Jumat 16 Juli 2021, 09:10 WIB

Saka Tuding Perusahaan Medsos tidak Serius Cegah Pelecehan Rasisme

Akmal Fauzi | Sepak Bola
Saka Tuding Perusahaan Medsos tidak Serius Cegah Pelecehan Rasisme

AFP/Laurence Griffiths
Gelandang timnas Inggris Bukayo Saka (tengah).

 

GELANDANG timnas Inggris Bukayo Saka menganggap platform media sosial belum serius melakukan pencegahan pelecehan daring setelah dirinya menerima tindakan tersebut selepas kegagalannya dalam adu penalti di final Piala Eropa 2020.

Saka, yang merupakan satu dari tiga algojo penalti Inggris yang gagal dalam adu penalti melawan Italia di Wembley, Senin (12/7) dini hari, menjadi sasaran serangan rasial daring bersama dua rekannya, Marcus Rashford dan Jadon Sancho.

Melalui media sosial pribadinya, Saka mengunggah surat terbuka mengomentari kegagalannya tetapi juga menyoroti kesadaran bahwa hal itu
akan menimbulkan pesan sarat kebencian yang bakal diterimanya.

Baca juga: Jadon Sancho tidak Terkejut dengan Serangan Rasial terhadap Dirinya

"Tidak ada kata-kata yang bisa menggambarkan betapa kecewanya saya atas hasil dan tendangan penalti saya. Saya percaya seharusnya kami
memenangkan ini untuk kalian semua," tulis Saka dalam unggahan di akun Twitter pribadinya, @BukayoSaka87, Kamis (15/7) malam.

"Saya meminta maaf tidak bisa membawa pulang trofi ini untuk kalian tahun ini. Akan tetapi, saya berjanji akan memberikan segenap kemampuan
demi memastikan generasi ini tahu apa rasanya jadi juara," tambahnya.

Pemain muda Arsenal itu berterima kasih kepada pendukungnya tetapi menyoroti kegagalan platform medsos melindungi penggunanya dari serangan-serangan serta pelecehan rasial.

Kepada platform media sosial Intagram, Twitter, dan Facebook, dia tidak ingin anak-anak maupun orang dewasa harus menerima pesan kebencian dan menyakitkan dirinya, Marcus, dan Jadon terima sepekan ini.

"Saya tahu langsung kebencian semacam ini akan saya terima dan itu adalah kenyataan menyedihkan bahwa platform kuat kalian tidak melakukan hal yang cukup untuk mencegah pesan semacam ini," kata Saka.

Menurut dia, tidak ada tempat untuk rasisme ataupun kebencian dalam bentuk apa pun di sepak bola maupun masyarakat.

"Bagi sebagian besar orang yang bersatu melawan pesan semacam ini dengan mengambil tindakan serta melaporkannya kepada polisi dan mengusir
kebencian ke sesama, kita akan menang. Cinta kasih akan selalu menang," tutup Saka. (Ant/OL-1)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

20 Pemain Timnas Sepak Bola Putri Siap Hadapi Kualifikasi Piala Asia 2022

👤mediaindonesia 🕔Sabtu 18 September 2021, 06:42 WIB
"Sudah sekitar tiga pekan seleksi dan TC timnas wanita digelar. Tentu ada beberapa indikator penilaian selama TC, sebelum tim pelatih...
MI/Seno

Sepak Bola pun Peduli Perubahan Iklim

👤Suryopratomo Pemerhati Sepak Bola 🕔Sabtu 18 September 2021, 06:00 WIB
ADA yang istimewa di Stadion Tottenham Hotspur, besok...
AFP

Tuchel Optimistis Rudiger Mau Perpanjang Kontrak

👤Ant 🕔Sabtu 18 September 2021, 03:26 WIB
"Dia bermain di liga terkuat di Eropa dan di klub besar, jadi tidak banyak alasan untuk berganti (klub),' ujar...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Ramai-Ramai Abai Laporkan Kekayaan

KPK mengungkap kepatuhan para pejabat membuat LHKPN tahun ini bermasalah. Akurasinya juga diduga meragukan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya