Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
Presiden FIFA Gianni Infantino memberikan penghormatan kepada mantan pelatih Inggris Sven-Goran Eriksson yang meninggal dunia pada Senin (26/8).
Pria asal Swedia yang melatih Inggris dari tahun 2001 hingga 2006, meninggal dunia pada usia 76 tahun setelah berjuang melawan kanker pankreas.
Baca juga : Profil Sven-Göran Eriksson Mantan Pelatih Timnas Inggris yang Meninggal akibat Kanker Pankreas
"Saya sangat sedih mendengar berita meninggalnya Sven-Goran Eriksson," kata Infantino di media sosial. "Sebagai pelatih, ia adalah seorang inovator hebat sekaligus duta sejati dari permainan indah kita, memenangkan kompetisi domestik di tiga negara Eropa yang berbeda bersama dengan dua keberhasilan di tingkat benua bersama IFK Goteborg dan Lazio," tulis Infantino.
"Kariernya juga mencakup melatih tim nasional dari empat benua yang berbeda dengan waktu yang dihabiskan untuk menangani Inggris, Meksiko, Pantai Gading, dan Filipina," tambahnya.
"Sebagai pesepakbola, ia selalu memimpin dengan antusias dan senyum. Atas nama FIFA dan komunitas global kami, saya menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dan teman-teman Sven-Goran di masa sulit ini. RIP," tulis Presiden FIFA.
Eriksson mengukir sejarah pada tahun 2001 ketika ia menggantikan Kevin Keegan untuk menjadi pelatih asing pertama yang menangani tim Inggris dan ia membawa mereka lolos ke putaran final Piala Dunia pada 2002 dan 2006. Ia pernah membawa Inggris mencatat kemenangan bersejarah 5-1 di kandang Jerman pada September 2001, yang membuatnya menjadi sosok yang sangat populer.
Eriksson juga pernah melatih di Tiongkok selama kurang lebih lima tahun. Pada 013, ia datang ke Liga Super Tiongkok untuk melatih Guangzhou R&F. Pada 2015, ia menjadi pelatih kepala Shanghai SIPG Club, dan pada 2017, ia juga melatih selama beberapa waktu di Shenzhen.(Xinhua/M-3)
Mantan Presiden FIFA Sepp Blatter sebut kepemimpinan Gianni Infantino sebagai diktator dan jadi alat politik Donald Trump jelang Piala Dunia 2026. Simak kritik pedasnya.
Presiden FIFA Gianni Infantino jamin keamanan Piala Dunia 2026 di Meksiko tetap kondusif meski ada gejolak kartel pascatewasnya gembong narkoba El Mencho.
Presiden FIFA Gianni Infantino dan Presiden UEFA Aleksander Ceferin dilaporkan ke ICC atas dugaan keterlibatan dalam kejahatan perang di Palestina.
PRESIDEN Komite Olimpiade Internasional (IOC) Kirsty Coventry mengaku tidak mengetahui kehadiran Presiden FIFA, Gianni Infantino, dalam pertemuan perdana Board of Peace.
Hanya dalam waktu empat pekan, FIFA mencatat ada 508 juta permintaan tiket, padahal kapasitas yang tersedia hanya sekitar 7 juta kursi.
Pernyataan keras Presiden FIFA itu menyusul dugaan insiden rasisme yang menimpa bintang Real Madrid, Vinicius Junior, dalam laga leg pertama playoff Liga Champions 2025/26 melawan Benfica.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved