Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH pihak mempertanyakan keputusan UEFA menunjuk wasit kontroversial Felix Zwayer asal Jerman yang akan memimpin pertandingan Belanda vs Inggris di semifinal Piala Eropa 2024, Kamis (11/7) dini hari WIB. Zwayer mendapat sorotan karena pernah berseteru dengan pemain timnas Inggris Jude Bellingham saat masih memperkuat Borrusia Dortmund.
Bellingham mengkrtik beberapa keputusan wasit saat Dortmund dikalahkan 1-2 dari Bayern Muenchen pada Desember 2021. Akibat mengkritik wasit, Bellingham didenda 40 ribu euro.
Zwayer juga pernah mendapat hukuman skorsing enam bulan pada 2006 oleh Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB) karena skandal match fixing. Ia dituding menerima suap 300 euro dari sesama perangkat pertandingan Robert Hoyzer, sebelum memimpin laga SV Wuppertal vs tim amatir Werder Bremen di Mei 2004.
Baca juga : Wasit yang Dikritik Bellingham Dapat Ancaman Pembunuhan
Zwayer selalu membantah terlibat dalam pengaturan skor bersama Hoyzer yang dihukum dilarang memimpin pertandingan sepak bola di Jerman seumur hidup. Namun penyelidikan DFB menemukan Zwater telah menerima pembayaran sebesar 300 euro dari Hoyzer.
"Anda memberikan wasit yang telah mengatur pertandingan sebelum pertandingan terbesar di Jerman, apa yang Anda harapkan?," kata Bellingham saat mengritik keputusan Zwayer pada 2021 lalu.
Jurnalis TV Norwegia Jan Aage Fjortoft, yang melakukan wawancara dengan Bellingham turut terlibat dalam perdebatan mengenai penunjukan Zwayer di laga Belanda vs Inggris. "Saya tidak yakin apa yang dipikirkan UEFA dengan menempatkan Zwayer di pertandingan Inggris. Pada tahun 2021, Bellingham mengatakan hal ini kepada saya setelah pertandingan. Dan didenda 40 ribu euro oleh pejabat sepak bola Jerman," ujarnya.
Baca juga : Daftar 10 Pemain Tercepat Euro 2024, Kylian Mbappe Posisi 1
Bek Inggris Luke Shaw, ditanya apakah dia memiliki kekhawatiran tentang penujunkan Zwayer di laga melawan Belanda.
"Kami harus menghormati UEFA terkait siapa pun yang mereka pilih sebagai wasit. Itu tidak akan mengubah apa pun bagi kami, kami hanya fokus pada pertandingan yang sedang berlangsung dan bukan wasit yang diberikan kepada kami," kata Luke Shaw.
Diancam Dibunuh
Sementara itu, Zwayer mengungkapkan dirinya pernah mendapatkan ancaman pembunuhan sejak Jude Bellingham mengkritik kepemimpinannya dalam laga Bundesliga antara Borussia Dortmund dan Bayern Muenchen.
"Surel saya mendapatkan banyak pesan yang tidak bisa dipercaya dan sulit diabaikan," ujar Zwayer.
Wasit asal Berlin itu juga mengaku dihubungi polisi yang mengatakan adanya ancaman pembunuhan terhadap dirinya di internet. Zwayer mengaku ancaman yang diterimanya juga mempengaruhi istrinya.
"Saat saya pamit pada istri, seperti yang saya lakukan selama 15 tahun terakhir, Anda melihat dia menangis. Itu bukan karena dia rindu namun karena dia khawatir. Situasi ini sangat sulit bagi saya," ungkap Zwayer. (Mirror/Theguardian/P-5)
Inggris menorehkan catatan cemerlang mampu lolos ke final Euro untuk dua kali beruntun.
Ollie Watkins, yang masuk menggantikan kapten Harry Kane, melepaskan tendangan keras yang bersarang di sudut bawah gawang timnas Belanda di menit pertama injury time babak kedua.
Pelatih Inggris Gareth Southgate mengaku terbebani sejak awal berlaga di Piala Eropa 2024. Inggris akan menghadapi Belanda dalam laga semifinal Kamis (11/7) dini hari nanti.
Wasit asal Jerman Felix Zwayer akan memimpin pertandingan semifinal Euro 2024 antara Inggris melawan Belanda. Media Inggris mengangkat isu penunjukkan wasit tersebut.
Luke Shaw menyatakan dirinya fit dan siap bermain 90 menit pada laga semifinal menghadapi Belanda yang akan berlangsung Kamis (11/7) dini hari WIB.
GELANDANG Real Madrid, Jude Bellingham, memberikan respons berkelas atas kritik dan rumor miring yang menerpanya.
Sepanjang pertandingan, suara cemoohan terdengar dari tribun Santiago Bernabeu. Dua pemain yang menjadi sasaran utama kritik pendukung adalah Vinicius Junior dan Jude Bellingham
Secara terbuka, Kylian Mbappe menyuarakan ketidaksukaannya terhadap sikap pendukung Real Madrid yang hanya menargetkan pemain tertentu sebagai sasaran kritik.
Jude Bellingham tidak hanya membantah rumor, tetapi juga melayangkan kritik tajam kepada pihak-pihak yang menyebarkan kabar bohong demi keuntungan trafik semata.
Bellingham menegaskan bahwa laga melawan rival sekota selalu sulit, namun timnya telah belajar dari pertemuan sebelumnya di LaLiga.
Barcelona lebih dulu memastikan tiket final setelah menyingkirkan Athletic Club pada semifinal lainnya. Real Madrid tampil di ajang ini sebagai runner-up LaLiga dan Copa del Rey
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved