Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISI Pencari Fakta (KPF) Masyarakat Sipil menetapkan peristiwa kematian pengemudi ojek online (ojol), Affan Kurniawan, pada 28 Agustus 2025 sebagai tindakan pembunuhan. Peneliti KPF Ravio Patra mengungkapkan temuan di lapangan yang menunjukkan bahwa kendaraan taktis (rantis) milik Brimob awalnya sempat berhenti sebelum melindas Affan.
"Kami memang menetapkan ini sebagai pembunuhan. Berdasarkan saksi mata, setelah lindasan pertama pada pukul 19.27 WIB, rantis Brimob sempat berhenti sekitar 7 detik. Saat itu warga sudah mengerubungi rantis agar berhenti, namun kendaraan tersebut justru kembali maju dan melindas korban untuk kedua kalinya," ungkap Ravio saat konferensi pers di Jakarta, Rabu (18/2/2026).
Ravio mengatakan Affan masih sadarkan diri setelah lindasan pertama. Namun, Affan mulai memuntahkan darah setelah lindasan kedua terjadi. Korban kemudian dilarikan menuju Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, tetapi nyawanya tidak tertolong.
"Affan dinyatakan meninggal dunia pada pukul 19.58 WIB di RSCM. Inilah data yang ditemukan Komisi sebagai pemicu meledaknya kekerasan di hari-hari berikutnya," kata Ravio.
Ravio mengatakan kabar kematian Affan yang kemudian tersebar di media sosial meningkatkan eskalasi aksi demonstrasi. Jika pada awal gelombang aksi jumlah demonstrasi relatif terkontrol, angka tersebut melonjak tajam setelah 28 Agustus malam. Lalu, pada 30 Agustus 2025 melonjak drastis hingga 115 demonstrasi di 76 kota di Indonesia.
Lebih lanjut, Ravio membantah narasi pemerintah yang menuduh kelompok tertentu atau media sosial sebagai dalang kerusuhan. Ravio menegaskan, penyebab utama kerusakan, penjarahan, dan penyerangan fasilitas publik adalah respon negara yang tidak responsif terhadap kematian Affan.
"Penyebab kerusuhan adalah pembunuhan Affan Kurniawan, bukan poster di media sosial atau posko aduan. Seandainya saat itu negara langsung bertindak tegas dan mendisiplinkan aparat yang terlibat, eskalasi tidak akan terjadi. Akselerasi kerusuhan terjadi karena negara menunggu-nunggu dan tidak memberikan jawaban pasti kepada masyarakat," pungkasnya.
(P-4)
Polri memastikan kasus kendaraan taktis (rantis) Brimob yang menabrak dan melindas pengemudi ojek online, Affan Kurniawan hingga tewas akan diproses ke ranah pidana.
Secara ideal, kendaraan taktis (rantis) dirancang untuk melindungi personel dari serangan, memberi mobilitas pasukan, hingga membantu evakuasi di area berisiko tinggi. Namun, penyalahgunaan seperti membawa rantis terlalu dekat ke massa, intimidasi berlebihan dalam aksi damai, atau pelanggaran SOP jarak aman justru memunculkan risiko kecelakaan sipil.
jenazah pengemudi ojek online (ojol) yang tewas karena dilindas mobil barracuda Brimob, Affan Kurniawan (21), diiringi ratusan ojol
KETUA DPR RI, Puan Maharani akan bertanggung jawab dan mendorong kepolisian untuk mengusut tuntas insiden meninggalnya driver ojek online (ojol) Affan Kurniawan
Akan ada Affan-Affan baru jika pemerintah tidak akuntabel, jujur mengakui ketidakmampuannya, menghukum koruptor, memecat pejabat yang tidak perform, melawan DPR yang tamak.
aksi demo Agustus lalu dipicu oleh akumulasi kemarahan publik akibat ketegangan elit, tekanan ekonomi, serta isu tunjangan DPR
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved