Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH perjalanan empat tahun, pesawat ruang angkasa robotik NASA, Osiris-Rex, akan turun ke permukaan asteroid Bennu yang penuh batu pada 20 Oktober mendatang. Pesawat ini mendarat selama beberapa detik untuk mengumpulkan sampel bebatuan dan debu.
Para ilmuwan berharap misi itu akan membantu memperdalam pemahaman tentang asal usul planet terbentuk dan kehidupan dimulai serta memberikan wawasan tentang asteroid yang dapat berdampak pada Bumi.
"Bertahun-tahun perencanaan dan kerja keras tim ini pada dasarnya bertujuan menempatkan TAGSAM (Touch-And-Go Sample Acquisition Mechanism) ke permukaan hanya selama lima hingga 10 detik," kata Mike Moreau, wakil proyek Osiris-Rex, Kamis (24/9).
NASA telah memilih Nightingale sebagai daerah berbatu dengan diameter 52 kaki (16 meter) untuk pengumpulan sampel. Pasalnya, tempat itu menyimpan bahan berbutir halus tak terhalang dalam jumlah terbesar.
Pesawat ruang angkasa, seukuran van besar, perlu mendarat di area seukuran beberapa tempat parkir. NASA perlu berhati-hati dalam mendaratkannya untuk menghindari batu besar di sekitar.
Pesawat ruang angkasa dan Bennu berada sekitar 207 juta mil (334 juta kilometer) dari Bumi. Karenanya, dibutuhkan sekitar 18,5 menit untuk sinyal untuk melakukan perjalanan di antara mereka.
Hal itu mencegah perintah langsung terhadap aktivitas penerbangan. Dengan demikian, pesawat ruang angkasa perlu melakukan urutannya secara mandiri.
Osiris-Rex seharusnya mengumpulkan setidaknya 2 ons (57 gram) material batuan Bennu untuk dibawa kembali ke Bumi. Ini merupakan sampel terbesar yang kembali dari luar angkasa sejak program Apollo. Pengiriman muatannya ke Bumi dijadwalkan pada 24 September 2023. (AFP/OL-14)
NASA telah membentuk Planetary Defense Coordination Office sejak 2016 untuk memantau objek-objek dekat Bumi (near-Earth objects/NEO).
BLUE Origin bersama NASA kini tengah mengembangkan sebuah misi ambisius yang dirancang untuk melindungi Bumi.
Mineral ini hanya dapat terbentuk akibat tekanan sangat tinggi seperti yang terjadi saat asteroid menghantam Bumi, sehingga menjadi bukti kuat bahwa Silverpit terbentuk akibat tumbukan.
NASA secara resmi telah menepis segala kemungkinan mengenai potensi hantaman asteroid 2024 YR4 terhadap Bulan pada tahun 2032 mendatang.
Asteroid yang diberi kode 2026 EG1 mencapai titik terdekatnya dengan Bumi pada pukul 23:27 EDT (03:27 GMT, 13 Maret).
Eksperimen luar angkasa yang dilakukan oleh NASA melalui misi Double Asteroid Redirection Test (DART) menghasilkan temuan penting.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved