Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid Mahabaturrasul, Bogor, Minggu (9/4) menggelar program Gerakan Membagi Beras (GEMBIRA) Ramadan yang merupakan kegiatan sosial berbasis dakwah yang menyasar para dhuafa dari berbagai kalangan.
Pada pekan ketiga penyeleggaraan tersebut, pengurus masjid membagikan 400 paket sembako kepada pedagang kaki lima, para guru ngaji, serta masyarakat di sekitar kelurahan Ciparigi dan Kedunghalang.
Sebelumnya, masjid telah membagikan 694 paket pada minggu pertama dan kedua Ramadhan.
“Target kami adalah membagikan 2000 paket, kami akan terus berusaha dan bekerjasama dengan para donatur agar bisa mempersiapkan 904 paket yang sama menjelang lebaran ini,” tutur ketua UPZ Muhammad Nur Cholis di sela-sela acara.
Baca juga: Gandeng Swasta dan BUMN, Muslimah Gading Serpong Santuni Yatim
Berbeda dengan kegiatan pembagian sembako lainnya, tambah Nur Cholis, program GEMBIRA memiliki visi dakwah jangka panjang kepada penerima manfaat.
Diajak Pula Ikuti Taklim Pengajian
Mereka diwajibkan untuk mengikut taklim pengajian yang diadakan pihak masjid dengan tema-tema ringan seputar keislaman sehari-hari.
Selain itu, mereka pun dididik untuk menjadi individu disiplin dan taat pada aturan. Salah sstu aturannya di antaranya pembelajarannya adalah, datang tepat waktu, tertib ketika mengantri untuk pengambilan paket.
Baca juga: J99 Corp Tebar Inspirasi Ramadan dengan Berbagi Puluhan Ribu Takjil
“Kami tidak ingin mereka hanya diberi sesuatu tanpa diedukasi karakternya sebagai seorang muslim. Di antara mereka adalah orang-orang yang kurang mendapatkan sentuhan materi keagamaan karena fokus dalam sehari-hari mereka adalah mencari penghidupan," papar Nur Cholis.
"Inilah kenapa kami mengadakan kegiatan ini, salah satunya agar memudahkan mereka mendapatkan kebutuhan dasar pokok sekaligus bisa belajar agama,” jelasnya,
Penerima Manfaar Berada di Sekitar Lingkungan Masjid
Nur Cholis menjelaskan bahwa penerima manfaat adalah mereka yang berada di lingkungan Masjid Mahabaturrasul. Alasan utamanya adalah mereka adalah penduduk asli di daerah tersebut yang dulu memiliki mata pencaharian di sana.
Baca juga: Enervon Ngabuburit Fest 2023 Hadirkan Beragam Aktivitas Seru di Bulan Ramadan
“Daerah Ciparigi dan Kedunghalang ini tadinya adalah kebun-kebun dan perkampungan. Kami dan warga perumahan di sini berutang budi pada mereka karena pembangunan pemukiman telah menghilangkan mata pencaharian mereka, sumber-sumber air mereka serta udara segar yang mereka hirup setiap hari. Apa yang kami berikan sebenarnya tidaklah seberapa dengan apa yang telah mereka korbankan,” jelasnya.
Bagikan Kartu ATM Beras
Di bulan-bulan lain, Masjid Mahabaturrasul membagikan kartu ATM Beras kepada masyarakat di sekitar yang bisa mereka gunakan untuk mengambil beras lima liter setiap bulan di mesin ATM yang ada di masjid.
Baca juga: Ceria Golf dan Komunitas Golf Salurkan Sedekah Rp 297 Juta kepada Anak Yatim
Pasca-Ramadan tahun ini, penerima ATM akan ditambah lagi sehingga semakin banyak warga dhuafa yang bisa merasakan manfaatnya.
“GEMBIRA Ramadhan menjadi momentum untuk meningkatkan jumlah donatur sekaligus penerima manfaat. Saat ini pun kami masih sangat terbuka menerima donasi baik dari warga sekitaran masjid maupun di luar,” tutupnya.
Berdasarkan data BPS Kota Bogor tahun 2021, jumlah penduduk miskin mencapai 7,24% atau sekitar 80 ribu orang dengan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) mencapai 1,10. (RO/S-4)
CEO Sagha Group Hanta Yuda Rasyid menyalurkan 15.000 santunan bagi dhuafa, ojek online, disabilitas, hingga pekerja informal di Jabodetabek selama Ramadan 1447.
KEMENTERIAN Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Â merubah sistem penilaian baru dalam program penghargaan Adipura.
Cek jadwal imsakiyah Jawa Barat Rabu 18 Februari 2026: Imsak pukul 04.30 WIB, Subuh 04.40 WIB, Magrib 18.15 WIB. Persiapkan sahur dan buka puasa dengan tepat.
Dampak terparah terjadi di Kampung Babakan Cicarewed, Desa Cijayanti.
INDONESIA kembali kehilangan salah satu sosok teladan moral bangsa. Meriyati Roeslani Hoegeng, yang akrab disapa Eyang Meri Hoegeng Imam Santoso, istri dari mendiang Kapolri Jendral Hoengeng
Ia menyebut fenomena fear of missing out (FOMO) mendorong investor ramai-ramai masuk ke saham yang likuiditas dan fundamentalnya terbatas.
Mereka memiliki komitmen bersama dalam mendorong transformasi ekonomi daerah yang berbasis tata kelola yang baik dan prinsip keberlanjutan.
Melalui aplikasi Sapawarga, masyarakat dapat mengetahui informasi terkini perihal mudik di Jabar hingga jalur mudik yang aman
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi beri pengecualian larangan motor bagi siswa di pelosok. Aturan resmi berlaku tahun ajaran 2026/2027 dengan syarat ketat. Cek rinciannya.
Apabila surat tersebut tidak ditanggapi dalam 21 hari kerja, maka pihaknya akan melanjutkan upaya hukum melalui gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).
Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah menyiapkan skema kompensasi bagi pengemudi angkutan lokal sebagai langkah untuk mengurangi potensi kemacetan selama arus mudik
Seorang ibu di Subang, Jawa Barat kini harus berhadapan dengan hukum setelah menghabisi nyawa anak kandungnya sendiri yang masih berusia enam tahun.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved