Headline

Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa. 

Burnley vs Mansfiedl Town, The Clarets Didepak Klub Divisi III dari Piala FA

Basuki Eka Purnama
15/2/2026 05:55
Burnley vs Mansfiedl Town, The Clarets Didepak Klub Divisi III dari Piala FA
Para pemain Mansfield Town melakukan selebrasi usai mengalahkan Burnley di laga Piala FA(X @mansfieldtownfc)

KEJUTAN besar mewarnai putaran keempat Piala FA, Sabtu (14/2). Klub kasta ketiga (League One), Mansfield Town, berhasil menumbangkan tim Liga Primer Inggris, Burnley, dengan skor tipis 2-1 di markas mereka sendiri, Turf Moor. Kemenangan ini membawa Mansfield melaju ke putaran kelima untuk pertama kalinya dalam 51 tahun.

Pertandingan dimulai dengan dominasi tuan rumah. Burnley, yang dipimpin oleh manajer Scott Parker, langsung menekan sejak peluit awal. 

Hasilnya, pada menit ke-21, Josh Laurent memecah kebuntuan melalui penyelesaian yang tenang setelah mengisi posisi bek kanan. 

Keunggulan 1-0 ini bertahan hingga turun minum, meski Burnley tercatat membuang banyak peluang emas untuk memperlebar jarak.

Memasuki babak kedua, Mansfield Town tampil dengan semangat baru. Instruksi dari staf pelatih saat jeda tampaknya membuahkan hasil. Hanya delapan menit setelah babak kedua dimulai, Rhys Oates berhasil menyamakan kedudukan lewat sundulan tajam yang mengejutkan publik tuan rumah.

Momentum pertandingan pun berbalik. Mansfield yang awalnya terlihat canggung di hadapan tim Liga Primer Inggris mulai tampil percaya diri. 

Puncaknya terjadi pada menit ke-80 ketika kapten Mansfield, Louis Reed, mengeksekusi tendangan bebas dari jarak 25 meter. Bola melengkung indah melewati pagar betis dan gagal dijangkau kiper Burnley, Max Weiss.

"Segera setelah bola meninggalkan sepatu saya, saya merasa itu akan masuk. Saya telah melatihnya sepanjang minggu. Rekan-rekan berkata, 'Ini momenmu, ambil itu'. Syukurlah, saya berhasil melakukannya," ujar Reed kepada BBC usai laga.

Kekalahan ini memicu kemarahan pendukung Burnley yang memenuhi stadion dengan sorakan ejekan di akhir laga. Tekanan terhadap Scott Parker semakin meningkat mengingat Burnley hanya mencatatkan dua kemenangan dalam 18 pertandingan terakhir mereka.

"Saya rasa perubahan pemain bukan masalahnya. Pertandingan ini seharusnya sudah selesai di babak pertama, kami melewatkan peluang-peluang emas. Babak kedua sangat buruk. Hasil yang benar-benar mengecewakan," kata Parker membela keputusannya melakukan sembilan rotasi pemain di susunan starter.

Di sisi lain, asisten pelatih Mansfield, Andy Garner, memuji pencapaian sejarah ini. 

"Ini sangat besar, bukan? Ini adalah rekor lain yang kami pecahkan. Untuk Mansfield Town bisa sampai di posisi ini adalah pencapaian yang luar biasa," tuturnya.

Terakhir kali klub berjuluk The Stags ini mencapai putaran kelima Piala FA adalah pada tahun 1975. 

Dengan kemenangan bersejarah ini, Mansfield Town membuktikan bahwa sihir Piala FA masih tetap hidup, sementara Burnley harus segera membenahi performa mereka di kompetisi domestik. (bbc/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya