Headline

Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%

Arsenal Kena Senjata Sendiri, Set Piece Leverkusen Hentikan Rekor 100% The Gunners

Dhika Kusuma Winata
12/3/2026 14:15
Arsenal Kena Senjata Sendiri, Set Piece Leverkusen Hentikan Rekor 100% The Gunners
Pelatih Arsenal Mikel Arteta bereaksi seusai pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions di Stadion BayArena, Leverkusen, Rabu (11/3/2026) waktu setempat.(UEFA.com)

ARSENAL harus menerima kenyataan pahit ketika senjata andalan mereka, yakni set piece, justru menjadi sumber kebobolan. The Gunners ditahan imbang 1-1 oleh Bayer Leverkusen pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions di BayArena, Kamis (12/3) dini hari.

Gol tuan rumah lahir dari situasi sepak pojok yang dieksekusi Alex Grimaldo dan disambut tandukan kapten Robert Andrich di tiang jauh. Skema tersebut menjadi bumerang bagi Arsenal yang selama ini dikenal berbahaya melalui pola bola mati.

Gol tersebut memicu momen menarik di pinggir lapangan. Pelatih set piece Arsenal, Nicolas Jover, sempat melontarkan komentar kepada pelatih Leverkusen, Kasper Hjulmand, yang sebelumnya menyinggung cara Arsenal memanfaatkan kekuatan fisik dalam situasi sepak pojok.

“Anda juga melakukannya, bukan?” ujar Jover kepada Hjulmand di pinggir lapangan seperti dikutip BBC.

Hjulmand sebelumnya mengkritik pendekatan Arsenal dalam memanfaatkan set piece. Namun, ia mengakui timnya juga menggunakan metode serupa untuk menciptakan peluang.

“Saya rasa ada sedikit kesalahpahaman dari konferensi pers saya kemarin. Saya hanya mempertanyakan cara melakukan blok saat menyerang,” kata Hjulmand.

“Kami juga melakukan blok untuk menciptakan ruang. Saya hanya mempertanyakan apakah diperbolehkan melakukan dorongan tubuh untuk menyingkirkan pemain demi membuka ruang. Dia (Jover) mengatakan kami juga melakukannya. Pada dasarnya semua tim melakukan hal yang sama,” ucapnya.

Arsenal terhindar dari kekalahan setelah Kai Havertz mencetak gol penyeimbang pada menit ke-89 melalui tendangan penalti. Wasit menunjuk titik putih setelah Noni Madueke dilanggar di dalam kotak terlarang.

Gol tersebut menjaga peluang Arsenal tetap terbuka menjelang leg kedua di London pekan depan.

Arteta Kecewa Kebobolan dari Bola Mati

Pelatih Arsenal Mikel Arteta mengaku kecewa timnya kebobolan dari situasi bola mati. Ia menilai gol tersebut terjadi akibat kurangnya konsentrasi pemain meski pola permainan lawan sudah dipelajari sebelumnya.

“Selalu ada dua sisi dalam situasi seperti ini. Pertama adalah kualitas lawan yang mampu memanfaatkan celah kami,” kata Arteta.

“Yang kedua adalah kami sendiri. Kami sebenarnya sudah tahu pola itu. Kami bahkan menunjukkan tiga klip video kepada pemain dari pertandingan mereka pekan lalu, tetapi kami tidak siap dan akhirnya terjebak,” ujarnya.

Rekor Kemenangan Arsenal Terhenti

Sebelum laga ini, Arsenal termasuk tim yang solid dalam mengantisipasi bola mati. Sepanjang musim ini mereka hanya kebobolan 11 gol dari situasi tersebut di semua kompetisi. Catatan itu hanya kalah baik dibanding Wolverhampton Wanderers dan Everton.

Hasil imbang 1-1 membuat rekor 100 persen kemenangan Arsenal sejak fase grup Liga Champions akhirnya terhenti. Kedua tim kini masih memiliki peluang yang sama besar untuk lolos ke babak berikutnya saat leg kedua digelar di London. (Dhk/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya