Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
KABAR duka menyelimuti dunia sepak bola Inggris. Mantan pemain sayap tim nasional Skotlandia, Nottingham Forest, dan Derby County, John Robertson, meninggal dunia pada usia 72 tahun. Sosok yang pernah dijuluki manajer legendaris Brian Clough sebagai "Picasso dalam permainan kami" ini meninggalkan warisan besar bagi sejarah sepak bola Eropa.
Robertson paling dikenal sebagai pahlawan Nottingham Forest saat menjuarai Piala Eropa dua kali berturut-turut. Pada final 1979 melawan Malmo, ia melepaskan umpan silang yang diselesaikan Trevor Francis untuk meraih gelar juara. Setahun kemudian, pada 1980, ia sendiri yang mencetak gol tunggal kemenangan Forest saat mempertahankan gelar melawan Hamburg.
Lahir di North Lanarkshire, Skotlandia, karier Robertson sempat meredup dan masuk dalam daftar jual sebelum kedatangan Brian Clough ke Forest pada 1975. Dalam biografinya yang terbit tahun 2012, Supertramp, terungkap bahwa Clough awalnya sempat memandangnya sebelah mata.
Clough pernah mendeskripsikannya sebagai sosok yang "berantakan, tidak fit, tidak tertarik, dan membuang-buang waktu." Namun, di bawah asuhan Clough, ia bertransformasi menjadi "salah satu pengirim bola terbaik yang pernah saya lihat, setara dengan pemain Brasil atau Italia."
Kapten Forest kala itu, John McGovern, bahkan memuji kemampuannya dengan sangat tinggi. Ia menyebut Robertson "seperti Ryan Giggs tetapi dengan dua kaki yang sama baiknya" dan memiliki kemampuan teknis yang lebih unggul.
Di level internasional, Robertson mencatatkan 28 caps untuk Skotlandia. Momen ikoniknya termasuk mencetak gol kemenangan melawan Inggris pada 1981 dan membobol gawang Selandia Baru di putaran final Piala Dunia 1982.
Setelah pensiun sebagai pemain, ia menjalani karier kepelatihan yang sukses sebagai asisten bagi rekan setimnya, Martin O'Neill. Duet ini membawa kesuksesan besar bagi berbagai klub, mulai dari Wycombe Wanderers, Leicester City, hingga masa kejayaan di Celtic di mana mereka meraih tiga gelar liga dan mencapai final Piala UEFA. Karier kepelatihannya berakhir di Aston Villa pada tahun 2010.
Selama berseragam Forest, Robertson mempersembahkan berbagai trofi bergengsi, termasuk gelar Divisi Pertama dan Kedua, Piala Super UEFA, serta dua Piala Liga. Kehebatannya diakui secara abadi oleh para penggemar ketika ia terpilih sebagai pemain favorit sepanjang masa Nottingham Forest dalam jajak pendapat tahun 2015.
Kini, sang "Picasso" telah berpulang, meninggalkan catatan emas sebagai salah satu pemain sayap paling berbakat yang pernah lahir di tanah Britania. (BBC/Z-2)
Kemenangan atas Nottingham Forest ini memberikan napas lega bagi Leeds United, sekaligus memperlebar jarak mereka dari ancaman degradasi dari Liga Primer Inggris.
Prediksi skor dan susunan pemain Leeds United vs Nottingham Forest di Premier League 2025/2026. Pertarungan krusial menjauh dari zona degradasi.
Kehadiran Luca Netz menjadi langkah strategis Nottingham Forest untuk memperkuat lini pertahanan, sekaligus memberikan persaingan sehat bagi Neco Williams di posisi bek sayap.
Bagi Nottingham Forest, satu poin dari laga kontra Crystal Palace sangat berharga karena memperlebar jarak menjadi enam angka dari West Ham United yang berada di zona merah Liga Primer Inggris.
Bologna yang berhasil lolos ke Liga Europa berkat gelar juara Piala Italia tentu ingin melaju ke babak 16 besar setelah berada di klasemen akhir fase liga di posisi 10.
Dua gol dari Igor Jesus menjadi bintang kemenangan Nottingham Forest dalam laga yang mengukuhkan kesiapan mereka menghadapi babak play-off gugur Liga Europa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved