Headline

Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa. 

Arsenal vs Brentford: Arteta Sesalkan Kurangnya Ketajaman Arsenal Usai Ditahan Imbang Brentford

Thalatie K Yani
13/2/2026 06:26
Arsenal vs Brentford: Arteta Sesalkan Kurangnya Ketajaman Arsenal Usai Ditahan Imbang Brentford
Manajer Arsenal Mikel Arteta menyesali kurangnya ketajaman timnya saat bermain imbang 1-1 melawan Brentford. (Arsenal)

ARSENAL gagal membawa pulang poin penuh dari Gtech Community Stadium setelah dipaksa bermain imbang 1-1 oleh tuan rumah Brentford. Meski sempat unggul lebih dulu melalui sundulan Noni Madueke, keunggulan The Gunners sirna lewat gol balasan Keane Lewis-Potter.

Dalam konferensi pers pascapertandingan, manajer Mikel Arteta mengakui timnya sempat kesulitan menguasai keadaan di awal laga. Meski babak kedua diawali dengan intensitas tinggi yang berujung gol, Arteta merasa Arsenal kurang "kejam" dalam memanfaatkan peluang untuk menyudahi perlawanan tuan rumah.

Ancaman "Kekacauan" Bola Mati

Arteta menyoroti bagaimana Brentford mampu menciptakan situasi sulit melalui bola mati dan lemparan ke dalam yang menjadi ciri khas mereka. Menurutnya, melawan tim seperti Brentford, dominasi penguasaan bola saja tidak cukup.

"Anda harus berdoa, karena mereka luar biasa dalam apa yang mereka lakukan. Kekacauan yang tercipta di sekitar bola tersebut sangat, sangat sulit untuk dipertahankan," ujar Arteta.

Ia menekankan bahwa memenangkan laga di markas Brentford membutuhkan pertahanan yang luar biasa. "Kami katakan, jika Anda ingin menang di sini, Anda harus mempertahankan kotak penalti dengan taruhan nyawa dan membuang bola jauh-jauh. Kami gagal melakukannya dalam satu momen aksi tersebut."

Peluang Emas Martinelli dan Keputusan Taktis

Arteta juga mengomentari peluang emas Gabriel Martinelli di pengujung laga saat berhadapan satu lawan satu dengan kiper Brentford. "Anda harus mencetak gol. Ini sepak bola. Jika ingin menang di sini, Anda harus benar-benar kejam di kedua kotak penalti, dan hari ini kami kekurangan hal itu," tegasnya.

Terkait perubahan taktik dengan memasukkan Martin Odegaard di babak kedua, Arteta menjelaskan profil Odegaard dibutuhkan untuk menciptakan lebih banyak masalah bagi lini belakang lawan yang terus menekan. Keputusan itu terbukti sempat membuat Arsenal menaikkan tempo permainan dan lebih mengancam.

Fokus pada Perburuan Gelar

Mengenai persaingan gelar juara dengan Manchester City, Arteta enggan terjebak dalam pengandaian. Baginya, tantangan kolektif dan individual untuk terus meningkatkan level permainan adalah satu-satunya cara untuk bertahan hingga Mei mendatang.

"Saya paham [jarak poin bisa lebih lebar], tapi itu hanya 'jika, jika, jika'. Ada banyak 'jika' selama 10 bulan kompetisi ini. Anda hanya bisa fokus pada apa yang harus dilakukan dan mencoba melakukannya dengan cara terbaik," pungkas manajer asal Spanyol tersebut.

Arsenal kini dituntut untuk segera bangkit dan mengevaluasi pertahanan mereka dalam menghadapi situasi bola mati guna menjaga momentum di puncak klasemen Liga Premier Inggris. (Arsenal/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya