Senin 28 Juni 2021, 14:01 WIB

Dua Klub Favorit Euro 2020 Bersiap Melakoni Laga Hidup Mati

Rifaldi Putra Irianto | Sepak Bola
Dua Klub Favorit Euro 2020 Bersiap Melakoni Laga Hidup Mati

AFP
Timnas Jerman

 

DUA tim favorit Euro 2020, yakni Tim Nasional (Timnas) Inggris dan Timnas Jerman akan berhadapan di babak 16 besar Euro 2020 pada, Selasa, (29/6) malam WIB.

Kedua tim memiliki sejarah persaingan sengit sejak 1930, yang mana baik Inggris maupun Jerman beberapa kali saling tampil agresif dalam pertemuan mereka di turnamen-turnamen sepak bola bergengsi.

Inggris sukses menjadi juara Piala Dunia 1966 di mana tim berjulukan Three Lions itu mengalahkan Jerman dengan skor akhir 4-2. 30 tahun kemudian pada Euro 1996 giliran Die Mannscaft julukan untuk Jerman yang menaklukkan Inggris di babak semifinal, sebelum akhirnya Jerman merebut gelar juara Euro 1996.

Kembali akan melakoni pertandingan sengit di Stadion Wembley, Inggris, pelatih Jerman Joachim Low mengatakan bahwa ini merupakan pertandingan hidup dan mati. Dan skuadnya pun bersiap untuk menampilkan yang terbaik.

"Merebut kemenangan atau tidak sama sekali semua akan berawal dari sini. Kami yakin bahwa kami bisa menjadi kuat jika kami berhasil memperbaiki beberapa hal di lapangan," ucap Low dikutip daru UEFA, Senin, (28/6).

"Ini akan menjadi pertandingan yang sulit bagi kami, ini akan menjadi pertandingan yang sangat berbeda dari pertandingan sebelum-sebelumnya di Euro, dan kami harus merebut kemenagan itu," imbuhnya.

Melakoni pertandingan kandang tentu menjadi keuntungan sendiri bagi Inggris, yang mana pihak penyelenggara juga memastikan akan ada sekitar 45.000 penggemar diizinkan menonton laga tersebut. Meski demikian Low yakin anak buahnya akan tampil maksimal.

"Inggris berada di kandang dan mereka akan bermain memyerang. Saya rasa pertandingan ini akan lebih sengit dari pada melawan Hongaria, dan kami harus benar-benar menampilkan penampilan terbaik kami," jelasnya.

Penyerang Jerman Thomas Muller mengatakan bahwa kunci untuk merebut kemenangan saat menghadapi tim sekuat Inggris adalah kerja sama yang baik antar pemain. Dia pun berharap skuadnya dapat tampil kuat sebagai tim di pertandingan itu.

"Saya pikir kedua tim memiliki kepercayaan diri yang tinggi untuk mengatakan 'sekarang giliran kami, kami akan menang dan mencapai babak berikutnya'. Itu lah yang akan membuat pertandingan ini menarik," sebut Muller.

"Aspek yang paling penting dalam pertandingan itu adalah menghindari kebobolan. Selain itu menurut saya kami hanya bisa berhasil jika kami dapat bermain sebagai satu tim, kami mungkin tidak memiliki pemain yang paling gemilang diantara pemain lainnya di dunia sepak bola. Tetapi kami memiliki banyak pemain yang menegerti bahwa mereka dapat memberikan kontibusi penting untuk tim," terangnya.

Baca juga : Rep Ceko Sukses Pulangkan Belanda dari Piala Eropa, Silhavy Bangga

Tampil sebagi Pelatih Inggris di Euro 2021 tentu pertandingan ini akan menjadi pertandingan pembuktian untuk Gareth Southgate, yang mana kekalahan Inggris pada Euro 1996 disebabkan oleh Southgate yang gagal mencetak gol dalam babak adu penalti.

Meski demikian, Southgate tak ingin sesumbar dan menyebutkan itu akan menjadi pertandingan yang sulit.

"Mereka (Jerman) berada di Grup kualifikasi yang sangat sulit, dengan kualitas pertandingan serta kualitas lawan yang sangat tinggi. Saya rasa secara tidak langsung itu telah mempersiapkan mereka untuk pertandingan besar seperti ini," tutur Southgate.

"Memiliki beberapa pertandingan besar di kualifikasi, dan juga menjadi tim terbaik di Grup, saya rasa ini akan menjadi pertandingan yang sangat sulit bagi kami," sebutnya.

Sementara itu, gelandang Inggris Phil Foden menyebutkan, bahwa skuadnya saat ini bukanlah tim yang membela Inggria pada Euro 1996 lalu, dan dia yakin Inggris akan tampil gemilang di pertandingan itu.

"Saya berharap kami datang ke pertandingan Jerman dengan penampilan terbaik kami. Dengan penyerang yang kami miliki, saya rasa kami benar-benar dapat melukai mereka," sebut Foden.

"Jelas saya belum lahir ketika semua persaingan itu terjadi, Kami adalah tim baru sekarang dan kami ingin membuat sejarah baru. Anda tidak dapat berpikir terlalu banyak tentang apa yang terjadi di masa lalu, kami hanya akan fokus pada permainan dan menciptakan masa depan kami sendiri," tukasnya. (RUEFA/OL-2)

 

Baca Juga

AFP/Ben STANSALL

Hadapi Rangkaian Laga Melawan Klub Semenjana, Chelsea Diminta tidak Takabur

👤Basuki Eka Purnama 🕔Sabtu 16 Oktober 2021, 07:30 WIB
The Blues memiliki peluang emas memantapkan posisi mereka di puncak klasemen Liga Primer Inggris dalam lima laga ke...
AFP/Oli SCARF

Solskjaer Tegaskan Tolak Ditekan untuk Mainkan Ronaldo

👤Basuki Eka Purnama 🕔Sabtu 16 Oktober 2021, 06:45 WIB
Solskjaer memancing kontroversi ketika dia menempatkan Ronaldo di bangku cadangan saat Manchester United bermain imbang 1-1 dengan Everton...
MI/Seno

Wajah Baru Newcastle United

👤Suryopratomo Pemerhati Sepak Bola 🕔Sabtu 16 Oktober 2021, 06:10 WIB
SUDAH lama Alan Shearer tidak pernah terdengar suaranya. Bintang sepak bola Inggris itu memang sudah lama gantung...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Risma Marah dan Gaya Kepemimpinan Lokal

ika melihat cara Risma marah di Gorontalo, hal itu tidak terlalu pas dengan norma, etika, dan kebiasaan di masyarakat.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya