Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENANGAN telak 5-2 Galatasaray atas Juventus pada leg pertama play-off Liga Champions 2025/2026 tidak sekadar memberikan keunggulan agregat. Hasil ini mencatatkan tinta emas bagi sang raksasa Turki, "The Lions", sebagai tim Turki pertama yang mampu mencetak lima gol dalam satu pertandingan di panggung kasta tertinggi Eropa.
Tak hanya itu, Galatasaray kini memegang predikat sebagai satu-satunya tim asal Turki yang sukses menyarangkan lima gol ke gawang wakil Italia di kompetisi Eropa. Kemenangan ini memperpanjang catatan impresif Galatasaray sebagai tim yang paling sering menjamu klub Italia tanpa terkalahkan di sejarah Liga Champions, dengan torehan enam kemenangan dan tiga hasil imbang.
Pemain sayap asal Belanda, Noa Lang, menjadi bintang utama dengan mencetak dua gol (brace). Pencapaian ini menjadikannya pemain pertama yang mampu mencetak dua gol pada laga debutnya di Liga Champions bersama Galatasaray. Secara keseluruhan, Lang kini telah mencetak gol di Liga Champions untuk tiga klub berbeda (Club Brugge, Napoli, dan Galatasaray), menyamai catatan hampir serupa milik legenda Belanda, Arjen Robben.
Selain Lang, Gabriel Sara juga mengukir prestasi gemilang. Ia menjadi pemain Brasil kedua yang mencetak gol untuk Galatasaray di babak gugur Liga Champions setelah Mario Jardel pada 2001 silam. Sara juga menyamai rekor Wesley Sneijder sebagai pemain Galatasaray yang mampu mencetak gol sekaligus memberikan assist dalam satu laga di fase gugur.
Secara teknis, Juventus benar-benar dipaksa bertekuk lutut di Istanbul. Berikut adalah beberapa data statistik kunci yang menunjukkan dominasi Galatasaray dalam laga ini:
Kekalahan ini menempatkan Juventus dalam posisi sulit, bergabung dengan Real Madrid dan Bayern Munich sebagai tim yang paling sering tumbang di markas Galatasaray dalam sejarah kompetisi ini. Dengan performa klinis tersebut, Galatasaray kini menatap leg kedua dengan kepercayaan diri tinggi untuk melangkah ke babak selanjutnya. (Galatasaray/Z-2)
Vinicius Junior kembali menjadi korban dugaan rasisme saat Real Madrid menghadapi Benfica. Kali ini, pelaku diduga merupakan pemain lawan di lapangan.
JUVENTUS menelan kekalahan telak 5-2 dari dalam pertandingan Galatasaray vs Juventus di leg pertama babak playoff Liga Champions malam tadi (18/2). Bianconeri bertandang ke Istanbul
Pelatih Atalanta, Raffaele Palladino, tetap optimis meski kalah 0-2 dari Borussia Dortmund di Liga Champions. Simak alasan ketegangannya dengan Nico Kovac.
Kapten Atalanta, Marten de Roon, optimistis timnya bisa membalikkan keadaan lawan Borussia Dortmund di leg kedua play-off Liga Champions.
Bintang Real Madrid, Fede Valverde, mengecam dugaan rasisme terhadap Vinicius Jr di Liga Champions. Ia memuji soliditas tim dan mengancam aksi walk-out di masa depan.
Laga Benfica vs Real Madrid sempat dihentikan 10 menit setelah Vinicius Junior melaporkan dugaan pelecehan rasis.
Pelatih Galatasaray, Okan Buruk, bongkar rahasia kemenangan telak atas Juventus di Liga Champions. Simak instruksi ruang ganti yang ubah ketertinggalan jadi pesta gol.
Bek Juventus Pierre Kalulu bicara blak-blakan usai kekalahan memilukan dari Galatasaray. Ia menuntut tim bangkit dan menanggapi permintaan maaf bintang Inter, Bastoni.
Galatasaray tampil perkasa saat melibas Juventus. Noa Lang cetak brace, sementara Sacha Boey dan Baris Alper Yilmaz puji taktik jitu pelatih Okan Buruk.
Teun Koopmeiners mencetak brace perdana di Liga Champions, namun Juventus justru dibantai 5-2 oleh Galatasaray.
Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, meradang setelah kekalahan telak 2-5 dari Galatasaray di Liga Champions.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved