Headline

Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.

Pelatih Dewa United Sebut Hasil Imbang 1-1 dengan Persija Rasanya bak Kemenangan

Basuki Eka Purnama
16/3/2026 08:27
Pelatih Dewa United Sebut Hasil Imbang 1-1 dengan Persija Rasanya bak Kemenangan
Pelatih Dewa United Jan Olde Riekerink (kanan)(ANTARA/RAUF ADIPATI)

PELATIH Dewa United, Jan Olde Riekerink, memberikan apresiasi tinggi terhadap semangat juang anak asuhnya setelah berhasil menahan imbang tuan rumah Persija Jakarta dengan skor 1-1. 

Laga lanjutan BRI Super League tersebut berlangsung di Jakarta International Stadium (JIS) pada Minggu (15/3).

Bagi Riekerink, raihan satu poin di kandang lawan ini lebih dari sekadar angka di papan skor. Ia menyebut hasil tersebut terasa seperti kemenangan secara moral, mengingat kondisi mental dan fisik tim yang sedang diuji setelah melewati periode sulit.

Bangkit dari Kekecewaan Asia

Dewa United melakoni laga ini dengan bayang-bayang kegagalan di kancah antarklub Asia. 

Beberapa hari sebelumnya, tepatnya Kamis (12/3), langkah mereka di AFC Challenge League harus terhenti di babak perempat final setelah disingkirkan klub Filipina, Manila Diggers, dengan kekalahan agregat 2-3.

Kekecewaan tersebut diperparah dengan jadwal pertandingan yang sangat padat. Praktis, Dewa United hanya memiliki waktu efektif selama dua hari untuk memulihkan kondisi sekaligus menyiapkan strategi menghadapi Macan Kemayoran.

“Olahraga tidak selalu hanya tentang apa yang terlihat di lapangan. Kami datang dari situasi yang mengecewakan dan hanya memiliki dua hari untuk mempersiapkan pertandingan ini,” ujar Riekerink dalam jumpa pers usai laga.

Persiapan Minim dan Kedisiplinan Taktis

Riekerink mengungkapkan bahwa sempitnya waktu membuat program latihan fisik menjadi mustahil dilakukan. 

Pada hari pertama, tim sama sekali tidak turun ke lapangan untuk berlatih. Fokus beralih pada pemulihan dan diskusi mendalam mengenai skema permainan lawan pada hari kedua.

Secara taktis, pelatih asal Belanda tersebut menginstruksikan pemainnya untuk mengeksploitasi sisi kanan pertahanan Persija yang sering ditinggalkan saat membantu serangan. 

Strategi ini berhasil memberi ruang bagi pemain sayap Noah Sadaoui untuk menciptakan ancaman konsisten sepanjang laga.

“Saya melihat tim yang bangkit kembali, tim yang disiplin dan memiliki rencana permainan. Bagi saya mereka seperti menang hari ini,” tegasnya.

Faktor Kelelahan Pemain

Senada dengan sang pelatih, penyerang Dewa United, Alex Martins, mengakui bahwa intensitas jadwal menjadi tantangan terbesar bagi para pemain di lapangan. 

Menurutnya, mampu membawa pulang poin dari JIS dalam kondisi fisik yang terkuras adalah pencapaian yang patut disyukuri.

“Ini pertandingan yang sangat sulit untuk kedua tim. Kami hanya punya dua hari untuk mempersiapkan laga ini dan sebelumnya juga menjalani banyak pertandingan,” kata Alex.

Hasil imbang ini menjadi modal penting bagi Dewa United untuk mengembalikan kepercayaan diri mereka dalam mengarungi sisa kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim ini. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya