Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

Leeds vs Man City: Laga Dihentikan untuk Buka Puasa Pemain Muslim, Diwarnai Ejekan Oknum Suporter

Asha Bening Rembulan
01/3/2026 14:27
Leeds vs Man City: Laga Dihentikan untuk Buka Puasa Pemain Muslim, Diwarnai Ejekan Oknum Suporter
Laga Leeds vs Man City di Elland Road sempat dihentikan untuk jeda buka puasa pemain Muslim.( Instagram: @muslimnews)

Pertandingan pekan lanjutan Liga Premier Inggris antara Leeds United dan Manchester City di Stadion Elland Road pada Sabtu (28/2/2026) diwarnai momen emosional sekaligus kontroversial. Laga harus dihentikan sementara pada menit ke-13 guna memberikan kesempatan bagi para pemain Muslim untuk berbuka puasa di tengah bulan suci Ramadan.

Pihak penyelenggara menampilkan pesan khusus di layar besar stadion yang berbunyi: “Karena pertandingan berlangsung selama bulan suci Ramadan, permainan harus dihentikan sementara agar para pemain dapat berbuka puasa.”

Daftar Pemain Muslim yang Berpuasa

Dalam laga bertajuk Leeds vs Man City ini, tim tamu memiliki sejumlah pilar utama yang menjalankan ibadah puasa. Tiga pemain Manchester City yang turun sebagai starter adalah Rayan Cherki, Rayan Ait-Nouri, dan penyerang Omar Marmoush. Sementara itu, Abdukodir Khusanov mengawali laga dari bangku cadangan.

Jeda ini dilakukan karena waktu matahari terbenam di Inggris saat ini berkisar antara pukul 17.00 hingga 19.00 GMT. Selain laga Leeds vs Man City, pertandingan antara Arsenal vs Chelsea pada hari Minggu juga dijadwalkan akan menerapkan protokol serupa sesuai aturan Premier League.

Insiden Ejekan di Elland Road

Meskipun langkah Premier League ini bertujuan untuk menghormati keberagaman agama, momen tersebut sayangnya dinodai oleh reaksi negatif sebagian penonton. Sorakan ejekan (booing) terdengar cukup keras dari tribun saat para pemain menepi ke pinggir lapangan untuk membatalkan puasa.

Manajer Manchester City, Pep Guardiola, mengonfirmasi bahwa para pemainnya hanya mengonsumsi sedikit asupan nutrisi dan vitamin untuk menjaga kebugaran di sisa pertandingan.

Reaksi Pep Guardiola dan Manajemen Leeds

Pep Guardiola menyayangkan adanya sorakan tersebut dan menekankan pentingnya toleransi dalam sepak bola modern.

“Liga Premier memberikan waktu satu atau dua menit bagi pemain yang berpuasa untuk berbuka. Sayangnya, begitulah kenyataan yang terjadi (adanya ejekan). Kita harus saling menghormati agama dan keberagaman yang ada,” ujar Guardiola usai laga.

Senada dengan Pep, asisten manajer Leeds United, Edmund Riemer, mengaku kecewa dengan perilaku oknum suporter tuan rumah. Meski mengaku sangat fokus pada jalannya laga, ia tetap menyadari adanya atmosfer yang tidak menyenangkan tersebut.

“Saya terlalu fokus pada taktik sehingga tidak mendengar detailnya, tetapi saya sangat kecewa jika benar ada pendukung yang melakukan hal itu,” tutur Riemer kepada Sky Sports.

Kecaman dari Kelompok Anti-Diskriminasi

Insiden ini langsung memicu reaksi keras dari Kick It Out, lembaga anti-diskriminasi sepak bola di Inggris. Mereka menyebut reaksi ejekan tersebut sebagai langkah mundur bagi kampanye inklusivitas di lapangan hijau.

“Hal ini sangat mengecewakan. Reaksi ejekan semacam itu menunjukkan bahwa dunia sepak bola masih memiliki jalan panjang dalam hal edukasi dan penerimaan terhadap perbedaan,” tulis pernyataan resmi Kick It Out.

Pihak Premier League sendiri telah menetapkan aturan tetap sejak beberapa musim terakhir untuk memberikan jeda bagi pemain Muslim, sebagai bentuk dukungan terhadap kesejahteraan pemain selama bulan Ramadan. Hal ini diharapkan menjadi standar global dalam menghargai hak asasi dan keyakinan para atlet profesional. (BBC/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya