Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISI Pencari Fakta (KPF) Masyarakat Sipil mengungkapkan bahwa gelombang demonstrasi besar pada Agustus 2025 bukan merupakan peristiwa yang muncul dari kevakuman politik. KPF menyebut aksi massa tersebut dipicu oleh akumulasi kemarahan publik akibat ketegangan elit, tekanan ekonomi, serta isu tunjangan DPR yang muncul di tengah kesulitan ekonomi masyarakat.
Peneliti KPF Ravio Patra menjelaskan pihaknya melakukan investigasi selama lima bulan di 18 kota dan 8 provinsi, serta memeriksa 115 bekas acara pemeriksaan oleh kepolisian terhadap saksi, tersangka, maupun saksi-saksi yang melihat langsung kejadian, dan juga yang disebut sebagai saksi kunci, termasuk ahli forensik. Selain itu, pihaknya juga mewawancarai 63 informan.
Setelah melakukan investigasi, pihaknya menemukan adanya protes yang bermula dari Kabupaten Pati pada 13 Agustus 2025. Saat itu, warga menolak kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang diberlakukan Bupati Pati Sudewo hingga 250 persen.
"Peristiwa Pati memberikan template bagi masyarakat di berbagai daerah bahwa perubahan bisa dilakukan dengan menekan langsung kepala daerah, tidak harus lewat Jakarta atau DPR," ujar Ravio saat konferensi pers di Jakarta, Rabu (18/2).
Ravio kemudian menyoroti keberadaan kolektif "NIKA", sebuah jaringan komunitas daring yang menggunakan simbol bendera bajak laut 'Jolly Roger'. Ia menjelaskan kolektif ini awalnya terbentuk sebagai protes kreatif terhadap kebijakan Zero Over Dimension Overloading (Zero ODOL) di sektor transportasi pada Juni 2025.
Berdasarkan pemeriksaan forensik terhadap puluhan grup WhatsApp, Ravio menemukan percakapan awal dalam kelompok tersebut murni berisi rencana kampanye kreatif dan simbolik di media sosial, bukan ajakan kekerasan. Namun, situasi berubah menjadi tegang karena respons pemerintah.
"Kampanye kreatif ini berubah menjadi sesuatu yang menakutkan karena ada narasi ancaman keamanan yang dipromosikan oleh pemerintah sendiri. Pernyataan pejabat mengenai konsekuensi pidana menciptakan paranoia dan ketakutan di anggota kolektif," jelas Ravio.
KPF juga membantah tuduhan bahwa kolektif NIKA merupakan dalang di balik kerusuhan nasional. Data KPF menunjukkan bahwa dari ratusan anggota grup, hanya 18 orang yang terpantau benar-benar turun ke lapangan saat aksi berlangsung.
Selain itu, KPF mencatat bahwa demonstrasi gelombang pertama pada 25-27 Agustus 2025 di puluhan kota di Indonesia sebenarnya berlangsung relatif damai. Ia mengatakan kerusuhan terjadi ketika kelompok pelajar mendatangi aksi demonstrasi.
"Dari 23 kota pada hari pertama hingga 28 kota pada hari ketiga, hanya ada satu insiden perusakan pos polisi di Slipi Petamburan. Insiden itu pun didominasi kehadiran massa pelajar, bukan kolektif NIKA yang dituduh sebagai biang kerusuhan," tambahnya.
Ravio juga menemukan bukti adanya video-video yang dimanipulasi dengan Artificial Intelligence (AI) untuk membuat skala demonstrasi terlihat lebih besar dari kenyataannya.
"Kami menemukan beberapa bukti beredarnya video-video terutama yang dimanipulasi dengan artificial intelligence atau AI untuk membuat aksi demonstrasi ini seolah-olah lebih besar daripada sebenarnya," katanya.
(P-4)
Delpedro Marhaen dan kawan-kawan mengunggah 80 konten kolaborasi yang bersifat menghasut dengan tujuan menimbulkan kebencian terhadap pemerintah dari 24 sampai 29 Agustus 2025.
KETUA Komisi XIII DPR RI Willy Aditya menyatakan bahwa Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Independen, saat ini masih dalam tahap pengumpulan data dan fakta di lapangan.
Polisi hingga kini masih aktif berkomunikasi dengan pihak keluarga dari kedua orang tersebut untuk mencari keberadaan mereka.
(Indef) mengapresiasi langkah Presiden RI Prabowo Subianto yang menyetujui pembentukan tim investigasi independen guna mengungkap aktor di balik kerusuhan demonstrasi
Yusril Ihza Mahendra merespons usulan pembentukan tim gabungan pencari fakta (TGPF) kerusuhan saat demonstrasi Agustus lalu.
Hasil temuan Komisi Pencati Fakta menunjukkan bahwa kendaraan taktis (rantis) milik Brimob awalnya sempat berhenti sebelum melindas Affan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved