Headline

“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.

Sebagai Muslim, Lamine Yamal Tersinggung Nyanyian Rasis Suporter Spanyol ke Timnas Mesir

Akmal Fauzi
01/4/2026 21:56
Sebagai Muslim, Lamine Yamal Tersinggung Nyanyian Rasis Suporter Spanyol ke Timnas Mesir
Pemain Timnas Spanyol Lamine Yamal.(AFP)

LAGA persahabatan antara Timnas Spanyol melawan Mesir yang berakhir imbang tanpa gol, Rabu (1/4), ternoda oleh aksi rasisme suporter tuan rumah. Bintang muda La Roja, Lamine Yamal, secara terbuka mengecam nyanyian diskriminatif yang dilontarkan sejumlah oknum pendukung Spanyol sepanjang pertandingan.

Pemain andalan Barcelona berusia 18 tahun tersebut merasa terhina oleh nyanyian yang mengejek identitas agama para pemain Mesir.

“Kemarin terdengar nyanyian ‘siapa yang tidak melompat, itu Muslim’ di stadion. Saya tahu itu ditujukan kepada lawan dan bukan secara pribadi kepada saya, tetapi sebagai seorang Muslim, saya tetap menganggapnya tidak menghormati dan tidak dapat diterima,” tulis Yamal melalui akun Instagram pribadinya, Rabu (1/4).

Agama Bukan Bahan Hinaan

Yamal menegaskan bahwa penggunaan sentimen agama sebagai bahan ejekan menunjukkan rendahnya pemahaman pelaku dan tidak memiliki tempat dalam dunia sepak bola. Ia menekankan bahwa olahraga seharusnya menjadi ruang untuk persatuan, bukan ajang merendahkan keyakinan pihak lain.

Aksi suporter tersebut dikonfirmasi terdengar jelas oleh para pemain di lapangan, yang memicu ketegangan di tengah laga yang seharusnya menjadi ajang persahabatan tersebut.

RFEF dan Luis de la Fuente Tuntut Tindakan Tegas

Kecaman serupa datang dari Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF). Dalam pernyataan resminya, RFEF menegaskan komitmen nol toleransi terhadap segala bentuk diskriminasi.

"RFEF tidak mentolerir rasisme di sepak bola dan mengecam segala bentuk aksi kekerasan di dalam stadion," tulis pernyataan resmi federasi melalui media sosial.

Senada dengan federasi, pelatih Timnas Spanyol, Luis de la Fuente, meminta pihak berwenang segera mengidentifikasi dan menghukum para pelaku. Ia menegaskan bahwa individu yang terlibat dalam aksi rasisme tersebut tidak layak berada di lingkungan sepak bola mana pun.

(Ant/P-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya