Minggu 02 Oktober 2022, 19:14 WIB

Arema FC Sebut PT LIB Tolak Majukan Jadwal Pertandingan

mediaindonesia.com | Sepak Bola
Arema FC Sebut PT LIB Tolak Majukan Jadwal Pertandingan

AFP/STR
Kericuhan yang diprovokasi oleh tindakan pendukung Arema FC, Aremania, di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10) malam.

 

MANAJER Arema FC Ali Rifki menyatakan PT Liga Indonesia Baru (LIB) menolak permohonan untuk memajukan kick off Arema FC lawan Persebaya Surabaya dari awalnya malam menjadi sore.
 
"Atas permintaan Kapolres Malang sudah kita kirim (permohonan memajukan kick off. Setelah itu PT LIB menjawab dan menetapkan bahwa jadwal tetap seperti sedia kala," kata Ali Rifki di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu (2/10).
 
Setelah ditolak, Ali Rifki mengatakan pihaknya mematuhi keputusan dari PT LIB tersebut.
 
"Saya sebagai manajer tim mengikuti apa yang ada, yang sudah ditetapkan karena jadwal apapun itu urusan panitia penyelenggara, PT LIB dan keamanan," ujarnya.
 
Menurut dia, main jam berapa pun pihaknya siap bertanding. Sebab tim telah dipersiapkan untuk laga melawan Persebaya.
 
"Dari manajemen, mau sore, siang, kami siap bertanding. Karena tim sudah kita siapkan," katanya.
 
Dia mengaku, seluruh jajaran manajemen dan pemain tidak menyangka pertandingan melawan Persebaya memakan banyak korban jiwa.


Baca juga: Insiden Kanjuruhan, Presiden FIFA: Hari Gelap Sepak Bola

 
"Saya kira tim semua, pemain, syok semua. Semua tidak menginginkan ini," katanya.
 
Kericuhan terjadi usai pertandingan antara Arema FC dan Persebaya Surabaya dengan skor akhir 2-3 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10) malam. Kekalahan itu menyebabkan sejumlah suporter turun dan masuk ke dalam area lapangan.
 
Kerusuhan tersebut semakin membesar ketika sejumlah flare dilemparkan termasuk benda-benda lainnya. Petugas keamanan gabungan dari kepolisian dan TNI berusaha menghalau para suporter tersebut.
 
Petugas pengamanan, kemudian melakukan upaya pencegahan dengan melakukan pengalihan agar para suporter tersebut tidak masuk ke dalam lapangan dan mengejar pemain. Dalam prosesnya, akhirnya petugas melakukan tembakan gas air mata.
 
Gas air mata ditembakkan karena para pendukung tim berjuluk Singo Edan yang tidak puas dan turun ke lapangan itu telah melakukan tindakan anarkis dan membahayakan keselamatan para pemain dan ofisial.
 
Akibat kericuhan tersebut lebih dari seratus orang dilaporkan meninggal dunia. (Ant/OL-16)

Baca Juga

AFP

Jepang Masih Pede di Laga Terakhir Melawan Spanyo

👤Akmal Fauzi 🕔Minggu 27 November 2022, 21:22 WIB
"Tentu saja Spanyol akan sulit tapi ada peluang bagus bagi kami untuk menang," kata pelatih Jepang, Hajime...
Twitter @FifaWorldCup

Kosta Rika Hentikan Kejutan Jepang

👤Ant 🕔Minggu 27 November 2022, 20:40 WIB
Berkat kemenangan itu Kosta Rika berada di peringkat ketiga klasemen sementara Grup...
AFP/Philip FONG

Bekap Jepang, Kosta Rika Panaskan Persaingan Grup H

👤Widhoroso 🕔Minggu 27 November 2022, 20:01 WIB
SETELAH dibantai Spanyol 0-7 di laga pemuka Grup H Piala Dunia 2022 Qatar, Kosta Rika bangkit untuk menjaga peluang lolos ke babak 16...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya