Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
DUEL sengit akan tersaji di Stadion Jan Breydel saat Club Brugge menjamu Atletico Madrid pada leg pertama playoff babak 16 besar Liga Champions, Kamis (19/2) dini hari WIB.
Kedua tim dipastikan tampil habis-habisan demi mengamankan modal berharga setelah sama-sama gagal menembus zona kualifikasi otomatis di fase liga.
Laga itu menjadi ujian konsistensi bagi raksasa Belgia, Club Brugge. Meski finis di posisi ke-19 klasemen fase liga dengan koleksi 10 poin, skuat asuhan Ivan Leko tersebut memiliki modal kepercayaan diri yang tinggi.
Kemenangan telak 3-0 atas Marseille pada laga terakhir di kompetisi Eropa menjadi bukti bahwa Brugge mampu melumat tim besar saat bermain di hadapan pendukungnya sendiri.
"Ini adalah kemenangan besar bagi sepak bola Belgia, sebuah pelajaran tentang bagaimana menjadi berani dan cerdas. Kami tahu cara bersaing, jadi saya sangat bangga," ujar Pelatih Brugge, Ivan Leko dikutip dari laman resmi Liga Champions.
Secara domestik, performa Blauw-Zwart pun tengah menanjak dengan menyapu empat kemenangan dari lima laga terakhir, termasuk kemenangan 2-1 atas rival sekota, Cercle Brugge.
Namun, lini belakang tetap menjadi rapor merah bagi Leko. Kebobolan 17 gol sepanjang fase liga menunjukkan adanya celah yang bisa dimanfaatkan oleh lawan.
Di sisi lain, Atletico Madrid datang dengan membawa beban inkonsistensi. Pasukan Diego Simeone baru saja menelan kekalahan pahit 0-3 dari Rayo Vallecano di La Liga, sebuah hasil yang kontras setelah sebelumnya mereka tampil perkasa saat membungkam Barcelona 4-0 di Copa del Rey.
Masalah utama Los Rojiblancos musim ini adalah performa tandang yang loyo. Dari empat laga luar kandang di Eropa, Atletico hanya mampu memetik satu kemenangan.
Pergeseran filosofi Simeone yang kini lebih terbuka membuat pertahanan mereka tak lagi sekokoh dahulu, dengan catatan 17 gol memasukkan dan 15 gol kemasukan.
Simeone pun menyadari potensi ancaman yang akan diberikan tuan rumah. "Mereka memiliki mentalitas yang kuat, terutama saat bermain di kandang. Brugge bermain dengan kecepatan dan banyak pemain muda. Ini akan menjadi pertandingan yang sulit," tutur pelatih asal Argentina tersebut.
Sejarah pertemuan kedua tim menunjukkan peta kekuatan yang sangat seimbang. Dalam empat bentrokan terakhir, baik Brugge maupun Atletico masing-masing berbagi satu kemenangan dan dua hasil imbang.
Pertemuan terakhir mereka pun berakhir tanpa gol, yang mempertegas betapa alotnya duel kedua tim ini.
Bagi Brugge, laga ini adalah kesempatan emas untuk memanfaatkan keraguan Atletico saat bermain di luar Madrid.
Sebaliknya bagi Simeone, ini adalah momentum untuk membuktikan bahwa karakter "petarung" Atletico belum pudar di kompetisi kasta tertinggi Benua Biru. (Ndf/I-1)
Tudor mengakui fokus utama timnya tetap pada upaya menjauh dari zona degradasi di kompetisi domestik.
Tim asuhan Mikel Arteta bahkan mampu menundukkan sejumlah lawan kuat seperti Atletico Madrid, Bayern Muenchen, hingga finalis musim lalu Inter Milan.
Keberhasilan Glimt melaju ke fase gugur merupakan sejarah baru bagi sepak bola Norwegia.
Langkah PSG musim ini tergolong terjal, mereka gagal lolos otomatis ke fase gugur setelah hanya finis di peringkat ke-11 fase liga.
Newcastle United akan menghadapi ujian terberat mereka musim ini saat menjamu raksasa Spanyol, Barcelona, dalam laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions
Laga 16 besar Liga Champions antara Atletico Madrid dan Tottenham Hotspur inimenjadi pertemuan dua tim dengan nasib yang bertolak belakang di kompetisi domestik masing-masing.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved