Headline

Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.

Analis: Kehadiran Seskab Teddy di Berbagai Kegiatan Hal Wajar dan Bagian dari Peran

Rahmatul Fajri
25/3/2026 20:55
Analis: Kehadiran Seskab Teddy di Berbagai Kegiatan Hal Wajar dan Bagian dari Peran
ANALIS komunikasi politik Hendri Satrio.(Dok. Antara)

ANALIS komunikasi politik Hendri Satrio atau Hensa mengatakan, kehadiran Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya atau Seskab Teddy di berbagai kegiatan lapangan pejabat atau menteri Kabinet Merah Putih merupakan hal yang wajar. Ia mengatakan, para menteri atau pejabat tak perlu merasa terbebani.

Hal itu disampaikan Hensa setelah Seskab Teddy terlihat mendampingi Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dalam pemantauan arus balik mudik Lebaran 2026. Bagi Hensa, kehadiran Teddy itu wajar dan bahkan patut diapresiasi.

Hensa menilai Seskab Teddy kemungkinan besar hanya ingin memastikan program-program pemerintah berjalan sebagaimana mestinya dan benar-benar berdampak bagi rakyat. Niat itu, menurutnya, tidak perlu dibesar-besarkan apalagi dicurigai.

“Teddy mungkin saja hanya ingin make sure program berjalan baik dan berdampak positif buat rakyat,” katanya.

Ia pun mengingatkan agar para menteri tidak memiliki persepsi yang keliru dari kehadiran Seskab itu sendiri. Jika menteri-menteri mulai menganggap Teddy sebagai perpanjangan mata Presiden Prabowo Subianto di lapangan, maka yang terjadi bukan perbaikan kinerja, melainkan pencitraan.

"Seskab Teddy ada di mana-mana. Ini bagus, tapi saya khawatir para menteri malah bikin program AsKabPi, asal Seskab hepi, biar Seskab cuma lapor yang bagus-bagus ke Presiden," kata Hensa melalui keterangannya, Rabu (25/3/2026).

Lebih lanjut, Hensa menekankan bahwa fungsi Sekretaris Kabinet memang mencakup koordinasi dan pengawasan jalannya pemerintahan. Kehadiran Teddy di lapangan, termasuk dalam pemantauan mudik, sejatinya merupakan bagian dari peran itu, sehingga hal itu bukanlah anomali yang perlu ditakuti.

"Teddy menurut saya cuma mau make sure semuanya running well. Itu tugasnya. Yang jadi masalah kalau menteri-menterinya malah jadi paranoid dan pilih aman," pungkasnya. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya