkatan. Orangtua diminta untuk tidak meremehkan pemeriksaan kesehatan awal bagi anak.
Data menunjukkan sekitar 30% bayi mengalami gumoh, dengan puncak frekuensi pada usia 3 hingga 4 bulan.
Pemerintah mengingatkan orangtua agar tidak melepas anak-anak ke dunia maya tanpa bekal pemahaman yang cukup mengenai konten yang mereka konsumsi beserta konsekuensinya.
Tantangan ruang digital bagi anak-anak di Indonesia kini telah bergeser dari sekadar konten negatif menuju ancaman yang bersifat personal dan sulit terdeteksi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved