Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 129 penonton meninggal, usai laga Arema kontra Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. PT Liga Indonesia Baru dan PSSI pun bersepakat untuk menunda laga Liga 1 Indonesia selama sepekan.
Menanggapi hal itu Sadikin Aksa, CEO PSM Makassar yang baru, Minggu (2/10) angkat bicara. Meski mengaku tidak mau banyak bicara terkait tragedi di Malang karena menunggu arahan dari Liga dan PSSI, Sadikin sangat menyayangkan kejadian itu.
"Memang sangat disayangkan kejadian kemarin itu. Bisa berdampak besar. Bukan hanya berdampak ke PSM tapi dampaknya kepada industri sepak bola Indonesia. Dimana selama ini, industri sepak bola Indonesia lagi maju-majunya. Malah banyak yang mengatakan, ini lebih maju dari jaman kejayaan kita waktu 2019," seru Sadikin.
"Mungkin karena ini yah, dua tahun kita pandemi Covid-19, dan baru lagi berhadapan dengan entertainment sepak bola. Tapi kejadian kemarin sangat disayangkan. Bagi saya, apa pun kejadiannya semua ada hikmahnya. Mudah-mudahan ini hikmah untuk memperbaiki sepak bola Indonesia ke depan," sambungnya.
Sadikin mencontohkan kerusuhan sepak bola yang terjadi di beberapa negara. "Dulu semenjak ada kejadian seperti itu, pasti ada dampak ke depan yang jauh lebih bagus. Mungkin dari kita, ambil positifnya, walaupun tetap menyayangkan yang terjadi. Harapannya, ke depan jauh lebih bagus," lanjutnya.
Bagi Sadikin, kondisi tersebut, bisa menjadi catatan bagi PSSI dan PT Liga untuk berbenah, kembali memperbaiki diri, memperbaiki dari segi keamanan, agar jika menonton di stadion orang merasa aman.
"Jadi banyak orang melihat jika kejadian kemarin itu perkelahian antarsuporter, padahal bukan. Jadi kami harapkan PSSI dan PT Liga bisa memberi catatan. Kami dari PSM tida bisa komentar apa-apa sebelum mendapat berita dari liga dan PSSI," katanya.
Karena sejauh ini, PSM baru menerima surat penundaan laga selama seminggu, belum ada yang lain. Yang berakibat penundaan laga kedua kalinya bagi PSM. Dan memang belum bisa mengambil keputusan sebelum ada surat resmi dari PSSI.
"Pasti FIFA turun tangan. Kalau PSSI tidak bisa turun tangan sesuai keinginan FIFA. Jadi apa pun keputusannya PSM harus ikut, kita tidak mau membuat statemen aneh-aneh. PSM pasti ikut apapun itu," pungkas Sadikin. (OL-13)
Baca Juga: Tembakkan Gas Air Mata Saat Tragedi Kanjuruhan, Ini Respons Polri
Aparat keamanan menyiagakan 758 personel gabungan guna memastikan kelancaran dan keamanan pertandingan BRI Super League 2025/2026 antara Arema FC menghadapi Madura United.
Stadion Kanjuruhan yang menjadi kebanggaan arek Malang dipadati penonton yang menyaksikan laga Arema FC melawan Persija Jakarta yang berakhir 1-2.
Persija Jakarta mengalahkan tuan rumah Arema FC dalam pertandingan lanjutan pekan ke-12 Super League 2025/2026 di di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (8/11).
AREMA FC akhirnya memutus tren buruk di Stadion Kanjuruhan. Singo Edan memetik kemenangan 4-1 atas PSBS Biak pada laga pembuka Super League 2025/2026, Senin (11/8/2025).
Kepastian itu sekaligus membantah rumor yang menyebut laga Arema FC vs Persebaya akan digelar di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.
MENJELANG dua tahun tragedi Kanjuruhan yang bakal jatuh 1 Oktober nanti, progres renovasi Stadion Kanjuruhan terus dikebut.
Sepanjang 2025, pihaknya menerima sebanyak 47 pengaduan yang melibatkan 49 pegawai.
Lonjakan volume sampah selama masa libur akhir tahun bukan sekadar fenomena musiman, melainkan menjadi ujian nyata bagi sistem tata kelola sampah di daerah.
Pemeriksaan intensif terkait Sertifikat Laik Fungsi (SLF) ini dilakukan sebagai respons cepat pemerintah usai tragedi kebakaran di Gedung Terra Drone yang menelan 22 korban jiwa.
Ketegasan sikap kepolisian dalam kasus ini dapat memberikan efek jera terhadap seluruh anggota agar tidak lagi melakukan kekerasan maupun tindakan main hakim sendiri.
Tindakan tersebut tidak pantas secara etika maupun kemanusiaan.
Ia menegaskan, publik berhak mempertanyakan dasar moral dan rasionalitas DKPP dalam menjatuhkan sanksi yang begitu lunak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved