Sabtu 18 September 2021, 14:03 WIB

Start-up AS Rekayasa Makanan Hewan Peliharaan dalam Laboratorium

Mediaindonesia.com | Teknologi
Start-up AS Rekayasa Makanan Hewan Peliharaan dalam Laboratorium

AFP/Thomas Lohnes.
Ilustrasi.

 

GELEMBUNG cairan keruh dalam tabung kaca menjadi harapan perusahaan rintisan AS untuk membangun kembali industri makanan hewan peliharaan dengan mengembangkan makanan bergizi di laboratorium. Sebagian besar makanan hewani mengandung protein hewani yang mengharuskan penyembelihan hewan dan pada akhirnya merupakan sumber gas yang memanaskan planet.

Pemilik Bond Pet Foods yang berbasis di Colorado, Rich Kelleman, bertujuan menghindari kedua dampak itu dengan membuat protein yang sama dalam proses bioteknologi. Inspirasinya sebagian datang dari rasa jijiknya sendiri atas perlakuan terhadap ternak dalam perjalanannya ke pasokan makanan.

Ia juga terkejut ketika membaca suatu penelitian yang menunjukkan bahwa hewan peliharaan di AS mengonsumsi kalori yang bersumber dari hewan sama banyaknya dengan penduduk Prancis yang lebih dari 65 juta. Dampak peternakan pada perubahan iklim menambah tekadnya Ini karena, menurut data PBB, memelihara hewan untuk makanan bertanggung jawab atas lonjakan 14,5% emisi gas rumah kaca terkait manusia.

Sayuran saja belum tentu cukup nutrisi untuk kucing dan anjing. Kelleman diyakinkan oleh penelitian bahwa jika perusahaan dapat 'memecahkan kode' makanan hewan peliharaan yang dikembangkan di laboratorium akan ada pasar untuk itu. "Untuk anjing dan kucing, itu harus enak, tetapi tidak harus terlihat seperti steak atau dada yang terbentuk sepenuhnya," kata Kelleman kepada AFP saat mengunjungi perusahaan rintisan itu.

Dalam perkembangannya, start-up Kelleman mengambil darah dari ayam, mengekstrak DNA dari sampel, dan memasukkannya ke mikroba. Mikroba yang dihasilkan ditambahkan ke fermentor untuk menghasilkan protein hewani yang dikembangkan di laboratorium. "Kedengarannya seperti proses yang aneh dan asing, tetapi teknologi itu merupakan sesuatu yang sudah ada cukup lama," kata Kelleman. 

Anjingnya, Rumples, tampaknya menikmatinya. Dan seorang reporter AFP yang diberi sampel memperhatikan rasa kacangnya yang mencakup keju.

Tetapi perusahaan memiliki banyak rintangan yang harus dilewati dalam usahanya untuk menjadikan hal tersebut sebagai makanan hewan yang normal. Pertama terkait harga, karena bahkan pemilik anjing yang mencintai lingkungan memperhatikan anggaran mereka dalam hal biaya makanan ringan. 

Menggunakan tangki fermentasi telah memungkinkan Bond untuk memotong biaya protein sebesar US$5 per kilogram dari setiap US$100 per kilogram. Chief technology officer Tony Day mengatakan harga dapat didorong lebih rendah lagi.

Baca juga: Yuk Kenali Macam Perangkat Keras Komputer dan Fungsinya

Namun, diperkirakan hal itu akan memakan waktu setidaknya dua tahun tes dan evaluasi untuk memastikan regulator bahwa makanan hewan peliharaan yang bebas penyembelihan itu aman dan layak. Bond bertujuan menjual protein mereka ke pembuat makanan hewan pada paruh kedua 2023. (AFP/OL-14)

Baca Juga

DOK Pribadi.

Sasar Milenial Zilenial, Earbuds Sharp HP-TW10 Punya Empat Keunggulan

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 22 Oktober 2021, 06:25 WIB
Melengkapi daya tahan baterai yang kuat, Earbuds HP-TW10 juga memiliki daya tahan tinggi dengan menghadirkan sertifikasi IPX4 yang tahan...
Dok. Noice

UN1TY dan Wishnutama Ikut Gabung Buka Room di Fitur Noice Live pada Apikasi Noice 

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Jumat 22 Oktober 2021, 01:24 WIB
Dengan menggunakan fitur Noice Live, para fans ini tidak hanya bisa ngobrol secara tertulis melalui kolom komentar, namun juga bisa...
Dok. H2 Data Center

Matrix NAP Info Hadirkan Sistem Komunikasi Kabel Laut Fiber Optik di H2 Data Center 

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 22 Oktober 2021, 01:14 WIB
Digitalisasi di kehidupan sehari-hari juga turut mendorong peningkatan kebutuhan akan adanya fasilitas data center. Dengan populasi di...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Sukses PON Papua 2021 Pemerataan Pembinaan di Seluruh Pelosok Negeri

Sukses prestasi ditandai dengan tercipta banyak rekor meski penyelenggaraan multiajang olahraga terakbar Tanah Air itu digelar di masa pandemi covid-19.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya