Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
DENGAN meningkatnya penggunaan fasilitas listrik berkepanjangan oleh masyarakat, ketidakstabilan atau naik turunnya tegangan listrik menjadi masalah yang cukup sering terjadi di setiap rumah kelas menengah dan beberapa perkantoran. Penggunaan listrik yang berlebihan dapat menyebabkan tegangan listrik menjadi tidak stabil.
Ketika listrik digunakan secara berlebihan, tegangan listrik menjadi sering naik turun sehingga mengakibatkan terjadinya korsleting, lonjakan arus listrik yang besar, hingga kerusakan. Ketidakstabilan atau naik turun tegangan listrik juga dapat menimbulkan ancaman besar bagi keselamatan barang-barang elektronik di rumah atau kantor.
Tegangan listrik yang terlalu rendah atau terlalu tinggi dapat memengaruhi kinerja peralatan elektronik dengan konsumsi listrik berat seperti AC, kulkas, komputer, dan TV. Untuk mencegah terjadinya masalah ini serta melindungi barang-barang elektronik dengan konsumsi listrik berat tersebut dari kerusakan, dibutuhkan stabilizer listrik agar arus listrik bisa seimbang sehingga peralatan elektronik di rumah atau kantor dapat berfungsi dengan optimal.
Stabilizer listrik ialah alat yang berfungsi mengatur dan menyeimbangkan tingkat tegangan listrik secara konstan. Kini stabilizer listrik pun telah menjadi salah satu kebutuhan penting untuk mengatasi masalah naik turunnya tegangan listrik di rumah ataupun kantor.
"Ada dua faktor yang sangat menentukan cara kerja stabilizer listrik," ujar Jacky Herman Hardjono, putra dari pemilik PT Gunindo Trimukti dalam keterangan resmi, Senin (23/8). Faktor pertama ialah kapasitas nilai yang dimiliki oleh barang elektronik yang sedang tersambung dengan stabilizer. Faktor kedua ialah nilai kapasitas yang diperlukan oleh stabilizer. Karenanya, pilihlah stabilizer listrik yang berkualitas baik serta sesuai dengan konsumsi daya dan kapasitas pada peralatan elektronik di rumah atau kantor.
Stabilizer Matsuyama dari Gunindo Trimukti dapat menjadi solusi efisien untuk membantu masalah ketidakstabilan atau naik turun tegangan listrik. Sistem DC Servo Motor Stabilizer Matsuyama dapat menstabilkan tegangan masuk (input voltage) dan perubahan beban yang naik turun agar tegangan keluaran (output voltage) selalu stabil.
Jacky mengatakan stabilizer Matsuyama terdiri dari dua kategori, yaitu 1 fase dan 3 fase. Model 1 fase biasanya digunakan untuk listrik perumahan dan elektronik rumah. Model 3 fase umumnya digunakan untuk perumahan mewah, industri, atau pabrik. Dengan menggunakan stabilizer Matsuyama, mesin-mesin yang memiliki tingkat kepekaan tinggi terhadap perubahan tegangan listrik tetap dapat beroperasi dengan baik.
Gunindo Trimukti awalnya bergerak di bidang jasa perdagangan umum dengan nama PD Gunindo yang berdiri sejak 1977. Stabilizer Matsuyama pun menjadi salah satu merek stabilizer tertua karena telah diproduksi dan dipasarkan sejak 1987. Pada saat itu belum ada pabrik lain yang memproduksi stabilizer. Kemudian PD Gunindo berubah nama secara sah menjadi PT Gunindo Trimukti pada 1991. Perusahaan saat ini dimiliki oleh Sriwani Sayuti.
Tak hanya menyediakan mutu dan kualitas, Gunindo Trimukti menyediakan after sales service dengan suku cadang yang selalu tersedia sehingga pelanggan merasa puas. Saat ini, Gunindo Trimukti telah memiliki tujuh cabang yang berlokasi di Bandung, Palembang, Pekanbaru, Denpasar, Medan, Semarang, dan Surabaya. Untuk melihat katalog dan pilihan kategori stabilizer Matsuyama, konsumen bisa mengunjungi dan memesan melalui situs web www.gunindo.co.id. Perusahaan juga memiliki akun Instagram @gunindo.matsuyama terkait informasi tentang stabilizer listrik dan edukasi mengenai peralatan elektronik. (OL-14)
Fokus utamanya adalah penambahan kapasitas pembangkit listrik hingga 100 gigawatt, di mana 75% di antaranya ditargetkan berasal dari Energi Baru Terbarukan (EBT).
Menjelang 12 hari memasuki Bulan Suci ramadan 1457 H, kondisi warga penyintas banjir besar di Aceh Tengah masih sangat memprihatinkan.
Kondisi lingkungan yang lembap dan air yang menggenang dapat menjadi media penghantar arus listrik dari instalasi yang tidak terlindungi.
Peristiwa tragis ini terjadi saat keduanya berada di dalam rumah ketika air sungai tiba-tiba meluap dan masuk ke pemukiman dengan cepat.
Dua dari tiga korban merupakan pasangan suami istri berinisial HW, 54, dan NJ, 49.
Selain keberadaan bengkel, ketersediaan infrastruktur pengisian daya menjadi krusial.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved