Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
BANK Indonesia baru saja mengumumkan hasil surveinya terkait dengan industri perkreditan di Indonesia. Dalam perhitungan survei tersebut, industri kredit pada 2022 akan tumbuh sekitar 9,3 persen yoy (years on years).
Menurut Direktur Kepala Grup Departemen Bank Indonesia, Junanto Herdiawan, angka tersebut meningkat dibandingkan pertumbuhan kredit pada 2021 yakni sebesar 5,1 persen. Optimisme pertumbuhan industri kredit itu antara lain didorong oleh kondisi moneter dan ekonomi, serta relative terjaganya risiko penyaluran kredit.
Bukan hanya kabar baik bagi negara, pertumbuhan industri kredit juga melahirkan sentimen positif bagi pelaku industri, utamanya para lembaga yang memegang peranan kredit. Hal tersebut membuat PT. Kredit Biro Indonesia Jaya (KBIJ) sebagai Lembaga Pengelola Informasi Perkreditan (LPIP), semakin optmistis menghadapi masa mendatang.
Dapat penghargaan Most Inovative Customer
Direktur Utama PT Kredit Biro Indonesia Jaya, Agus Subekti mengatakan, bahwa bisnisnya tumbuh ke arah yang lebih baik. Menyambut 2022, perusahaannya pun sudah menyiapkan segelintir strategi untuk menjawab permintaan lembaga keuangan terhadap data industri kredit.
Maka itu, jangan heran jika pengelolaan juga penyediaan data kredit yang difasilitasi Kredit Biro Indonesia Jaya mendapatkan respons positif dari sederet lembaga keuangan, tak terkecuali apresiasi dari partner bisnis mereka XL Axiata. XL Axiata Business Solution baru saja memberi penghargaan pada Kredit Biro Indonesia Jaya sebagai “Most Innovative Customer” pada Selasa (19/4) di Hotel Ritz Carlton, Jakarta Selatan.
“Kerja sama Business to Business (B2B) yang dibangun dengan XL Axiata ini sejalan dengan strategi KBIJ sebagai LPIP yang menyediakan alternatif informasi untuk Lembaga Jasa Keuangan dan Non-Lembaga Jasa Keuangan,” kata Agus, dalam siaran pers Sabtu (23/4).
Kelancaran pengolahan data yang dilakukan oleh Kredit Biro Indonesia Jaya, kata Agus, didukung oleh sumber data dan kecukupan teknologi digital yang disediakan XL Axiata. “Ini sangat relevan untuk bisnis KBIJ ke depan,” tuturnya.
Kerja sama di bidang teknologi dukung kemudahan akses bagi anggota KBIJ, Head of Corporate Strategy & Partnership, Maya Agustini menambahkan bahwa kolaborasi KBIJ dan XL Axiata merupakan strategi KBIJ dalam perluasan ekosistem kemitraan KBIJ di sektor telekomunikasi.
Layanan informasi alternatif yang disediakan oleh XL Axiata Business Solutions diharapkan dapat membantu anggota KBIJ di sektor jasa keuangan/non-jasa keuangan melakukan penilaian risiko melalui kecukupan informasi karakter dan rekam jejak calon nasabah.
“Kerja sama di bidang teknologi ini juga dapat mendukung kemudahan dan keamanan akses layanan KBIJ bagi anggotanya,” tutur Maya Agustini.
Sementara itu Chief Enterprise & SME Officer XL Axiata Business Solution, Feby Sallyanto mengungkapkan jika Kredit Biro Indonesia Jaya memang layak mendapatkan penghargaan itu. Ia pun berharap ke depannya kerja sama tersebut baka terjalin semakin baik, seiring dengan pertumbuhan industri kredit.
“Kami memberikan apresiasi khusus kepada KBIJ sebagai customer XL Axiata Business Solutions yang saat ini telah memanfaatkan layanan manage IT services dan data analytics dengan baik. Solusi-solusi ini akan menjadi pondasi lini bisnis masa depan,” ujar Feby. (OL-13)
PT Bank Negara Indonesia (BNI) dinilai berada pada posisi yang lebih siap memasuki 2026 dibandingkan bank-bank besar lainnya.
Menurut Pramono, pencatatan saham Bank Jakarta di BEI tidak hanya akan meningkatkan kepercayaan publik, tetapi juga mendorong profesionalisme perusahaan.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku telah menarik dana pemerintah sebesar Rp75 triliun dari total penempatan Rp276 triliun Saldo Anggaran Lebih (SAL) di sistem perbankan.
MANTAN Kepala PPATK Yunus Husein menilai pemajangan uang tunai hasil rampasan kasus korupsi dan sitaan negara oleh aparat penegak hukum tidak diperlukan dan cenderung tidak efisien.
PERUBAHAN status Bank Syariah Indonesia (BSI) menjadi persero dinilai memperkuat posisi bank tersebut, terutama dari sisi kredibilitas dan persepsi keamanan.
Bank Indonesia (BI) menyebut penurunan suku bunga kredit perbankan cenderung lebih lambat. Karena itu, BI memandang penurunan suku bunga kredit perbankan perlu terus didorong.
Berdasarkan jenis penggunaan, kredit investasi per November 2025 mencatatkan pertumbuhan tertinggi yaitu sebesar 17,98%, diikuti oleh kredit konsumsi tumbuh sebesar 6,67%
Melemahnya daya beli masyarakat berimbas pada penurunan permintaan barang dan jasa di berbagai sektor.
PENURUNAN suku bunga kredit perbankan tercatat masih berjalan lambat setelah suku bunga acuan (BI-Rate) dipangkas sebesar 100 basis poin (bps) sejak September 2024.
KEPALA Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae menegaskan kinerja intermediasi perbankan tetap stabil dengan profil risiko yang terjaga.
KEPALA Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae menyampaikan kinerja intermediasi perbankan dalam posisi stabil dan tangguh.
OJK menegaskan stabilitas sektor jasa keuangan tetap terjaga di tengah tensi perdagangan global. Hal ini tercermin dari pertumbuhan kredit perbankan pada April 2025 yang tumbuh 8,88%.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved