Headline

Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.

Liverpool Tumbang di Markas Wolves: Rekor Buruk Menit Berdarah Hantui Arne Slot

Thalatie K Yani
04/3/2026 08:07
Liverpool Tumbang di Markas Wolves: Rekor Buruk Menit Berdarah Hantui Arne Slot
Arne Slot(Liverpool)

MANAJER Liverpool, Arne Slot, nampaknya benar-benar kehilangan kegembiraannya dalam menyaksikan pertandingan Liga Premier Inggris. Setelah sempat melontarkan kritik terhadap kualitas kompetisi di awal pekan, Slot kini harus menyaksikan timnya tersungkur 1-2 di markas tim juru kunci, Wolverhampton Wanderers.

Suasana kontras menyelimuti Molineux saat manajer Wolves, Rob Edwards, merayakan gol kemenangan Andre pada menit ke-94 dengan selebrasi emosional. Di sisi lain, pemandangan tribun tim tamu yang mulai mengosong sebelum peluit panjang berbunyi menjadi simbol kekecewaan mendalam para pendukung The Reds.

Kekalahan ini menjadi tamparan keras bagi Liverpool yang tengah berjuang mengamankan tiket Liga Champions musim depan. Dengan sisa sembilan pertandingan, bayang-bayang kegagalan finansial akibat absen dari kompetisi tertinggi Eropa tersebut kini menjadi ancaman nyata.

"Cerita Lama" yang Terus Berulang

Dalam laga tersebut, Liverpool dinilai gagal menciptakan peluang yang cukup dan tampil rapuh di lini pertahanan. Arne Slot tidak bisa menyembunyikan rasa frustrasinya atas inkonsistensi anak asuhnya.

"Bagaimana saya merangkum ini? Cerita lama yang sama," ujar Slot usai pertandingan. "Ekspektasi saya telah berubah sepanjang musim karena saya mengharapkan lebih dari kami dan apa yang kami perjuangkan sekarang. Tapi ini adalah kemunduran lain dan kami sama sekali tidak membantu diri sendiri dengan hasil ini."

Slot juga mengakui bahwa kehilangan poin dari tim papan bawah merupakan kekhawatiran besar. Meski begitu, ia mencoba membela timnya dengan menyebut bahwa Wolves sedang dalam momentum positif setelah sebelumnya berhasil mencuri poin dari Aston Villa dan Arsenal.

Rekor Terburuk di Masa Injury Time

Liverpool, yang secara historis dikenal sebagai tim yang sering mencetak gol kemenangan di menit-menit akhir, justru mengalami nasib sebaliknya musim ini. The Reds mencatatkan rekor buruk dengan menelan lima kekalahan akibat gol di masa injury time, jumlah terbanyak yang pernah dialami sebuah tim dalam satu musim Liga Premier Inggris.

Kapten tim, Virgil van Dijk, memberikan kritik tajam terhadap performa timnya yang dianggap terlalu mudah ditebak.

"Saya pikir ini karena diri kami sendiri," kata Van Dijk. "Kami bermain lambat, mudah ditebak, ceroboh dalam penguasaan bola, dan mengambil keputusan yang salah. Kami tidak memberikan banyak peluang, tetapi jika tampil seperti itu, maka hasil seperti ini adalah faktanya. Ini mengecewakan."

Kekalahan ini menuntut evaluasi total dari Arne Slot jika tidak ingin musim pertamanya di Anfield berakhir tanpa partisipasi di panggung elit Eropa. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya