Headline

Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.

Mimpi Jadi Nyata Ricardo Ade: Menantang Brasil di Panggung Piala Dunia 2026

Basuki Eka Purnama
15/1/2026 11:07
Mimpi Jadi Nyata Ricardo Ade: Menantang Brasil di Panggung Piala Dunia 2026
Bek timnas Haiti Ricardo Ade(AFP/ANDY JACOBSOHN)

BAGI bek tengah sekaligus kapten timnas Haiti, Ricardo Ade, Piala Dunia 2026 bukan sekadar turnamen sepak bola biasa. Pertandingan melawan timnas Brasil di Grup C mendatang adalah perwujudan dari mimpi masa kecil yang akhirnya menjadi kenyataan.

Pemain veteran berusia 35 tahun ini mengaku sangat antusias bisa berbagi lapangan dengan para pemain bintang dunia. 

"Mimpi saya adalah bertarung di lapangan menghadapi pemain-pemain ternama yang berkarier di liga-liga terbesar di dunia. Saya memiliki kesempatan itu dengan melawan tim seperti Brasil. Saya sungguh tidak sabar, luar biasa rasanya," ujar Ade sebagaimana dikutip dari laman resmi FIFA.

Memori Pertandingan Perdamaian 2004

Kaitan emosional Ade dengan timnas Brasil berakar jauh sebelum ia menjadi pesepak bola profesional. Ia mengenang kembali momen bersejarah pada 2004, saat timnas Brasil mengunjungi ibu kota Haiti, Port-Au-Prince, untuk laga bertajuk Game of Peace (Pertandingan Perdamaian).

Meski saat itu Haiti harus mengakui keunggulan Brasil dengan skor telak 0-6, Ade yang menyaksikan laga tersebut melalui layar kaca masih ingat betul bagaimana seluruh negeri merayakannya. Bagi rakyat Haiti, kehadiran tim Samba adalah sebuah pesta besar. 

"Kami adalah penggemar berat timnas Brasil, juga Argentina. Jadi ketika negara-negara itu berlaga, rasanya seperti pesta. Orang-orang merayakannya di jalanan," tutur pria yang telah mengoleksi 55 penampilan bersama timnas Haiti tersebut.

Misi Sulit dan Semangat Pejuang

Di Piala Dunia 2026, Haiti berada di Grup C bersama Brasil, Skotlandia, dan Maroko. Laga emosional melawan Brasil dijadwalkan berlangsung pada 19 Juni di Stadion Lincoln Financial Field, Philadelphia.

Berdasarkan catatan sejarah, Haiti memang selalu kesulitan menghadapi Brasil. Dari tiga pertemuan resmi—sejak laga persahabatan 1974 hingga Copa America 2016—Haiti belum pernah menang dan kebobolan cukup banyak gol. Namun, statistik di atas kertas tidak melunturkan mentalitas Ade dan rekan-rekannya.

Ade menegaskan bahwa status kuda hitam tidak akan membuat mereka gentar. Ia membawa semangat kolektif rakyat Haiti ke dalam lapangan. 

"Rakyat Haiti adalah rakyat yang tidak pernah berhenti berjuang. Di Piala Dunia, setiap laga tentu saja sulit. Akan tetapi, kami akan terus berusaha menyulitkan setiap lawan," tegasnya.

Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat (AS) ini menjadi momen bersejarah bagi Haiti. Ini adalah kali pertama mereka kembali ke putaran final sejak debut mereka pada  1974. 

Dengan format baru 48 peserta, Haiti siap membuktikan bahwa mereka bukan sekadar pelengkap turnamen, melainkan petarung yang siap memberikan kejutan. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya