Senin 18 April 2022, 16:27 WIB

Huawei Tingkatkan Konektivitas dan Inklusi Digital di Papua Barat

Siswantini Suryandari | Teknologi
 Huawei Tingkatkan Konektivitas dan Inklusi Digital di Papua Barat

Dok Huawei
Huawei CSR Ramadhan 2022 menyasar 14 panti asuhan dan sekolah-sekolah di Sorong dan Biak untuk meningkatkan konektivitas digital.

 

PERUSAHAAN Huawei melalui program CSR berupaya meningkatkan konektivitas dan inklusi digital ke sekolah-sekolah di Sorong dan Biak, Papua Barat serta 14 panti asuhan di 14 kota di Indonesia.

Tahun ini, Huawei CSR Ramadhan 2022 mengangkat tema Huawei I Do Care – One Heart for a Fully Connected and Prosperous Indonesia sebagai upaya untuk meningkatkan konektivitas dan inklusi digital ke sekolah-sekolah di Sorong dan Biak, Papua Barat, serta panti asuhan di 14 kota di seluruh Indonesia.

Dedy Permadi, Staf Khusus Menteri Bidang Kebijakan Digital dan Pengembangan SDM/Juru Bicara Kemkominfo RI menyambut positif CSR Huawei yang memperhatikan masalah konektivitas digital untuk pendidikan anak-anak di daerah 3T.

"Kami menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Huawei Indonesia yang telah memiliki inisiatif yang luar biasa untuk menjangkau anak-anak di Papua dan Papua Barat agar bisa terkoneksi secara baik dengan internet. Internet ini seperti pedang bermata dua. Untuk itu, tugas kita bersama, baik pemerintah, pihak swasta, maupun masyarakat umum, adalah memastikan bahwa internet digunakan secara positif, produktif, dan kreatif oleh seluruh pengguna internet di Indonesia," kata Dedy yang hadir mendukung acara tersebut yang digelar akhir pekan lalu.

Tidak ketinggalan Agustina Erni selaku Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak Republik Indonesia menyatakan bahwa anak Indonesia menempati sepertiga komposisi dari seluruh penduduk indonesia dan menjadi kunci kesuksesan dari keberhasilan bangsa Indonesia di masa depan. Sehingga setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang, serta perlindungan terhadap berbagai bentuk kekerasan dan diskriminasi.

"Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran tidak hanya guru sebagai pendidik, namun juga seluruh sektor seperti orang tua, pemerintah, dunia usaha, lembaga masyarakat, media, dan masyarakat umum lainnya. Kami sangat mengapresiasi komitmen Huawei dalam rangka meningkatkan konektivitas dan inklusivitas untuk mendukung arahan Presiden dalam rangka membangun Indonesia dari wilayah timur," ujar Agustina Erni.

"Semoga dengan adanya dukungan perangkat teknologi dan akses internet untuk SD di Sorong dan Biak dapat meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak yang tinggal di daerah perdesaan dan terpencil. Kami berharap upaya dan dukungan yang dilakukan oleh Huawei dapat direplikasi oleh perusahaan-perusahaan lain khususnya dalam upaya pemenuhan hak anak," lanjutnya.

baca juga: Kemendikbud-Ristek Tingkatkan Kompetensi Guru Penggerak Lewat Festival Literasi

Dalam sambutan pembukaannya, Wang Bin, Vice President, Management Transformation, Huawei Indonesia, mengatakan acara Huawei CSR Ramadan kali ini, sebagai bagian dari pengembangan talenta digital, menjembatani sekolah-sekolah di Papua dengan dunia digital menjadi hal yang secara khusus menjadi perhatian Huawei.

"Kami percaya anak-anak, terutama yang berada di pedesaan, berhak mendapatkan hak yang sama, untuk menikmati konektivitas dan pendidikan. Tak dapat dimungkiri, talenta digital memang menjadi dasar dari transformasi digital. Oleh karena itu, kami berharap anak-anak akan dibekali dengan sarana untuk mengakses internet dan meningkatkan literasi digital," kata Wang Bin.

Seperti tahun-tahun sebelumnya pada tahun ini, Huawei juga menggelar acara CSR untuk panti asuhan di 14 kota di seluruh Indonesia.  Sebelum tahun 2025, Huawei berkomitmen untuk membina 100 ribu talenta digital di Indonesia.

Kak Seto, Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia yang ikut hadir menambahkan literasi digital adalah keniscayaan di era sekarang untuk memenuhi hak belajar. Sebab belajar itu bukan kewajiban tapi merupakan hak anak. Literasi juga menjadikan anak-anak Indonesia memahami fungsi dan manfaat teknologi secara benar. Melalui teknologi, anak-anak dapat mengeksplorasi kecerdasan dan kreativitas.

"Saya berharap konektivitas segera merata sehingga teknologi di Indonesia bisa semakin inklusif. Untuk itu, kontribusi Huawei dalam rangka mewujudkan tujuan ini patut diapresiasi," harap Kak Seto.

Direktur Sekolah Dasar, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia,  Sri Wahyuningsih menyatakan saat ini literasi dan inklusi digital menjadi kebutuhan mendasar bagi pelaksanaan konsep Merdeka Belajar. Saat ini, pada jenjang sekolah dasar masih cukup tinggi prosentase sekolah yang harus disiapkan untuk bertransformasi digital. Ragam kendala di dunia pendidikan tidak hanya terjadi di daerah terpencil, tapi juga di sekolah yang berada di perkotaan.

"Saya mengapresiasi Huawei dan ini merupakan wujud kontribusi Huawei dan tanggung jawab Huawei kepada dunia pendidikan yang merupakan semangat serentak bergerak untuk mewujudkan kualitas pendidikan Indonesia," kata Sri Wahyuningsih.

Acara ini juga mendapat dukungan dari media yang berperan untuk meningkatkan literasi digital dan pendidikan inklusif bagi masyarakat. Wenseslaus Manggut, Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia dan CCO KLY, mengatakan kesenjangan digital masih terjadi di Indonesia. Sekitar 12.000 desa yang belum terjangkau internet sebagian besar berada di Indonesia Timur. Sehingga Kawasan Indonesia Timur menjadi salah satu wilayah yang perlu segera mendapatkan dukungan. (N-1)

 

Baca Juga

Ist

Tingkatkan Pelayanan, Perusahaan Nutrisi Bertransformasi Teknologi

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 20 Mei 2022, 16:33 WIB
Herbalife Nutrition,  bekerja sama dengan PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk (Cashlez) menghadirkan pembayaran non-tunai di Automated...
DOK Pribadi.

TKDN Bangun Negeri melalui Teknologi Sistem Transportasi

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 20 Mei 2022, 16:15 WIB
TKDN merupakan anggota ITS Indonesia (Intelligent Transport System) yang memiliki visi untuk pengembangan mobilitas cerdas digital dan...
ANTARA/Hafidz Mubarak A

Platform Pintarnya Gaet Pendanaan sebesar $6.3 juta Buka Peluang Kerja

👤Indrastuti 🕔Jumat 20 Mei 2022, 12:36 WIB
Sebanyak 80% dari populasi memiliki smartphone, jadi ini saat yang tepat untuk meluncurkan sebuah platform...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya