Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Ruben Amorim dan "Kutukan" Kursi Panas Old Trafford: Siapa Bisa Gantikan Ferguson?

Cahya Mulyana
05/1/2026 17:51
Ruben Amorim dan
Ruben Amorim(Instagram/433)

PEMECATAN Ruben Amorim pada awal Januari 2026 menambah panjang daftar "korban" di kursi pelatih Manchester United. Sejak Sir Alex Ferguson pensiun pada 2013, Old Trafford seolah berubah menjadi kuburan bagi reputasi pelatih-pelatih top dunia.

Amorim, yang datang dengan label jenius taktik dari Portugal pada November 2024, hanya bertahan 14 bulan. Ia kini bergabung dengan deretan nama besar yang gagal mengembalikan kejayaan Setan Merah ke puncak hierarki sepak bola Inggris dan Eropa.

Berikut adalah kilas balik para nakhoda Manchester United di era pasca-Ferguson dan di mana posisi Amorim dalam sejarah tersebut.

1. Ruben Amorim (Nov 2024 – Jan 2026)

Julukan: The Young Tactician
Gaya Main: 3-4-3 High Pressing
Warisan: Amorim mencoba revolusi formasi tiga bek yang jarang sukses di Old Trafford. Meski sempat memberikan harapan dengan kemenangan-kemenangan awal yang meyakinkan, keteguhannya pada sistem tersebut dianggap menjadi bumerang saat pemain kunci mengalami cedera. Ia pergi tanpa trofi mayor, namun meninggalkan fondasi pemain muda yang cukup solid.

2. Erik ten Hag (2022 – 2024)

Julukan: The Disciplinarian
Prestasi: Carabao Cup, FA Cup.
Analisis: Ten Hag adalah pelatih tersukses dalam hal trofi sejak Mourinho. Ia mengembalikan disiplin, namun inkonsistensi performa di liga dan buruknya struktur pertahanan di musim terakhirnya membuat manajemen (INEOS) kala itu menunjuk Amorim sebagai pengganti.

3. Ole Gunnar Solskjaer (2018 – 2021)

Julukan: The Legend/Baby Faced Assassin
Prestasi: Runner-up Liga Inggris & Liga Europa.
Analisis: Sosok yang paling dicintai fans karena DNA klubnya. Solskjaer berhasil membangun atmosfer positif ("Good Vibes") dan serangan balik mematikan. Sayangnya, ketiadaan trofi dan kekalahan taktis di laga-laga besar menjadi akhir perjalanannya.

4. Jose Mourinho (2016 – 2018)

Julukan: The Special One
Prestasi: Liga Europa, Carabao Cup, Community Shield.
Analisis: Secara statistik trofi, Mourinho adalah yang terbaik pasca-Ferguson. Ia membawa mentalitas juara instan. Namun, gaya main pragmatis yang membosankan dan konflik terbuka dengan pemain (seperti Paul Pogba) membuat situasinya menjadi "toksik" di musim ketiga.

5. Louis van Gaal (2014 – 2016)

Julukan: The Iron Tulip
Prestasi: FA Cup.
Analisis: Membawa filosofi penguasaan bola (*possession*) yang ekstrem namun sering kali tumpul. Warisan terbesarnya adalah keberaniannya mengorbitkan Marcus Rashford ke tim utama, yang hingga kini masih menjadi andalan klub.

6. David Moyes (2013 – 2014)

Julukan: The Chosen One
Prestasi: Community Shield.
Analisis: Penerus langsung yang ditunjuk Sir Alex. Beban ekspektasi yang terlalu berat dan perombakan staf yang radikal membuatnya hanya bertahan 10 bulan. Ia adalah "korban" pertama dari transisi besar klub.


Statistik Komparatif (Win Rate)

Manajer Durasi Trofi Mayor Est. Win Rate
Jose Mourinho 2,5 Tahun 3 58,3%
Erik ten Hag 2,5 Tahun 2 ~54%
Ruben Amorim 1,2 Tahun 0 ~48%
Ole Gunnar Solskjaer 3 Tahun 0 54,1%

Kesimpulan: Masalah Pelatih atau Struktur?

Kegagalan Ruben Amorim kembali memunculkan pertanyaan klasik: Apakah masalahnya ada pada pelatih, atau struktur klub yang belum sepenuhnya pulih? Dengan perginya Amorim, Manchester United kini kembali ke titik nol, mencari sosok visioner yang mampu menanggung beban sejarah Old Trafford.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik