Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Masalah MU tidak Selesai hanya dengan Ganti Pelatih

Dhika Kusuma Winata
08/1/2026 14:42
Masalah MU tidak Selesai hanya dengan Ganti Pelatih
Darren Fletcher.(DOK INSTAGRAM/@MANUTD)

DARREN Fletcher menegaskan dirinya akan tetap bertugas sebagai pelatih caretaker Manchester United saat menghadapi Brighton pada putaran ketiga Piala FA di Old Trafford, akhir pekan ini.

Namun, hasil imbang 2-2 melawan Burnley, Kamis (8/1) WIB, kembali menegaskan satu kenyataan yaitu persoalan yang membelit MU tidak akan otomatis tuntas hanya dengan mengganti sosok di pinggir lapangan.

Fletcher menyebut penunjukannya untuk laga Piala FA sudah dikomunikasikan langsung oleh manajemen klub.

“Mereka sudah memberi tahu bahwa saya diminta memimpin tim pada hari Minggu," kata Fletcher dikutip dari BBC.

"Sejak Senin sebenarnya sudah ada firasat ke arah itu, tetapi kami memilih fokus ke laga melawan Burnley. Sekarang tugas saya jelas, memimpin tim di Piala FA, dan seluruh fokus saya tertuju ke sana,” ujar Fletcher.

Pihak yang dimaksud Fletcher adalah CEO Manchester United Omar Berrada dan direktur olahraga Jason Wilcox. Keduanya tertangkap kamera berada di tribun saat laga di Turf Moor berakhir.

Di tengah suhu dingin Lancashire, ekspresi dua petinggi MU mencerminkan beban pikiran setelah kembali menyaksikan performa yang jauh dari kata meyakinkan.

Pasalnya, hasil di markas Burnley memperpanjang catatan mengecewakan MU. Sejak awal November, Setan Merah telah melakoni 10 pertandingan melawan tim-tim yang berada di papan bawah klasemen Liga Inggris. Dari rangkaian laga tersebut, MU hanya mampu meraih dua kemenangan.

Tiga pertandingan terakhir pun memperlihatkan masalah serupa. MU menghadapi Wolves dan Burnley yang terpuruk di zona degradasi serta Leeds yang tengah berjuang menjauh dari ancaman turun kasta. Hasilnya, tiga laga itu hanya berujung seri.

Pergantian pelatih dari Ruben Amorim ke Fletcher juga belum membawa perubahan signifikan. Amorim dipecat menyusul hasil imbang 1-1 melawan Leeds.

Fletcher kemudian mengganti skema tiga bek peninggalan Amorim dan kembali menggunakan formasi empat bek. Namun, masalah lama tetap muncul.

Di beberapa laga tandang sebelumnya, MU sempat unggul lalu tertinggal dan harus berjuang mengejar hasil imbang. Melawan Burnley, situasinya terbalik.

MU tertinggal lebih dulu lalu bangkit lewat dua gol Benjamin Sesko namun kembali gagal mempertahankan keunggulan meski mendominasi permainan.

Fakta soal MU baru mencatat dua clean sheet sepanjang musim menjadi sorotan serius. Fletcher mengakui persoalan tersebut tak bisa dibiarkan.

“Sepanjang musim ini sudah terlihat jelas kami terlalu mudah kebobolan. Ada aspek taktik, terutama ketika menggunakan formasi dengan bek yang lebih sedikit karena ruang yang harus dijaga lebih luas. Namun pada akhirnya, bertahan adalah tugas seluruh tim,” kata Fletcher.

“Sebagai satu kesatuan, kami harus jauh lebih baik dalam bertahan dan tidak terus-menerus kebobolan,” tambahnya.

Selain rapuh di lini belakang, masalah lain yang belum teratasi ialah efektivitas serangan. Pada laga melawan Burnley, MU melepaskan sekitar 30 tembakan, dengan 10 di antaranya tepat sasaran.

Namun, hanya dua yang berbuah gol. Dua peluang bahkan berhasil disapu di garis gawang oleh pemain Burnley.

Sesko gagal memaksimalkan beberapa kesempatan untuk mencetak hattrick sedangkan gol Lisandro Martinez dianulir karena dianggap melakukan dorongan terhadap Kyle Walker. Situasi ini menegaskan persoalan lama MU dalam penyelesaian akhir.

Catatan gol juga menjadi warisan problematis dari era Amorim. Rata-rata gol United di bawah pelatih asal Portugal itu hanya 1,4 per pertandingan. Meski Fletcher melampaui rata-rata tersebut di laga perdananya, kekecewaan tetap muncul karena dominasi permainan tidak sebanding dengan hasil akhir.

Siapa pun yang akan ditunjuk menangani MU hingga akhir musim dipastikan menghadapi tantangan berat. Setelah laga Piala FA melawan Brighton, MU sudah ditunggu dua lawan berat yaitu Manchester City dan Arsenal. (I-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Budi Ernanto
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik