Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
MEMILIKI keinginan bisa menghadirkan solusi terintegrasi untuk setiap permasalahan di industri logistik, Agros terus mengembangkan layanannya dan melakukan sosialisasi kepada semua pihak terkait, termasuk kepada para driver atau sopir kendaraan.
Terbaru, pada akhir Oktober 2021, startup logistik Agros me-launching program Warung Kerabat untuk bisa lebih dekat dan berinteraksi langsung dengan kerabat driver di kesehariannya.
"Program ini bekerja sama dengan warung-warung yang sering menjadi jujugan para driver di enam titik yang tersebar di empat kota di Jawa Timur yaitu Malang, Lumajang, Tuban, dan Bojonegoro," kata Chief Financial Officer (CFO) Agros, Harmawan Sulistyo, dalam keterangan pers, Jumat (26/11).
Di Warung Kerabat ini, menurut Harmawan, tim Agros melakukan sosialisasi terkait aplikasi dan manfaatnya bagi kerabat driver. Terutama adalah kemudahan dan fleksibilitas bagi kerabat driver untuk memilih proyek pengantaran serta menentukan besaran pendapatan yang ingin dicapai.
Dengan begitu dapat menjadi solusi atas problem kesejahteraan driver yang selama ini sering terjadi.
Selain menyosialisasikan Agros kepada para driver yang kebetulan mampir dan Warung Kerabat juga dijadikan sebagai lokasi checkpoint bagi pihak-pihak yang tertarik dan ingin mengetahui lebih jauh lagi tentang Agros.
"Informasi checkpoint di Warung Kerabat ini juga dibagikan melalui media sosial Instagram @agrosindonesia," ucap Harmawan.
Program ini terbukti menarik antusiasme berbagai pihak. Selain driver truk-truk logistik yang memang menjadi target utamanya, Warung Kerabat juga banyak didatangi oleh pemilik armada transportasi logistik yang tertarik dengan benefit yang ditawarkan Agros.
Melalui program Warung Kerabat, terhitung sudah ada 350 orang yang bergabung menjadi kerabat driver Agros.
"Tidak hanya itu, tercatat juga ada 100 kerabat transporter baru yang mendaftar di lokasi checkpoint Warung Kerabat hingga periode penutupan pada 4 November 2021 yang lalu. Kerabat baru Agros itu tersebar mulai dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jabodetabek, hingga ke Bali," papar Harmawan.
Program Warung Kerabat ini juga mendapatkan apresiasi dari pemilik warung yang diajak bekerja sama, salah satunya adalah Dudi, pemilik Warung Brazil 2 di Lumajang.
“Saya ikut senang dengan adanya kegiatan Warung Kerabat ini. Temen-temen supir akhirnya bisa melek teknologi dan lebih mudah buat cari muatan,” jawab Dudi ketika diwawancarai di warungnya awal November kemarin.
Melihat antusiasme seluruh pihak, khususnya kerabat driver, tidak menutup kemungkinan Agros akan kembali mengadakan program Warung Kerabat ini di waktu mendatang.
Harmawan juga mengajak lebih banyak lagi pemilik warung untuk menjadikan warungnya sebagai Warung Kerabat.
“Ke depannya, Agros ingin ada lebih banyak lagi lokasi checkpoint Warung Kerabat agar semakin banyak juga kerabat yang bisa merasakan manfaatnya,” ungkap Harmawan.
Dia juga menambahkan di akhir wawancara, “Bagi para pemilik warung yang ingin warungnya jadi Warung Kerabat juga, bisa banget lho daftarkan ke Agros sekarang!” (RO/OL-09)
Penambahan fitur di Strava ini merupakan bentuk respons langsung terhadap tingginya minat serta permintaan dari komunitas pengguna terhadap kelima aktivitas fisik tersebut.
Sebuah studi terhadap siswa di Indonesia mengungkapkan bahwa 75% responden merasa lebih termotivasi saat belajar melalui pendekatan gamifikasi.
Momentum Ramadan merupakan periode paling krusial bagi industri aplikasi gaya hidup Muslim.
Apple resmi merilis iOS 26.2.1. Cek apakah iPhone 13, 14, atau SE Anda masih kebagian update fitur AirTag 2 ini. Berikut daftar lengkap kompatibilitasnya.
Apple merilis iOS 26.2.1 dengan fokus utama dukungan AirTag 2 dan perbaikan bug aplikasi Wallet. Simak rincian lengkap pembaruannya di sini.
Bagi pengguna iPhone yang belum sempat melakukan update ke versi 26.2, pembaruan ini akan digabungkan (bundled) sehingga Anda langsung mendapatkan seluruh fitur baru.
REI menilai dampak konflik Timur Tengah terhadap harga rumah di Indonesia relatif terbatas. Kenaikan biaya logistik diperkirakan hanya mendorong harga rumah sekitar 3,5%.
Konflik Timur Tengah picu panic buying dan ancaman kelangkaan BBM di Thailand. Pemerintah pantau ketat pasokan seiring lonjakan harga di tingkat lokal.
Beban pengiriman akan overload menjelang Lebaran. Untuk menekan risiko keterlambatan, perusahaan menyatakan telah melakukan persiapan sejak awal
penyelenggaraan pangan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan.
Eskalasi konflik ini langsung menarik perhatian dunia akan gangguan rantai pasok logistik global yang bisa menekan ekonomi banyak negara.
Memasuki 2026, isu efisiensi operasional semakin menjadi perhatian utama sektor logistik darat di Indonesia
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved