Headline

Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.

Maurizio Sarri Menyesal dan Bangga saat Hasil Imbang Juventus vs Lazio

Thalatie K Yani
09/2/2026 08:19
Maurizio Sarri Menyesal dan Bangga saat Hasil Imbang Juventus vs Lazio
Pelatih Lazio Maurizio Sarri angkat bicara soal drama hasil imbang melawan Juventus, tentang kegagalan mengunci kemenangan hingga konflik fans.(Lazio)

PELATIH Lazio, Maurizio Sarri, mengaku memiliki perasaan yang campur aduk setelah timnya ditahan imbang 2-2 Juventus di Allianz Stadium). Meski sempat unggul dua gol, Lazio harus puas berbagi poin setelah kebobolan di menit-menit akhir pertandingan.

Lazio datang sebagai tim yang tidak diunggulkan karena absennya sejumlah pilar seperti Mattia Zaccagni dan Manuel Lazzari. Namun, Biancocelesti sempat mengejutkan publik Turin lewat gol dari Pedro dan Gustav Isaksen. Sayangnya, sundulan Weston McKennie dan Pierre Kalulu membuyarkan kemenangan Lazio yang sudah di depan mata.

Penyesalan di Menit Akhir

Dalam wawancaranya bersama DAZN Italia, Sarri mengungkapkan penyesalan terbesarnya bukanlah karena kebobolan di menit akhir, melainkan kegagalan timnya memanfaatkan peluang untuk "membunuh" pertandingan lebih awal.

"Masih ada waktu yang panjang saat kami mencetak gol kedua, jadi kami jelas tidak merasa laga sudah usai karena Juventus menyerang dengan penuh semangat," ujar Sarri. "Jika kami punya penyesalan, itu karena dalam 10 menit terakhir, kami punya dua peluang untuk menjadikan skor 3-1 dan tidak memanfaatkannya. Ada perasaan jelas bahwa Juventus bisa menyamakan kedudukan, jadi penyesalannya adalah kami menyia-nyiakan peluang itu, bukan karena kebobolan di akhir."

Meskipun Juventus melepaskan 33 tembakan berbanding 8 milik Lazio, Sarri tetap memandang satu poin dari Turin sebagai pencapaian yang layak dihargai.

"Saat Anda pulang dari stadion ini dengan satu poin, itu selalu merupakan hasil positif. Saya membawa pulang pengetahuan bahwa anak-anak ini sulit untuk dihancurkan. Mereka tidak pernah membiarkan kepala mereka tertunduk saat menghadapi kesulitan, dan itu menenangkan."

Harapan untuk Perdamaian Fans dan Manajemen

Laga ini juga diwarnai dengan ketegangan di internal klub. Boikot fans terhadap Presiden Claudio Lotito terkait kebijakan transfer sempat membayangi persiapan tim. Sarri menegaskan suasana di dalam skuad tetap positif, namun ia sangat merindukan dukungan penuh di stadion.

"Secara alami, bermain di Stadio Olimpico yang kosong adalah perasaan yang mengerikan. Kami lebih memilih agar perselisihan tertentu antara pemilik klub dan fans Lazio berakhir sekarang, karena kami sangat membutuhkan pendukung kami di sekitar kami," tegas sang pelatih.

Pujian untuk Douglas Costa

Di akhir sesi, Sarri juga sempat menyapa mantan anak asuhnya di Juventus, Douglas Costa, yang kini kembali ke Italia untuk membela Chievo Verona. Sarri menyebut Costa sebagai pemain kelas dunia yang sebenarnya memiliki potensi untuk menjadi salah satu yang terbaik di dunia jika tidak terhambat oleh berbagai faktor.

Kini, Lazio harus segera memulihkan kondisi fisik para pemainnya mengingat Mario Gila dan Toma Basic juga mengalami masalah fisik dalam laga yang menguras tenaga ini. (Football-Italia/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya