Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

5 Fakta Drama Pertandingan Leeds vs Liverpool yang Bikin Slot Tertekan

 Gana Buana
07/12/2025 06:43
5 Fakta Drama Pertandingan Leeds vs Liverpool yang Bikin Slot Tertekan
Pertandingan Leeds vs Liverpool berakhir imbang, 3-3.(Dok. Thisisanfield.com)

LEEDS vs Liverpool kembali menghadirkan drama. Kali ini, The Reds gagal membawa pulang kemenangan setelah kebobolan di detik-detik akhir, membuat duel di Elland Road berakhir 3-3 pada Sabtu (6/12). 

Hasil ini bukan hanya menyisakan kekecewaan, tetapi juga mengundang banyak tanda tanya soal arah permainan Liverpool di bawah Arne Slot.

Berikut 5 fakta penting yang mencuri perhatian dari laga penuh naik-turun ini.

1. Arne Slot Mulai Kehabisan Alasan

Liverpool sebenarnya berada di jalur yang tepat ketika unggul 2-0 lewat brace Hugo Ekitike. Namun, pola permainan yang terlalu berhati-hati justru membuka ruang bagi Leeds untuk bangkit.

Slot tampak ingin mengubah Liverpool menjadi tim yang bermain dengan intensitas rendah dan meminimalkan risiko. Sayangnya, strategi itu belum pernah benar-benar terasa nyaman bagi skuad yang terbiasa bermain agresif.

Hasilnya?

Lima poin dari kemungkinan sembilan saat melawan tim peringkat 18, 7, dan 16 tentu jauh dari kata cukup, bahkan mempertebal keraguan apakah Slot adalah orang yang tepat untuk memimpin era baru The Reds.

2. Pergantian Pemain yang Bikin Geleng-Geleng Kepala

Puncak kebingungan taktik Slot terjadi saat ia memasukkan Wataru Endo untuk menggantikan Cody Gakpo, lalu mengubah Liverpool menjadi formasi 4-5-1.

Alih-alih menenangkan permainan, Liverpool justru mundur terlalu dalam dan memberi Leeds keberanian untuk terus menekan. Elland Road yang bergemuruh menjadi bahan bakar tambahan bagi tuan rumah untuk mengejar ketertinggalan.

Dan benar saja, Liverpool kehilangan kendali, serta kebobolan gol penyama kedudukan oleh Ao Tanaka di menit 90+6.

3. Ibrahima Konate dalam Sorotan Tajam

Konate kembali menjadi pusat kritik setelah pelanggaran yang berujung penalti membuka jalan bagi Leeds untuk memperkecil ketertinggalan. Performa bek Prancis itu kini memasuki fase yang mengkhawatirkan.

Awal musim, banyak yang masih bersikap maklum, mengingat kualitas Konate tak pernah diragukan. Namun, rangkaian kesalahan berulang membuat pertanyaan tentang kelayakannya menjadi starter makin lantang terdengar.

Dengan Joe Gomez tersedia, sulit membela keputusan mempertahankan Konate di susunan utama.

4. Set-Piece Coach Harus Mulai Keringat Dingin

Liverpool musim ini tampak begitu rapuh dalam situasi bola mati, dan gol Leeds di penghujung laga membuat catatan itu semakin kelam.

The Reds kini sudah kebobolan 10 gol dari set-piece di Liga Primer Inggris, terburuk di liga, sementara hanya menciptakan dua gol dari skema serupa.

Bandingkan dengan Arsenal yang mengoleksi +6 selisih gol dari set-piece.

Liverpool? -8.

Sebuah jurang 14 gol yang mustahil diabaikan.

Tidak heran bila Aaron Briggs, sang pelatih set-piece, disebut-sebut harus mulai berkeringat dingin.

5. Hugo Ekitike, Cahaya di Tengah Kekacauan

Di tengah kritik yang mengalir deras, Hugo Ekitike menjadi satu dari sedikit titik terang Liverpool di laga ini.

Striker Prancis itu menunjukkan ketajamannya lewat dua gol berkelas, membuktikan bahwa dirinya tidak kehilangan insting meski terakhir mencetak gol pada Oktober lalu.

Selain penyelesaian akhir, Ekitike juga tampil sebagai target-man modern yang cerdas, mampu menahan bola sekaligus membuka ruang bagi rekan-rekan setimnya.

Penampilannya mengingatkan bahwa Liverpool sebenarnya memiliki materi pemain berkualitas, yang seharusnya bisa tampil jauh lebih baik dengan pendekatan taktik yang tepat.

Kesimpulan

Hasil imbang Leeds vs Liverpool ini bukan sekadar kehilangan dua poin, tetapi sinyal bahwa persoalan Liverpool lebih dalam dari sekadar kesalahan individu. Kombinasi taktik yang tidak meyakinkan, pertahanan rapuh, dan ketidakmampuan mengontrol laga membuat masa depan Slot di Anfield semakin penuh tekanan.

Namun setidaknya, ada secercah harapan lewat performa Ekitike, sebuah pengingat bahwa potensi skuad ini masih besar, tinggal menunggu sosok yang mampu memaksimalkannya. (David Lynch dari Thisisanfield/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik