Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPOLISIAN Republik Indonesia (Polri) memutuskan untuk tidak menggunakan gas air mata lagi di dalam stadion sebagai upaya pengendalian massa. Ke depannya, Polri akan lebih mengedepankan steward untuk pengamanan dalam pertandingan sepak bola.
"Untuk penggunaan gas air mata, kemudian peralatan-peralatan pengendalian massa, dan peralatan-peralatan yang dapat memprovokasi massa di stadion, itu tentunya tidak digunakan kembali," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri Irjen Dedi Prasetyo di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (15/10).
Menurut Dedi, pihaknya telah membuat suatu regulasi pengamanan pertandingan sepak bola yang mengacu pada regulasi keselamatan dan keamanan FIFA (FIFA Stadium Safety and Securit Regulations). Regulasi itu mengatur pengamanan pertandingan baik di tingkat desa sampai internasional.
Dedi menegaskan, keselamatan dan keamanan dalam pengamanan pertandingan sepak bola menjadi prioritas utama.
Pernyataan tersebut disampaikan Polri melalui Dedi setelah Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) bentukan pemerintah mengeluarkan rekomendasi terkait Tragedi Kanjuruhan pada Jumat (14/10) kemarin.
"Keselamatan dan keamanan menjadi prioritas yang utama, baik kepada penonton, pemain, official, termasuk perangkat pertandingan, dan aparat keamanannya itu sendiri," tandas Dedi.
Salah satu kesimpulan yang dikeluarkan TGIPF adalah aparat keamanan tidak pernah mendapatkan pembekalan atau penataran tentang pelarangan penggunaan gas air mata dalam pertandingan yang sesuai dengan regulasi FIFA.
TGIPF juga menyebut bahwa aparat keamanan telah melakukan tembakan gas air mata secara membabi buta ke arah lapangan, tribun, maupun di luar lapangan pada Tragedi Kanjuruhan. (OL-13)
Baca Juga: PSS minta Tragedi Kanjuruhan Diusut Tuntas sebelum Liga 1 ...
Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, mengecam peristiwa penembakan gas air mata oleh aparat kepolisian di Unisba dan Unpas Bandung.
Mendiktisaintek Brian Yuliarto menyesalkan insiden penyemprotan gas air mata ke arah Universitas Islam Bandung (Unisba) pada 1 September 2025.
Polisi mengungkapkan alasan di balik penembakan gas air mata di kawasan Jalan Tamansari, dekat Universitas Islam Bandung (Unisba), pada Senin (1/9) malam,
Kandungan kimia dalam gas air mata yang terhirup masuk ke dalam paru berpotensi meningkatkan risiko gejala akut dalam paru dan saluran napas.
Gas air mata memang dapat menyebabkan iritasi dan peradangan kulit, terutama bila terpapar berulang.
Suasana jalan dipenuhi kepulan gas air mata, sementara aparat masih melakukan penjagaan ketat untuk mengendalikan massa yang belum sepenuhnya bubar.
Pembatasan media sosial berbasis usia dapat diposisikan sebagai shock therapy awal untuk meningkatkan kesadaran kolektif tentang pentingnya perlindungan anak di ruang digital.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku, kenaikan nilai Upah Minimum Provinsi (UMP) Provinsi DKI Jakarta yang ia tetapkan tidak berada di luar jalur dari landasan regulasi pemerintah
INDUSTRI aset kripto Indonesia diproyeksikan memasuki fase pertumbuhan yang lebih stabil dan berkelanjutan pada 2026.
Regulasi yang tumpang tindih bukan hanya menurunkan pemasukan negara, tetapi juga menciptakan ketidakpastian bagi pelaku usaha.
Pemalsuan terus terjadi karenai ijazah masih dijadikan syarat utama untuk mendapatkan pekerjaan dan gelar akademik telah menjadi simbol gengsi sosial.
Pembahasan RUU Hak Cipta di Badan Legislasi (Baleg) DPR membuka kembali kebutuhan mendesak akan membuka regulasi yang lebih adil bagi pelaku industri kreatif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved