Headline
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Kumpulan Berita DPR RI
OTORITAS sepak bola Italia, Kamis (13/2), mengusulkan kepada FIFA untuk melakukan eksperimen dengan sistem VAR yang mengizinkan pemain untuk meminta peninjauan keputusan wasit, sama seperti yang dilakukan di tenis atau bulu tangkis.
Dalam sebuah pernyataan resmi, Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) mengatakan mereka telah mengajukan permintaan itu kepada PSSI setelah menerima keluhan dari sejumlah klub Serie A terkait VAR.
FIGC menambahkan mereka meminta kepada FIFA bahwa mereka telah siap melakukan uji coba itu di Serie A.
Baca juga: Ditahan Imbang Juventus, Pioli Bangga dengan AC Milan
FIGC juga mengatakan mereka telah meminta Ketua Komisi Wasit Serie A Nicola Rizzoli untuk mendorong wasit agar lebih banyak melakukan peninjuan terhadap insiden kontroversial.
Serie A mengadopsi VAR pada 2017 sebelum teknologi itu secara permanen dmasukkan dalam aturan oleh Dewan Asosiasi Sepak Bola Dunia (IFAB) pada Maret 2018.
VAR cukup populer di Italia berbanding terbalik dengan di Inggris tempat pendukung klub Liga Primer Inggris kerap kecewa dengan hasil VAR yang dianggap memperlambat permainan. (AFP/OL-1)
FIFA pantau ketat Guadalajara, Meksiko usai tewasnya bos kartel El Mencho memicu kekacauan. Simak kelanjutan nasib laga Piala Dunia dan play-off Maret mendatang.
Presiden FIFA Gianni Infantino dan Presiden UEFA Aleksander Ceferin dilaporkan ke ICC atas dugaan keterlibatan dalam kejahatan perang di Palestina.
Hanya dalam waktu empat pekan, FIFA mencatat ada 508 juta permintaan tiket, padahal kapasitas yang tersedia hanya sekitar 7 juta kursi.
Pernyataan keras Presiden FIFA itu menyusul dugaan insiden rasisme yang menimpa bintang Real Madrid, Vinicius Junior, dalam laga leg pertama playoff Liga Champions 2025/26 melawan Benfica.
Santo Kits dan Nevis, yang saat ini menempati peringkat 154 dunia, diprediksi akan memberikan tantangan fisik yang berbeda bagi para penggawa timnas Indonesia.
Rusia luncurkan serangan energi terbesar di awal 2026, tewaskan warga sipil dan rusak ikon Kyiv, di tengah persiapan perundingan damai di Abu Dhabi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved