Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Ilustrasi: Wiwik Oratmangun
Aku mencintaimu lebih dari seharusnya
bayang dan hujan menjadi bisu
saksi betapa besar rasaku
aku mencintaimu lebih dari seharusnya
adakah batas untuk mencinta?
Biarkanlah gaun putih menjadi hitam
sorak tawa menjelma derai tangis
pernikahan sebagai permakaman terakhirku
aku akan terus mencintaimu lebih dari seharusnya
mencumbumu dalam sepi malam
walau hanya dalam angan-angan
mengapa yang terlarang begitu indah?
2023
Duduklah sebentar
aku buatkan teh atau kopi jika kau mau
untuk satu atau dua bait puisi ini
aku tak pandai merangkai kata
semoga yang di hati dapat tersampai
tidak, tidak ada apa-apa
hanya ingin merekammu sebanyak mungkin
duduk ya sebentar saja
kau masih berada di kotak gelap itu?
Tidak, tidak apa jika kau suka
tidak ada yang salah dengan gelap
senja sebentar lagi berakhir
gelap, kamu suka kan?
Tinggallah sebentar
habiskan kopimu
masih banyak cerita yang tak terceritakan
akan kubuatkan kopi lagi jika perlu
bicaralah, inginku dengar suaramu itu
ceritakan semua mengenaimu
mengenal apakah merahku sama denganmu
ingin kurekam semuanya tentang kamu
menetaplah tidak untuk sebentar
2023
Manusia adalah kutukan tanpa mawar penawar.
"Waktu adalah uang," katanya
aku tak ingin uang
aku tak ingin waktu
bisakah uang membeli waktu dan
bisakah waktu ditukar uang?
"Taulah!" keluhnya
Ia yang mengatur waktu
waktu yang mengatur ia
"Persetan!" batinnya
Menyesap kopi dibelinya beberapa waktu lalu
dengan uang tak seberapa itu
bukankah semuanya sudah dituliskan manusia
Ia dikutuk menjadi manusia
beradab tapi biadab
hidup dengan harta berselimut darah
Ia dikutuk menjadi manusia
hewan berotak minim rasa
hidup di antara mayat jalan
Ia dikutuk menjadi manusia
mulia katanya, hina nyatanya
nyaring suaranya, buta rupanya
manusia adalah kutukan
tanpa mawar penawar
2023
Lirih doa yang bergemuruh
tangis iba tak tertahan
umpatan kejam tak pantas
tawa kecil yang terlontar
rumah itu sudah terbiasa melihat semua
mungkin bersamaan, mungkin di waktu berbeda
masturbasi dan lantunan suci dalam satu ruangan
seperti sayatan dan obat merah dalam satu lengan
kali ini, entah raga atau doa akan tergantung
2023
Baca juga: Sajak-sajak Saras Dewi
Baca juga: Sajak-sajak Stevie Alexandra
Baca juga: Sajak Kofe, Warung Puisi Pascakontemporer Indonesia
Fara Khazanah, pemuisi, menekuni dunia baca dan tulis-menulis. Kini sedang menempuh pendidikan sarjana S-1 Filsafat di Universitas Gadjah Mada. Sehari-hari bergiat dan berkarya di Yogyakarta. (SK-1)
Puisi “Perempuan dan Tubuhnya” karya Akromah Zonic menyoroti objektifikasi, pengawasan sosial, dan nilai tubuh perempuan melalui lirik reflektif yang kuat dan menyentuh.
Puisi Aku Laut, Aku Ombak karya Iverdixon Tinungki menggambarkan laut sebagai bagian hidup yang dekat dengan manusia.
Kontribusi Chairil Anwar lewat puisi tersohor seperti Aku, Doa, dan Derai-Derai Cemara menjadikannya simbol perlawanan dan kebebasan berpikir.
Falcon Pictures ingin menghadirkan kembali sosok Chairil bukan hanya sebagai sastrawan, tetapi sebagai manusia yang mencintai, memberontak, dan hidup sepenuh tenaga.
Pelatihan daring ini diikuti ratusan sekolah peserta Festival Literasi Kutai Timur #1. Para siswa dan guru mengadakan nonton bareng di sekolah masing-masing.
Dilengkapi layanan chat multibahasa, Sahabat-AI mampu memahami nuansa bahasa, merangkai kata, dan menghasilkan karya sastra dalam bahasa lokal.
Dalam pandangan Gol A Gong sastra berfungsi sebagai ruang jeda dari banjir informasi digital yang dangkal.
SAYEMBARA Novel DKJ 2025 telah mengumumkan pemenangnya semalam, Rabu, (5/11) di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat.
Kemendikdasmen melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) menegaskan komitmen negara terhadap pengembangan, pembinaan, dan pelindungan bahasa serta sastra.
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), menggelar rangkaian kegiatan strategis dalam rangka penguatan literasi dan sastra, serta revitalisasi bahasa daerah di Jawa Tengah.
Aprinus mencontohkan, beberapa karya yang kandungan SARA, yakni pada novel Salah Asuhan yang pada draf awalnya disebut menyinggung ras Barat (Belanda).
Sastra sebagai suatu ekspresi seni berpeluang mempersoalkan berbagai peristiwa di dunia nyata, salah satunya adalah persoalan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved