Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
PELATIH Sassuolo, Fabio Grosso, tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya setelah timnya harus menyerah 2-0 dari AS Roma di Stadio Olimpico. Grosso menilai kekalahan ini disebabkan oleh ketidakmampuan anak asuhnya dalam memaksimalkan peluang emas, terutama pada babak pertama.
I Neroverdi sebenarnya tampil menjanjikan di awal laga. Mereka menciptakan sejumlah peluang berbahaya yang memaksa kiper Roma, Mile Svilar, bekerja keras. Namun, kebuntuan tersebut justru berujung petaka saat Roma mencetak dua gol kilat lewat Manu Koné dan Matias Soulé pada menit ke-77 dan 79.
Dalam wawancara usai laga, Grosso mengakui meski timnya bermain baik, kualitas individu pemain Roma akhirnya menjadi faktor penentu hasil akhir.
"Ini adalah performa yang bagus, kami menciptakan peluang besar untuk memimpin. Namun tentu saja, Roma memiliki kualitas yang tidak diragukan lagi dan pada akhirnya hal itu muncul. Ketika Anda menciptakan peluang-peluang itu dan tidak memanfaatkannya, situasi menjadi berbahaya," ujar Grosso kepada DAZN Italia.
Sassuolo, yang baru saja promosi dari Serie B musim panas lalu, kini tengah mengalami fase sulit. Kekalahan ini memperpanjang catatan negatif mereka menjadi enam pertandingan tanpa kemenangan secara beruntun.
Grosso menyoroti penurunan intensitas permainan timnya di pengujung laga. Meski mampu meredam serangan Roma di babak pertama, pertahanan Sassuolo mulai goyah saat pertandingan memasuki fase krusial.
"Sayangnya, kami membiarkan terlalu banyak peluang di akhir laga, padahal kami hampir tidak membiarkan mereka melukai kami di babak pertama. Kami kehilangan intensitas menjelang akhir karena berbagai alasan, tapi saya tidak ingin mencari alibi," tegas mantan bek timnas Italia tersebut.
Ia menambahkan bahwa timnya saat ini sedang berada dalam perjalanan yang sedikit "turbulensi" dan harus tetap fokus bekerja keras untuk segera bangkit.
Salah satu pemain yang mencuri perhatian dalam laga ini adalah gelandang asal Kanada, Ismael Kone. Gaya bermainnya bahkan dibandingkan dengan legenda Prancis, Blaise Matuidi. Meski memuji kekuatannya, Grosso memberikan catatan penting bagi sang pemain.
"Dia memiliki kekuatan, konsistensinya telah banyak meningkat karena dia bisa mencapai puncak (performa) yang luar biasa. Namun, dia juga tidak memanfaatkan situasi tertentu dengan maksimal dan perlu membuat pilihan yang lebih baik saat berhadapan dengan gawang," ungkap Grosso.
Grosso menegaskan bahwa tugasnya saat ini adalah membantu para pemain muda berbakat di skuadnya agar bisa tampil lebih konsisten di setiap pertandingan. (Football-Italia/Z-2)
Pada menit ke-49 laga kontra Sassuolo, sebuah suar dilemparkan dari tribun penonton Inter Milan ke arah lapangan dan meledak tepat di dekat Emil Audero.
Domenico Berardi tampil gemilang dalam laga comeback-nya sebagai starter. Sassuolo sukses bungkam tuan rumah Pisa 3-1 di Serie A.
Preview Pisa vs Sassuolo Serie A 2026. Jay Idzes siap tempur di Arena Garibaldi. Cek jadwal, H2H, dan prediksi skor Liga Italia terbaru.
Laga ini menjadi duel sengit antara dua tim papan tengah yang sedang berjuang memperbaiki posisi.
Kemenangan I Neroverdi ini diciptakan oleh gol tunggal Alieu Fadera pada menit ke-3. Gol cepat ini, membuat Sassuolo berhasil meraih tiga angka di kandang.
Nicola juga menanggapi anggapan bahwa Cremonese mengalami kesulitan mencetak gol dalam beberapa laga terakhir.
Gian Piero Gasperini memuji performa penggawa AS Roma usai kemenangan 2-0 atas Sassuolo.
AS Roma sukses menumbangkan Sassuolo lewat dua gol cepat di babak kedua.
AS Roma memetik kemenangan tipis atas Sassuolo pada pekan ke-29 Serie A. Bermain di hadapan pendukung sendiri, tim asuhan Daniele De Rossi hanya mampu menang 1-0.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved