Headline

Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.

Inter Milan Hadapi Tantangan Berat: Harus Menang 3 Gol atas Bodo Glimt di San Siro

Khoerun Nadif Rahmat
23/2/2026 20:39
Inter Milan Hadapi Tantangan Berat: Harus Menang 3 Gol atas Bodo Glimt di San Siro
Jepretan layar.(Google.)

 

Inter Milan harus menang dengan selisih minimal tiga gol saat menjamu Bodo Glimt di San Siro pada Rabu (25/2) dini hari WIB jika ingin membalikkan defisit agregat 1-3 dan menghindari tersingkir dari Liga Champions.

 

Tekanan besar mengiringi langkah Inter Milan pada leg kedua playoff Liga Champions. Kekalahan 1-3 di Aspmyra Stadion pekan lalu membuat wakil Italia itu berada di ujung tanduk. Tidak ada pilihan selain tampil agresif dan efektif sejak menit awal demi menjaga asa bertahan di panggung tertinggi Eropa.

 

Secara historis, situasi ini tidak mudah. Catatan kompetisi menunjukkan, tim terakhir yang mampu membalikkan defisit dua gol di laga tandang fase gugur adalah Liverpool saat menyingkirkan Barcelona pada 2019. Sejak momen tersebut, 11 tim yang menghadapi situasi serupa gagal melakukan comeback.

 

Rekam jejak Inter sendiri juga tidak terlalu meyakinkan. Dari 52 pertandingan fase gugur yang pernah mereka jalani, Nerazzurri hanya enam kali menang dengan margin dua gol dan belum pernah mencatat kemenangan dengan selisih tiga gol atau lebih. Fakta itu mempertegas beratnya misi yang kini berada di tangan Cristian Chivu.

PELATIH yang baru menakhodai tim tersebut menuai sorotan setelah keputusan merotasi sejumlah pemain utama pada leg pertama berbuah kekalahan. Inter terlihat kesulitan beradaptasi dengan lapangan sintetis serta cuaca dingin Norwegia, sementara lini belakang mereka dieksploitasi dengan efektif oleh tuan rumah.

Namun, performa domestik Inter tetap solid. Kemenangan 2-0 atas Lecce akhir pekan lalu melalui gol Henrikh Mkhitaryan dan Manuel Akanji memastikan posisi mereka di puncak klasemen Serie A dengan keunggulan 10 poin. Tujuh kemenangan beruntun di liga menjadi modal psikologis yang coba dibawa ke San Siro.

"Kami menyadari tantangan di setiap pertandingan dan tidak ada yang gratis. Pertandingan di Bodo membuktikan hal itu. Sekarang kami harus siap untuk Selasa malam karena kualifikasi masih terbuka lebar," ujar Chivu dikutip dari laman resmi klub.

Kabar positif datang dari kembalinya Denzel Dumfries dan Hakan Calhanoglu ke dalam skuad. Kehadiran keduanya diharapkan menambah variasi serangan sekaligus memperkuat keseimbangan permainan.

Di kubu lawan, Bodo Glimt tampil tanpa beban. Di bawah arahan Kjetil Knutsen, klub asal Norwegia itu menjelma menjadi kuda hitam yang berani menantang siapa pun. Keberhasilan mereka melangkah jauh di kompetisi Eropa musim ini meningkatkan kepercayaan diri tim tamu.

Glimt juga memiliki rekor impresif dalam duel dua leg, dengan enam kemenangan dari delapan kesempatan terakhir di ajang Eropa. Statistik tersebut menjadi peringatan bahwa mereka bukan lawan yang mudah ditekan hanya oleh atmosfer San Siro.

Inter pernah membungkam Bodo dengan skor 5-0 di Milan pada 1978. Namun, sejarah tidak akan berarti tanpa performa tajam di lapangan. Jika gagal tampil klinis dan disiplin, peluang bangkit hanya akan tinggal kenangan, sekaligus menandai berakhirnya petualangan mereka lebih cepat dari yang diharapkan. (Ndf/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya