Headline

Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.

Debut Herdman Disorot, Laga Indonesia vs St Kitts and Nevis Dinilai Krusial

Khoerun Nadif Rahmat
26/3/2026 18:35
Debut Herdman Disorot, Laga Indonesia vs St Kitts and Nevis Dinilai Krusial
Pelatih Timnas Indonesia John Herdman (kiri)(dok.PSSI)

LAGA uji coba Timnas Indonesia melawan St Kitts and Nevis dinilai krusial sebagai ajang debut pelatih John Herdman sekaligus tolok ukur awal performa skuad Garuda.

St Kitts and Nevis menjadi salah satu peserta FIFA Series 2026 yang digelar di Jakarta dan dijadwalkan menghadapi Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Jumat (27/3) pukul 20.00 WIB.

Secara peringkat FIFA, Indonesia berada di posisi ke-121 dunia, sedangkan St Kitts and Nevis menempati peringkat ke-154. Meski terpaut cukup jauh, pengamat sepak bola Kesit Budi Handoyo menilai laga itu tetap memiliki arti penting, terutama bagi pelatih anyar Timnas Indonesia, John Herdman.

"Itu menjadi pertandingan yang menurut saya sangat penting ya. Penting dalam arti karena ini merupakan debut bagi pelatih baru, John Herdman. Artinya bahwa ini menjadi pertandingan yang sejatinya bisa meninggalkan kesan yang positif ya, dari John Herdman kepada publik sepak bola Indonesia," ujar Kesit.

Ia menilai momentum tersebut harus dimanfaatkan Herdman untuk menunjukkan kapasitasnya dalam mengangkat performa tim, terlebih setelah kegagalan Indonesia di putaran keempat kualifikasi Piala Dunia.

"Jadi saya kira bagi Herdman yang paling penting adalah bagaimana dia bisa menunjukkan kapasitasnya sebagai pelatih yang memang punya reputasi bagus untuk mengangkat performa tim-tim yang berharap bisa menaikkan levelnya ya," lanjutnya.

Menurut Kesit, kualitas skuad Indonesia sejatinya cukup mumpuni untuk bersaing di level internasional. Karena itu, menghadapi tim dengan peringkat lebih rendah dinilai menjadi kesempatan tepat untuk membangun kepercayaan diri sekaligus memperlihatkan potensi tim.

"Jadi Indonesia adalah tim yang sejatinya bisa diangkat levelnya dan ya saya kira bukan hanya bagaimana kemudian memenangkan pertandingan besok ya, tapi juga bagaimana dia bisa meninggalkan kesan bahwa tim ini memang punya prospek dengan materi pemain yang mumpuni," jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa aspek penampilan tidak kalah penting dibanding hasil akhir pertandingan.

"Saya kira penampilan juga menjadi sangat penting begitu, karena ini akan menjadi dasar untuk menilai sejauh mana kemampuan John Herdman dalam meracik tim nasional Indonesia begitu ya," kata Kesit.

Meski persiapan dinilai singkat, ia melihat pemilihan lawan sudah tepat karena memberikan ruang adaptasi bagi tim.

"Walaupun ya sekali lagi, walaupun persiapannya memang sangat mepet ya, persiapannya sangat mepet. Tapi dengan menghadapi tim yang secara peringkat memang jauh di bawah Indonesia, saya kira ini juga momen yang tepat begitu," ujarnya.

Kesit menambahkan, hasil pertandingan tetap memiliki dampak signifikan terhadap posisi Indonesia di peringkat FIFA.

"Menang-kalah ya pasti cukup signifikan lah. Kalau menang kan berarti kita bisa menambah poin ya, kita bisa menambah poin dan berharap posisi Indonesia sedikit demi sedikit akan terkatrol gitu kembali naik begitu kan," ucapnya.

Namun, ia kembali menegaskan bahwa kemenangan harus diiringi dengan performa yang meyakinkan.

"Tapi itu tadi, jangan hanya kemudian kita menang, tapi bagaimana kita bisa memperlihatkan penampilan yang oke begitu. Karena itu juga kan perlu gitu, walaupun tetap ujungnya adalah kemenangan," lanjutnya.

Kesit juga menyoroti kualitas individu pemain Indonesia yang dinilai menjadi modal kuat bagi Herdman dalam membangun tim.

"Pemain-pemain yang berkiprah di klub-klub besar Eropa seperti Jay Idzes, kemudian Calvin Verdonk, Kevin Diks, kemudian juga ada Ole Romeny, di bawah mistar ada Maarten Paes dan juga Emil Audero yang memang terus bersinar bersama klubnya masing-masing," paparnya.

Ia menilai komposisi tersebut dapat membantu Herdman meningkatkan performa tim dibanding era pelatih sebelumnya.

"Saya kira ini modal yang sangat bagus bagi Herdman untuk menunjukkan kapasitasnya dia sebagai pelatih yang mampu meracik tim Indonesia lebih bagus lagi dibandingkan dengan hasil yang sudah ditunjukkan oleh dua pelatih sebelumnya, Shin Tae-yong dan juga Patrick Kluivert," pungkasnya. (Ndf/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya