Sabtu 03 September 2022, 07:20 WIB

Liverpool masih belum Habis

Suryopratomo pemerhati sepak bola | Sepak Bola
Liverpool masih belum Habis

MI/Seno
Suryopratomo pemerhati sepak bola

 

PELATIH Newcastle United Eddie Howe sudah membayangkan satu poin didapatkan tim asuhannya saat bertandang ke Anfield Rabu (31/8) malam lalu. Kalau saja Kieran Trippier dan kawan-kawan bisa menghalau tendangan penjuru terakhir Liverpool, Newcastle bisa menepuk dada mampu menahan imbang dua klub teratas Liga Primer musim lalu.

Sebelumnya di St James Park, the Magpies tampil luar biasa. Mereka sempat unggul 3-1 atas juara bertahan Manchester City. Sayangnya, mereka kecolongan dua gol sehingga harus puas dengan hasil imbang 3-3.

Injury time 8 menit yang diberikan wasit keempat saat menghadapi Liverpool, sebenarnya sudah memasuki detik-detik terakhir. Penyerang muda Liverpool, Fabio Carvalho, yang baru merayakan ulang tahunnya yang ke-20, ternyata memberikan kado istimewa bagi the Reds. Tendangan terakhir Carvalho yang masuk menggantikan bek kanan Trent Alexander-Arnold mampu menjebol gawang Nick Pope dan Liverpool meraih kemenangan penting 2-1 atas Newcastle.

Asisten pelatih Newcastle Jason Tindall tidak bisa menahan kekesalan atas gol yang menyakitkan itu. Ia melempar botol air yang ada di tangan sampai hampir mengenai tim pelatih Liverpool yang sedang kegirangan menyambut kemenangan kedua tim asuhannya di musim ini.

Liverpool menunjukkan kualitas mereka sebagai klub yang tidak pernah mengenal kata menyerah. Untuk ketiga kalinya mereka mengalahkan Newcastle melalui gol di detik-detik terakhir. Pertama Stan Collymore melakukan itu pada 1996, kedua Robbie Fowler yang membuat pendukung the Magpies patah hati setahun kemudian.

Dengan modal penampilan yang dramatis itu, Liverpool Sabtu (3/9) malam ini akan bertandang ke kandang musuh bebuyutan mereka, Everton. Tren dua kemenangan menjadi modal bagi tim asuhan Juergen Klopp untuk terus menapaki puncak klasemen.

 

Tidak mudah

Perjalanan awal Liverpool di musim sekarang ini dihadapkan kepada banyaknya pemain yang cedera. Setidaknya 10 pemain utama mereka hanya bisa duduk di bangku penonton.

Persoalan yang harus dihadapi Klopp makin bertambah ketika Darwin Nunez tidak bisa mengendalikan emosinya. Saat menghadapi Crystal Palace, penyerang muda asal Uruguay itu langsung menanduk pemain lawan yang mendorongnya sehingga diganjar kartu merah dan dilarang tiga kali bermain.

Malam ini kesempatan bagi Nunez untuk membayar kesalahannya. Klopp bisa kembali menempatkan pemain yang memiliki naluri mencetak gol yang tinggi itu sebagai ujung tombak. Dengan trisula Luis Diaz, Nunez, dan Mohamed Salah yang sama-sama memiliki kemampuan mencetak gol, Liverpool tidak perlu menunggu sampai menit terakhir untuk membukukan kemenangan ketiga.

Everton mengawali musim kompetisi juga dengan tidak mulus. Mereka sempat dua kali dipaksa menelan pil pahit, sebelum meraih tiga hasil imbang pada tiga pertandingan terakhir mereka.

Goodison Park seharusnya bisa menjadi tempat bagi the Toffees untuk meraih kemenangan pertama di musim ini. Hanya, pelatih Frank Lampard perlu segera menemukan pola terbaik yang bisa mengangkat Everton dari kelompok bawah.

Dengan belajar dari pengalaman musim lalu, Lampard masih mencoba menerapkan pola lima pemain di belakang. Pertimbangannya, dengan pertahanan yang lebih solid, lebih terbuka kesempatan untuk merebut kemenangan.

Namun, pola lima pemain di belakang bukan ciri permainan the Toffees. Akibatnya, bukan hanya para pemain yang canggung dalam bermain, melainkan juga pendukung Everton pun tidak merasa sedang mendukung tim kesayangan mereka.

Eksperimen yang diterapkan Lampard pun harus dibayar mahal. Everton dua kali menelan kekalahan dan itulah yang memaksa mantan bintang sepak bola Inggris itu kembali ke karakter permainan the Toffees yang sesungguhnya.

Dalam menghadapi Liverpool nanti malam, Everton akan kembali menerapkan pola empat pemain di belakang. Kalaupun Michael Keane akan diturunkan sebagai center-back, Lampard tinggal memilih untuk membangkucadangkan James Tarkowski atau Conor Coady. Sementara itu, dua posisi bek sayap diisi pemain asal Ukraina Vitaliy Mykolenko di kiri dan pemain asal Skotlandia Nathan Patterson di kanan.

Lampard lebih percaya diri dengan empat pemain belakang karena memiliki gelandang bertahan asal Belgia, Amadou Onana. Pemain berusia 21 tahun itu pandai membaca permainan dan mampu menjaga keseimbangan tim.

Kehadiran Onana membuat Tom Davies dan Alex Iwomi bisa fokus membantu penyerangan. Everton pun bisa bermain agresif untuk mencari kemenangan karena bisa menempatkan tiga penyerang untuk mencuri gol.

 

Anthony Gordon

Satu penyerang Everton yang harus diperhatikan Virgil van Dijk dan kawan-kawan malam ini ialah penyerang sayap Anthony Gordon. Pemain berusia 21 tahun itu sebenarnya diincar pelatih Chelsea Thomas Tuchel untuk dibawa ke Stamford Bridge. Namun, transfer pemain yang ditutup akhir pekan lalu gagal dilakukan karena Everton mematok harga 60 juta pound sterling, sementara Chelsea hanya berani menawar 48 juta pound sterling.

“Dia pemain yang sangat potensial dan saya yakin akan terus berkembang. Saya bersyukur dia masih tetap berada di Everton dan pasti lebih banyak gol yang akan selalu ia sumbangkan untuk tim,” ujar Lampard gembira.

Hanya, kematangan dan kebersamaan sebagai sebuah tim menjadi kelebihan Liverpool saat bertandang ke Goodison Park. Kunci kekuatan 'si Merah' berada di kaki Fabinho yang pandai mengambil posisi dan mengendalikan aliran bola.

Memang, cedera yang dialami Jordan Henderson, Thiago Alcantara, dan Naby Keita membuat Fabinho kehilangan sekondan terbaik. Namun, Liverpool masih memiliki pemain kawakan seperti James Milner atau pemain muda Harvey Elliott yang akan menggantikan.

Kalau Liverpool kesulitan untuk menembus pertahanan lawan, Klopp bisa menurunkan penyerang keempat. Carvalho kini menjadi pilihan di samping Roberto Firmino atau Diogo Jota untuk menjadi penembus kebuntuan.

Pemain asal Portugal itu masih penuh semangat dalam bermain. Bahkan kadang-kadang Carvalho terlalu bersemangat. Saat menghadapi Bournemouth, ia beberapa kali melakukan diving yang tidak perlu sehingga membuat Klopp tersenyum masam melihat tingkah anak asuhnya.

Persaingan antara Gordon dan Carvalho akan menjadi tontonan yang menarik. Mereka akan menjadi bintang masa depan yang menyemarakkan Liga Primer. Malam ini bisa menjadi awal persaingan di antara mereka.

Pertemuan dua klub bertetangga selalu penuh dengan emosi baik di dalam maupun di luar lapangan. Lampard perlu mengingatkan para pemain mudanya untuk fokus kepada pertandingan dan tidak mudah terpancing oleh provokasi yang bisa membuyarkan konsentrasi. Satu lagi yang perlu diwaspadai, Liverpool merupakan tim yang tidak pernah berhenti berupaya sampai pertandingan benar-benar berakhir. Everton harus mencegah jangan sampai bernasib sama seperti Newcastle United.

Baca Juga

AFP

Messi Tidak Tertarik Perpanjang Kontrak Dengan PSG

👤Widhoroso 🕔Kamis 29 September 2022, 00:04 WIB
LIONEL Messi dilaporkan tidak tertarik untuk memperpanjang kontraknya di Paris Saint-Germain (PSG) yang bakal habis di musim panas tahun...
ANTARA

Persela Depak Fakhri Husaini Dari Kursi Pelatih

👤Widhoroso 🕔Rabu 28 September 2022, 23:39 WIB
PERSELA Lamongan mengumumkan telah mencapai kesepakatan dengan Fakhri Husaini soal pemberhentian masa jabatannya sebagai pelatih...
AFP

Juventus Coba Rayu Pulisic yang tak Betah di Chelsea

👤Ant 🕔Rabu 28 September 2022, 23:36 WIB
Allegri menilai kemampuan Pulisic ini sangat dibutuhkan karena kedalaman skuad, terutama lini serang cukup...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya