Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
MENJELANG duel penting antara timnas Indonesia vs Arab Saudi pada babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, PSSI menegaskan harapannya agar pertandingan berjalan adil, netral, dan profesional.
Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, menyampaikan bahwa pihaknya percaya pada integritas perangkat pertandingan yang telah ditunjuk oleh Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), meski protes resmi yang diajukan PSSI sebelumnya telah ditolak.
“Semoga pertandingan ini disaksikan dengan penuh netralitas. Kami masih yakin wasit akan memimpin dengan seadil-adilnya dan senetral-netralnya,” ujar Yunus Nusi, Selasa (7/10).
Ia menegaskan, prinsip fair play dan sportivitas menjadi hal yang sangat dijunjung, bukan hanya oleh Indonesia, tetapi juga oleh seluruh keluarga besar sepak bola Asia.
Sebelumnya, PSSI telah melayangkan surat protes resmi kepada AFC untuk meminta peninjauan ulang terhadap penunjukan wasit asal Kuwait, Ahmed Al Ali, yang ditugaskan memimpin laga Indonesia vs Arab Saudi.
PSSI menilai, keberadaan wasit dari kawasan Timur Tengah dapat menimbulkan persepsi keberpihakan, mengingat Arab Saudi berasal dari kawasan yang sama.
Sebagai alternatif, PSSI mengusulkan agar AFC menunjuk wasit dari kawasan yang lebih netral, seperti Jepang, Korea Selatan, atau Australia, demi menjaga kepercayaan publik terhadap prinsip keadilan dan fair play.
Namun, melalui surat resmi tertanggal 25 September 2025 yang ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal AFC Datuk Seri Windsor John, permintaan tersebut ditolak.
AFC menjelaskan bahwa penunjukan wasit dari kawasan yang sama tidak melanggar prinsip profesionalitas, karena wasit yang bersangkutan telah melalui proses sertifikasi dan memenuhi standar integritas internasional.
Meski protes ditolak, PSSI menyatakan menghormati keputusan AFC dan tetap menaruh harapan besar agar pertandingan berlangsung secara sportif tanpa keberpihakan.
“PSSI menerima keputusan tersebut karena itu kewenangan AFC. Kami berharap sportivitas dan fair play benar-benar dijunjung dalam pertandingan ini,” ujar Yunus Nusi.
Ia menambahkan, PSSI tidak ingin pertandingan penting menuju Piala Dunia ini tercoreng oleh kontroversi wasit atau keputusan yang merugikan salah satu pihak.
Pertandingan ini menjadi ujian berat bagi skuad Garuda, yang ingin menjaga peluang lolos ke fase selanjutnya. (Z-10)
TIM pelatih asal Belanda yang dianggap 'tinggal glanggang colong playu' setelah kegagalan di Jeddah, Arab Saudi, akhirnya buka suara.
Pengamat sepak bola menilai perubahan format Round 4 AFC menguntungkan Arab Saudi dan Qatar. Irak dan Indonesia dirugikan oleh jadwal dan sistem yang tak adil
TIMNAS Indonesia akan menjalani ujian pertama di babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia dalam laga Indonesia vs Arab Saudi. Berikut prediksi susunan pemain
Timnas Indonesia akan menghadapi Arab Saudi pada laga pembuka putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Pertandingan berlangsung Kamis (9/10) dini hari pukul 00.15 WIB di Jedah
MENJELANG laga Timnas Indonesia vs Arab Saudi pada babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, pengamat sepak bola Kesit Budi Handoyo menilai timnas Indonesia perlu menjaga fokus.
MANTAN penerjemah Shin Tae-yong (STY), Jeong Seok-seo atau yang akrab disapa Jeje, menilai timnas Indonesia memiliki peluang besar untuk meraih kemenangan atas Arab Saudi.
Misi John Herdman memutus kutukan juara sekaligus menghapus memori kelam kegagalan Shin Tae-yong di Piala ASEAN 2024.
Piala ASEAN 2026 akan berlangsung di luar agenda FIFA match day, sehingga klub-klub Eropa kemungkinan besar tidak akan melepas para pemain timnas Indonesia.
Indonesia bukan lagi tim yang takut mendominasi penguasaan bola. Dengan "The Herdman Way", Garuda kini memiliki alat tempur yang modern: kecepatan, tekanan tinggi.
nam kali melangkah ke partai puncak, enam kali pula Garuda harus puas hanya menyentuh medali perak.
Berada satu grup dengan Vietnam selalu menghadirkan tensi tinggi. Sebagai juara bertahan edisi 2024, Vietnam tetap menjadi batu sandungan utama. Namun, bagi Indonesia.
Selain Indonesia, negara lain yang menjadi tuan rumah adalah Australia, Azerbaijan, Kazakhstan, Mauritius, Selandia Baru, Puerto Riko, Rwanda, dan Uzbekistan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved