Senin 18 April 2022, 17:15 WIB

Lima Perusahaan Komitmen Beli Teknologi Penghapus Karbon

mediaindonesia.com | Teknologi
Lima Perusahaan Komitmen Beli Teknologi Penghapus Karbon

Ist
Emisi karbon yang dihasilkan industri menjadi kontributor perubahan iklim.

 

STRIPE, Alphabet, Shopify, Meta, dan McKinsey Sustainability hari ini atau Senin (18/4) meluncurkan Frontier, komitmen pasar maju (advance market commitment atau AMC) untuk mengakselerasi pengembangan teknologi penghapus karbon secara permanen.

Kelima perusahaan merencanakan komitmen senilai 925 juta dolar AS (lebih dari Rp13,28 triliun) dalam 9 tahun ke depan untuk membeli teknologi penghapus karbon secara permanen dari para penyedia solusi baru yang menjanjikan.

Frontier bertujuan menunjukkan kepada para periset, wirausahawan, dan investor akan adanya potensi pasar untuk teknologi penghapus karbon.

Satu dekade lalu, model AMC berhasil mengakselerasi pengembangan vaksin pneumokokus untuk negara-negara berpendapatan rendah dan menyelamatkan sekitar 700 ribu jiwa.

Ini adalah kali pertama model ini diterapkan pada penghapusan karbon berskala besar.

Penurunan emisi secara radikal sangat penting untuk menghindari dampak terburuk perubahan iklim.

Namun, menurut laporan terkini dari Intergovernmental Panel on Climate Change, belum ada cara untuk menjaga kenaikan suhu global di bawah 1,5 derajat Celcius per tahun tanpa menghapus CO2 bervolume gigaton yang ada di atmosfer dan laut secara permanen.

Baca juga: KLHK Meminta Validasi Proyek Karbon Hutan Harus Sesuai Regulasi RI

Teknologi penghapus karbon telah mengalami kemajuan yang signifikan, namun masih belum cukup untuk mencapai skala yang dibutuhkan.

Hingga 2021, kurang dari 10.000 ton karbon dioksida telah dihapus secara permanen dari atmosfer menggunakan teknologi sejenis.

Model IPCC membutuhkan sekitar 6 miliar ton penghapus CO2 setiap tahun hingga 2050 untuk dapat mencapai target 1,5 derajat Celcius.

Frontier AMC didesain untuk mendukung dan mendorong industri melakukan pengembangan teknologi ini sesegera dan secepat mungkin.

Cara kerja Frontier

Frontier menjalankan uji kepatutan dan memfasilitasi pembelian penghapus karbon atas nama pembeli, dalam dua jenis:

Pertama. Untuk penyedia penghapus karbon tahap awal yang menguji coba teknologi baru, pembeli akan menandatangani perjanjian pra-pembelian volume rendah.

Kedua, Untuk penyedia penghapus karbon yang berada dalam tahap pertumbuhan dan yang sedang meningkatkan skala teknologi mereka, Frontier akan memfasilitasi perjanjian offtake antara pembeli dan penyedia individu.

Perjanjian ini menjanjikan pembelian berton-ton penghapus karbon di masa depan saat mereka siap dikirimkan, memungkinkan penyedia untuk memperoleh pembiayaan guna meningkatkan skala penyebaran.

Ketika berton-ton CO2 dihapus, perusahaan penghapus karbon menerima pembayaran, dan berton-ton penghapus karbon diberikan kembali kepada pembeli.

Frontier akan mengidentifikasi teknologi dengan potensi jangka panjang terbesar dan akan membantu mereka memperhitungkan skala melalui pembelian, serta saran dan dukungan berkelanjutan.

Dalam praktiknya, ini dapat berarti membayar harga awal yang lebih tinggi per ton untuk mempercepat teknologi yang memenuhi kriteria tertentu, termasuk:

  • Permanen: Menyimpan karbon secara permanen (>1000 tahun)
  • Jejak fisik karbon: Memanfaatkan penyerap karbon yang tidak terlalu dibatasi oleh lahan subur
  • Biaya: Memiliki jalan menuju skala yang terjangkau (<100 dollar AS/ton)
  • Kapasitas: Memiliki jalur untuk menjadi bagian yang berarti dari portofolio solusi penghapus karbon (>0,5gt/tahun)
  • Keadilan lingkungan: Memastikan keadilan lingkungan yang bermakna, hasil pemerataan lingkungan yang sehat dan bersih, melalui proses yang kuat yang berfokus pada keterlibatan masyarakat lokal

Sebagai anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki Stripe, Frontier juga akan didanai oleh puluhan ribu bisnis yang membeli teknologi penghapus karbon melalui Stripe Climate.

Ini akan menjadikan Frontier sebagai koalisi pembeli penghapus karbon terbesar di dunia berdasarkan pendanaan dan keanggotaan.

Nan Ransohoff, Head of Climate, Stripe, mengatakan,“Dengan Frontier, kami ingin menyampaikan pesan yang kuat kepada pengusaha, peneliti, dan investor bahwa pasar untuk penghapusan karbon secara permanen tersedia: silakan bangun dan kami akan membelinya.”

Kate Brandt, Chief Sustainability Officer, Google,“Pengalaman panjang dalam mendorong solusi iklim telah membantu kami di Alphabet untuk mengetahui secara langsung bahwa memberikan informasi adanya pasar untuk teknologi penghapusan karbon dapat memacu inovasi sehingga menghasilkan produk yang terjangkau bagi semua orang.'

"Itulah sebabnya kami bergabung dalam koalisi pemimpin iklim ini dan bersama-sama melihat potensi teknologi baru penghapus karbon dan mengirim sinyal adanya permintaan yang jelas ke pasar,” jelas Brandt.

Stacy Kauk, Head of Sustainability, Shopify, mengatakan,“Komitmen kami sangat jelas sejak kami meluncurkan Sustainability Fund di 2019: Bergabunglah bersama kami. Perubahan iklim hanya dapat diselesaikan jika kita bersatu, dan itulah yang kami lakukan melalui komitmen pasar yang maju ini. "

"Pesan yang kami sampaikan melalui Frontier sesuai dengan apa langkah selanjutnya yang perlu diambil oleh pasar penghapusan karbon,” tambahnya.

Peter Freed, Head of Energy Strategy, Meta, mengatakan,“Kami berkomitmen untuk mencapai nol-bersih emisi (net zero emissions) di seluruh rantai nilai kami pada 2030 melalui kemitraan baru dan solusi inovatif dalam pengurangan emisi dan penghapusan karbon."

"Frontier merupakan langkah penting untuk membantu mempercepat pengembangan dan adopsi teknologi penghapusan karbon untuk dunia yang lebih berkelanjutan,” kata Freed.

Dickon Pinner, Senior Partner and Co-leader of McKinsey Sustainability, mengatakan,“Mencapai  nol-bersih emisi adalah kunci untuk membangun ketahanan lingkungan dan mewujudkan masa depan yang menghasilkan pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif. "

"Penghapusan karbon memiliki peran yang sangat penting. Penelitian kami menunjukkan bahwa angka penghapusan karbon yang diperlukan pada 2025 untuk mencapai target 1,5°C yang ditetapkan IPCC akan meleset 80%, berdasarkan jalur proyek saat ini," jelasnya.

"Frontier akan memainkan peran katalis dalam mendorong tersedianya pasokan penghapusan karbon berkualitas tinggi,” ujar Pinner.

Peter Reinhardt, CEO dan Co-Founder, Charm Industrial, mengatakan.“Pelanggan sangat penting untuk meningkatkan skala bisnis apapun; hingga saat ini hanya ada sedikit yang memperhatikan penghapusan karbon. "

"Komitmen ini merupakan sinyal kuat bahwa akan ada pasar untuk apa yang kami bangun di Charm. Itu akan membuat lebih mudah untuk mengukur pertumbuhan bisnis, mengumpulkan dana, dan yang terpenting, menurunkan biaya lebih cepat,” jelasnya.

Susan Athey, Profesor Ekonomi, Stanford GSB, mengatakan,“AMC untuk vaksin pneumokokus menyelamatkan hampir satu juta nyawa dengan menciptakan kepastian tentang permintaan di masa depan dan mempercepat pembangunan."

"Frontier dapat memainkan peran serupa: memulai investasi dalam penghapusan karbon dengan meyakinkan pengusaha dan investor bahwa investasi mereka akan kembali,” tuturnya. (RO/OL-09)

 

 

Baca Juga

Dok. InfoPublik Kominfo

DEWG G20 Setujui Maksimalkan Pengukuran Keterampilan dan Literasi Digital

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 19 Mei 2022, 23:13 WIB
"Jadi 2022 kominfo akan melakukan pengukuran indeks masyarakat digital sekali lagi yang hasilnya akan dirilis pada awal tahun...
DOK Pribadi.

Peruri Gandeng eMET Aplikasi Penyedia Bundling e-Meterai

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 19 Mei 2022, 21:00 WIB
Meterai elektronik atau e-meterai merupakan salah satu jenis meterai yang dibuat dengan menggunakan format elektronik dan punya ciri khusus...
Dok. Kemenkominfo

DEWG G20 Bahas Peluang dan Tantangan Digitalisasi

👤Mediaindonesia.co 🕔Kamis 19 Mei 2022, 20:14 WIB
Johnny menyatakan, salah satu gagasan yang diangkat pada pembahasan isu DEWG ialah people-centered digital...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya