Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
Sejumlah Puskesmas di Tasikmalaya akan tetap melayani vaksinasi Covid-19 malam hari di bulan ramadan dan pelaksanaan tersebut, tujuannya untuk meminimalisasi adanya gejala pusing setelah warga menjalani suntikan. Pelaksanaan vaksinasi yang dilakukan pada bulan ramadan sesuai fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan tidak akan membatalkan ibadah puasa.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk Kabupaten Tasikmalaya, Atang Sumardi mengatakan, program vaksinasi akan tetap berjalan selama bulan ramadhan 1442 hijriah. Karena, kegiatan vaksinasi tersebut tak akan mengganggu atau membatalkan ibadah puasa.
Baca juga: Lapan Perkirakan Awal Ramadan Bersama pada 13 April
"Untuk wilayah Kabupaten Tasikmalaya akan tetap menyelenggarakan vaksinasi di bulan Ramadan dan pelaksanaan tersebut memang tidak membatalkan puasa. Karena, sejumlah puskesmas akan melayani vaksinasi terutama pada malam dan pagi hari serta beberapa jam setelah sahur," katanya, Selasa (30/31).
Ia mengatakan, vaksinasi akan dilakukan pada malam dan pagi hari itu untuk mengantisipasi adanya gejala pusing dari penerima vaksin tapi jika vaksinasi dilakukan pada siang atau sore hari akan ada potensi penerima vaksin mengalami gejala pusing akan lebih tinggi. Namun, jika siang atau sore hari agak riskan karena orang berpuasa keadaan perut kosong mengingat siang atau sore hari sudah lapar.
"Kami mengimbau masyarakat di Kabupaten Tasikmalaya tidak perlu khawatir pelaksanaan vaksinasi saat Ramadan akan mengganggu ibadah. Pasalnya, MUI sudah mengeluarkan fatwa kalau vaksin itu tak akan mengganggu ibadah khsusunya puasa karena kegiatan itu tidak akan membatalkan," ujarnya.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Asep Hendra Herdiana, mengatakan, vaksinasi yang dilakukan pada bulan puasa akan tetap berjalan sesuai jam kerja. Karena, vaksinasi di malam hari hanya akan membebani petugas vaksinator dan mereka juga akan kerepotan.
"Pelaksanaan vaksinasi pada ramadan tidak akan mengganggu jalannya puasa, apalagi membatalkan dan selama penerima vaksin sudah sahur dan siap untuk divaksin tak akan membawa dampak negatif. Kami juga minta agar masyarakat juga tak perlu khawatir jika mendapatkan antrean vaksinasi pada siang hari dan vaksinasi dinilai tak akan membuat seseorang lemas atau pusing yang berlebihan tapi mereka harus tetap menjaga kesehatan," paparnya.
Pelaksanaan vaksinasi di Kota Tasikmalaya untuk pelayan publik masih terus berjalan dan sekarang telah tercatat dari 60 ribu sasaran baru 20 ribu yang menjalani vaksinasi. Akan tetapi, kecepatan pelakasanaan vaksinasi di daerah sangat tergantung distribusi vaksin dari pemerintah pusat dan jika vaksin cepat datang bisa cepat dilaksanakan. (H-3)
Narasi-narasi menyesatkan di media sosial menjadi salah satu pemicu utama keengganan orangtua untuk memberikan vaksinasi kepada anak mereka.
Vaksinolog dan internis sekaligus Chief Medical Advisor Imuni, dr. Dirga Sakti Rambe, mengatakan bahwa vaksin tidak melulu hanya diberikan untuk anak-anak.
Tingginya mobilitas masyarakat, terutama pada momen libur lebaran, menjadi salah satu faktor risiko yang patut diwaspadai orangtua mengenai risiko campak pada anak.
Waktu ideal untuk pemberian vaksinasi adalah minimal 14 hari atau dua pekan sebelum keberangkatan guna memastikan perlindungan optimal selama liburan.
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat melaporkan peningkatan signifikan dalam jumlah kasus campak (measles) pada awal tahun 2026.
KPK bongkar modus Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman peras RSUD & Puskesmas demi THR Forkopimda. Simak kronologi OTT KPK di sini.
Glaukoma tercatat sebagai penyebab kebutaan kedua setelah katarak.
Puskesmas tidak lagi hanya melayani pemeriksaan ringan, tetapi telah bertransformasi menjadi pusat layanan rawat inap yang siap melayani warga 24 jam penuh.
Pelayanan kesehatan yang aman dan bermutu di provinsi kepulauan
KEMENTERIAN Kesehatan memasuki tahap lanjutan penanganan bencana Aceh Sumatra dengan fokus pada pemulihan layanan kesehatan primer melalui puskesmas di wilayah terdampak.
"Puskesmas itu berada di 18 dari 23 kabupaten/kota yang terdampak bencana. Sudah bisa melayani kesehatan masyarakat,"
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved