Headline
Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.
Kumpulan Berita DPR RI
SATGAS Antimafia Bola menangkap enam orang yang diduga terlibat tindak pidana suap atau match fixing dalam pertandingan sepak bola Liga 3 antara Persikasi Bekasi melawan Perses Sumedang. Setelah penyelidikan, keenamnya dinyatakan terlibat pengaturan skor.
"Dari hasil penyelidikan kita, baik dari info masyarakat maupun tim lapangan yang turun ke TKP, diperoleh kesimpulan telah terjadi pengaturan skor, terjadi match fixing yang melibatkan pihak klub, wasit dan PSSI," kata Kepala Satgas Anti Mafia Bola Brigjen Hendro Pandowo di Polda Metro Jaya, Kamis (28/11).
Dia menjelaskan, penangkapan enam tersangka dilakukan pada 16 hari usai pertandingan, yakni 22 November 2019. Pihak yang tertangkap pertama adalah wasit utama dengan inisial DSP.
"Setelah itu pada hari yang sama di Bekasi, tiga orang yang berasal dari klub manajemen Persikasi Bekasi berinisial BT, HR dan SH," lanjut dia.
Selanjutnya, pihaknya melakukan penangkapan terhadap MR yang berperan sebagai perantara.
"Yang terakhir kita menangkap terhadap saudara DS dari PSSI bagian perwasitan asprov PSSI Jawa Barat," terang Hendro.
Baca juga: PSSI: Tangkap Jika Ada yang Terlibat Pengaturan Skor
Hendro masih akan mendalami kasus ini. Pasalnya, masih ada dua orang yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).
"Masih ada dua DPO dari PSSI adalah saudara TAHA, perantara dan saudara HN, Exco PSSI Jabar," sambungnya.
Dalam pengaturan skor ini terjadi penawaran serta suap, dengan harapan Persikasi Bekasi dapat menang dan naik kasta ke Liga 2. Dalam kejahatan ini, Satgas menemukan perputaran uang sebesar Rp12 juta di dalamnya.
"Masih didalami per orang dapat berapa, wasit utama yang menerima nanti akan dibagi ke perangkat wasit, asisten wasit, pembantu wasit, pengawas. Sehingga akan mempengaruhi hasil pertandingan," pungkas Hendro.
Pemberian uang tersebut bertujuan untuk memenangkan Persikasi Bekasi saat pertandingan yang digelar di Stadion Ahmad Yani, Sumedang, Jawa Barat, Rabu 6 November. Laga tersebut dimenangkan oleh Persikasi Bekasi dengan skor akhir 3-2.(OL-5)
PERSATUAN Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) melalui PT Garuda Sepak Bola Indonesia (GSI) resmi memilih Kelme sebagai penyedia apparel resmi bagi timnas Indonesia.
PSSI mengumumkan ada tujuh jenama yang mengikuti proses tender apparel timnas Indonesia, yaitu Kelme, adidas, Puma, Warrix, Masagi, Riors, dan petahana Erspo.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan bahwa FIFA Series 2026 merupakan panggung krusial bagi perkembangan skuat Garuda, terutama di bawah arahan pelatih kepala baru, John Herdman.
Misi John Herdman memutus kutukan juara sekaligus menghapus memori kelam kegagalan Shin Tae-yong di Piala ASEAN 2024.
Piala ASEAN 2026 akan berlangsung di luar agenda FIFA match day, sehingga klub-klub Eropa kemungkinan besar tidak akan melepas para pemain timnas Indonesia.
Indonesia bukan lagi tim yang takut mendominasi penguasaan bola. Dengan "The Herdman Way", Garuda kini memiliki alat tempur yang modern: kecepatan, tekanan tinggi.
Jaksa AS mengungkap skema pengaturan skor besar-besaran di basket perguruan tinggi (NCAA). Melibatkan puluhan pemain dan taruhan hingga ratusan ribu dolar.
Maduka Okoye sebelumnya dituduh sengaja mencari kartu kuning pada laga melawan Lazio pada Maret 2024, yang diduga terkait dengan taruhan senilai 120.000 euro.
Skandal pengaturan skor itu terjadi di dua leg pertandingan kualifikasi Liga Konferensi UEFA musim 2023/2024 antara Arsenal Tivat dan klub Armenia, Alashkert FC, pada Juli 2023.
PELATIH Bali United Stefano Cugurra mengharapkan sanksi keras kepada oknum pelaku untuk mencegah praktik pengaturan skor atau match fixing dalam kompetisi sepak bola tanah air.
Zwayer mengungkapkan dirinya pernah mendapatkan ancaman pembunuhan sejak Jude Bellingham mengkritik kepemimpinannya dalam laga Bundesliga antara Borussia Dortmund dan Bayern Muenchen.
Dugaan terhadap adanya pengaturan pertandingan di liga sepak bola Indonesia di setiap tingkatan mulai Liga 1, Liga 2 dan seterusnya kerap terdengar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved