Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Umum PSSI Erick Thohir mengatakan akan mengemban tugas sebagai Ketua Komite Wasit yang memimpin langsung divisi perwasitan kompetisi sepak bola Indonesia demi meminimalisasi intervensi pihak lain.
"Komite Wasit itu dipimpin saya sendiri, supaya tidak ada intervensi. Nanti komite-komite lain pun akan diumumkan, kita lagi bicara satu sama lain," kata Erick saat ditemui di Jakarta, Rabu (5/7).
Keputusan ini ditempuh menyusul kinerja dan tugas dari divisi tersebut, yang beberapa waktu terakhir mendapatkan sorotan. Komite Wasit memiliki peran penting dalam kompetisi sepak bola Indonesia dan bertugas memilih sosok yang akan memimpin jalannya pertandingan.
Baca juga: Enam Tahun Berjuang Sendiri, Kurnia Meiga Sampaikan Terima kasih ke Erick Thohir
Komite Wasit berjalan berdampingan dengan Komite Disiplin dan Erick menyebut belum memperoleh waktu yang tepat untuk mengumumkan jajaran kepengurusannya.
"Komite Disiplin, Insya Allah, bisa diumumkan Kamis atau Jumat ini karena seleksi figur-figur tidak mudah. Itu semua perlu proses, komitmen, kontinuitas, dan kalau niatnya baik, Insya Allah akan berjalan (baik pula)," ujar dia.
Selain itu, turun tangannya ketua PSSI di Komite Wasit juga mengacu pada upaya untuk transparansi dan pelanggaran. Erick pun menyinggung soal hukuman seumur hidup hingga hukuman pidana bagi pelanggar.
Baca juga: Setop Polemik, Erick Thohir Ingin Perbaiki JIS untuk Piala Dunia U-17
"Jadi, Komite Wasit saya pimpin sendiri. Kalau ada yang aneh-aneh, kan, bisa dihukum seumur hidup langsung. Karena memang komitmennya seperti itu," kata pria yang juga merupakan Menteri BUMN itu.
"Ketika saya bertemu Pak Kapolri, ada dua proses, kan. Kalau di pihak kepolisian berbeda. Kalau di PSSI dihukum seumur hidup untuk wasit, pemain-pemain, pengurus maupun pemilik (klub)," imbuhnya.
Saat disinggung mengenai potensi perombakan total untuk kedua komite, Erick mengatakan ada beberapa orang lama yang akan dipertahankan.
"Ada beberapa figur yang saya rasa bisa dipertahankan, tinggal komitmen dari pimpinannya. Saya sebagai Ketua PSSI sendiri kalau mereka solid dan tidak ada kepentingan, pasti saya rasa bisa jalan," pungkas Erick. (Ant/Z-1)
Misi John Herdman memutus kutukan juara sekaligus menghapus memori kelam kegagalan Shin Tae-yong di Piala ASEAN 2024.
nam kali melangkah ke partai puncak, enam kali pula Garuda harus puas hanya menyentuh medali perak.
KETUA Umum PSSI, Erick Thohir, mengharapkan dukungan dari seluruh elemen sepak bola nasional usai PSSI resmi memperkenalkan John Herdman sebagai pelatih tim nasional Indonesia.
Jakarta, Herdman menyampaikan pandangannya. Ia melihat tekanan menjadi pelatih timnas Indonesia bukan sebagai masalah besar, melainkan sebagai sebuah keistimewaan.
Prestasi gemilang yang ditorehkan kontingen Indonesia pada ajang SEA Games 2025 Thailand tidak hanya menjadi catatan sejarah olahraga nasional.
PEMERINTAH memberikan bonus tertinggi sepanjang sejarah SEA Games kepada atlet peraih emas pada SEA Games 2025 Thailand, yakni Rp1 miliar per atlet.
Enzo Maresca menegaskan dirinya tidak mempersoalkan kartu merah pemain Chelsea Moises Caicedo, tetapi ia menyoroti inkonsistensi wasit.
PELATIH Persija Jakarta Mauricio Souza angkat bicara soal tudingan bahwa wasit dalam pertandingan Persija Jakarta vs Persik berat sebelah. Tudingan tersebut dilayangkan dari kubu Persik
PSSI berharap wasit laga Indonesia vs Arab Saudi bersikap netral dan adil demi menjaga sportivitas serta kualitas pertandingan.
Indonesia dijadwalkan menghadapi Arab Saudi pada Rabu (9/10) dan Irak pada Minggu (12/10).
PSSI memprotes penunjukkan wasit Ahmed Al-Ali karena berasal dari kawasan yang sama dengan Arab Saudi, yaitu Timur Tengah, sehingga ditakutkan memengaruhi objektivitas pertandingan.
Erick Thohir menilai wasit yang ditunjuk berasal dari Kuwait dikhawatirkan tidak netral.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved