Headline
Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.
Kumpulan Berita DPR RI
KABAR duka menyelimuti dunia sepak bola Inggris. Mantan pemain sayap tim nasional Skotlandia, Nottingham Forest, dan Derby County, John Robertson, meninggal dunia pada usia 72 tahun. Sosok yang pernah dijuluki manajer legendaris Brian Clough sebagai "Picasso dalam permainan kami" ini meninggalkan warisan besar bagi sejarah sepak bola Eropa.
Robertson paling dikenal sebagai pahlawan Nottingham Forest saat menjuarai Piala Eropa dua kali berturut-turut. Pada final 1979 melawan Malmo, ia melepaskan umpan silang yang diselesaikan Trevor Francis untuk meraih gelar juara. Setahun kemudian, pada 1980, ia sendiri yang mencetak gol tunggal kemenangan Forest saat mempertahankan gelar melawan Hamburg.
Lahir di North Lanarkshire, Skotlandia, karier Robertson sempat meredup dan masuk dalam daftar jual sebelum kedatangan Brian Clough ke Forest pada 1975. Dalam biografinya yang terbit tahun 2012, Supertramp, terungkap bahwa Clough awalnya sempat memandangnya sebelah mata.
Clough pernah mendeskripsikannya sebagai sosok yang "berantakan, tidak fit, tidak tertarik, dan membuang-buang waktu." Namun, di bawah asuhan Clough, ia bertransformasi menjadi "salah satu pengirim bola terbaik yang pernah saya lihat, setara dengan pemain Brasil atau Italia."
Kapten Forest kala itu, John McGovern, bahkan memuji kemampuannya dengan sangat tinggi. Ia menyebut Robertson "seperti Ryan Giggs tetapi dengan dua kaki yang sama baiknya" dan memiliki kemampuan teknis yang lebih unggul.
Di level internasional, Robertson mencatatkan 28 caps untuk Skotlandia. Momen ikoniknya termasuk mencetak gol kemenangan melawan Inggris pada 1981 dan membobol gawang Selandia Baru di putaran final Piala Dunia 1982.
Setelah pensiun sebagai pemain, ia menjalani karier kepelatihan yang sukses sebagai asisten bagi rekan setimnya, Martin O'Neill. Duet ini membawa kesuksesan besar bagi berbagai klub, mulai dari Wycombe Wanderers, Leicester City, hingga masa kejayaan di Celtic di mana mereka meraih tiga gelar liga dan mencapai final Piala UEFA. Karier kepelatihannya berakhir di Aston Villa pada tahun 2010.
Selama berseragam Forest, Robertson mempersembahkan berbagai trofi bergengsi, termasuk gelar Divisi Pertama dan Kedua, Piala Super UEFA, serta dua Piala Liga. Kehebatannya diakui secara abadi oleh para penggemar ketika ia terpilih sebagai pemain favorit sepanjang masa Nottingham Forest dalam jajak pendapat tahun 2015.
Kini, sang "Picasso" telah berpulang, meninggalkan catatan emas sebagai salah satu pemain sayap paling berbakat yang pernah lahir di tanah Britania. (BBC/Z-2)
Gelandang Manchester City, Matheus Nunes, menegaskan timnya pantang menyerah dalam perburuan gelar juara meski kini tertinggal 7 poin dari Arsenal.
Tertinggal 7 poin dari Arsenal, Pep Guardiola tetap optimistis. Simak analisis bos Man City soal performa Erling Haaland dan kritik terhadap wasit.
Manchester City ditahan imbang Nottingham Forest 2-2 di Etihad. Hasil ini membuat skuad Pep Guardiola tertinggal 7 poin dari Arsenal di puncak klasemen.
Brighton & Hove Albion sukses menundukkan Nottingham Forest 2-1 di Amex Stadium. Kemenangan krusial bagi skuad Fabian Hurzeler yang membuat mereka naik ke posisi 11.
Manchester City dan Manchester United bersaing ketat mendapatkan bintang Nottingham Forest, Elliot Anderson. Forest pasang harga fantastis Rp2 Triliun.
Murillo telah membuktikan dirinya sebagai salah satu bek tengah paling konsisten di Liga Primer Inggris musim 2025/2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved