Senin 12 April 2021, 14:02 WIB

Pasien Positif Covid-19 dan Tenaga Kesehatan tidak Wajib Berpuasa

Mediaindonesia.com | Ramadan
Pasien Positif Covid-19 dan Tenaga Kesehatan tidak Wajib Berpuasa

Antara/Yulius Satria Wijaya.
Seorang tenaga medis menata ruang pemeriksaan kesehatan untuk pasien covid-19 OTG di Wisma Cibogo, Puncak, Bogor, Jabar, bebeapa waktu lalu.

PENGURUS Pusat Muhammadiyah menyatakan bahwa pasien yang terkonfirmasi positif covid-19, termasuk bagi yang tidak bergejala atau orang tanpa gejala (OTG) tidak wajib menunaikan puasa.

"Puasa Ramadan wajib dilakukan kecuali bagi orang yang sakit dan kondisi kekebalan tubuhnya tidak baik. Orang yang terkonfirmasi positif covid-19, baik bergejala maupun tidak bergejala (OTG), masuk dalam kelompok orang yang sakit," tulis Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (12/4).

Haedar menjelaskan hal itu tercantum dalam poin pertama dalam Surat Edaran PP Muhammadiyah tentang Ibadah Ramadhan 1442 Hijriah. Selain pasien positif covid-19, Muhammadiyah juga mengecualikan para tenaga kesehatan untuk wajib berpuasa.

Untuk menjaga kekebalan tubuh dan dalam rangka berhati-hati guna menjaga agar tidak tertular covid-19, tenaga kesehatan dapat meninggalkan puasa Ramadan. Akan tetapi, puasanya diganti setelah Ramadan. Vaksinasi boleh dilakukan saat berpuasa dan tidak membatalkan puasa karena diberikan tidak melalui mulut atau rongga tubuh lain, seperti hidung, serta tidak memuaskan keinginan dan bukan merupakan zat makanan yang mengenyangkan.

Bagi masyarakat yang di sekitar tempat tinggalnya terdapat penularan covid-19, salat berjemaah, baik yang fardu maupun sunah seperti tarawih dilakukan di rumah masing-masing untuk menghindari penularan virus korona. Namun, jika tidak ada penularan, salat berjemaah dapat dilaksanakan di masjid, musala, langgar, atau tempat lain dengan memperhatikan protokol kesehatan.

Selain itu, kajian atau pengajian yang beriringan dengan kegiatan salat berjemaah dapat dilakukan dengan mengurangi durasi waktu agar tidak terlalu panjang dan tetap menerapkan protokol kesehatan. "Namun jika di wilayah tersebut ada kasus positif covid-19, kajian atau pengajian sebaiknya dilakukan secara daring atau membagikan materi ke jemaah di rumah," kata Haedar Nashir. (Ant/OL-14)

Baca Juga

Dok PDIP

Pesan Idul Fitri, Megawati: Tuhan Bersemayam di Gubuk Orang Miskin

👤Cahya Mulyana 🕔Rabu 12 Mei 2021, 21:01 WIB
"Ingatlah ajaran Bung Karno; Orang tidak bisa mengabdi kepada Tuhan dengan tidak mengabdi kepada manusia," ujar...
DOK Pribadi.

INH Gelar Bukber di Kompleks Masjid Al-Aqsa Palestina

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 12 Mei 2021, 11:59 WIB
Sedikitnya 500 paket bukber Al-Aqsa dibagikan kepada para murabithin dan masyarakat umum lain yang menjalankan ibadah puasa Ramadan....
MI/Rudi Kurnianwansyah

Tokoh Agama Riau Imbau Salat Id dan Takbiran di Rumah Saja

👤Rudi Kurniawansyah 🕔Rabu 12 Mei 2021, 11:49 WIB
SEJUMLAH tokoh agama di Riau  sepakat mendukung surat edaran Wali Kota Pekanbaru untuk tidak menggelar takbir keliling dan salat Idul...

RENUNGAN RAMADAN

TAFSIR AL-MISHBAH

2021-05-13

JADWAL IMSAKIYAH
Kamis, 13 Mei 2021 / Ramadan 1442 H
Wilayah Jakarta dan Sekitarnya
Imsyak : 04:31 WIB
Subuh : 04:41 WIB
Terbit : 05:53 WIB
Dzuhur : 11:49 WIB
Ashar : 15:11 WIB
Maghrib : 17:58 WIB
Isya : 18:53 WIB

TAUSIYAH