Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISI Yudisial (KY) merespons Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menjaring pejabat Pengadilan Negeri (PN) Depok.
Wakil Ketua KY, Desmihardi mengaku menyesalkan adanya praktik korupsi yang masih mencoreng wajah peradilan Indonesia. Ia menekankan bahwa perbuatan tersebut merupakan bentuk pengabaian terhadap perhatian besar yang diberikan Presiden Prabowo Subianto kepada hakim.
“Perbuatan terduga Waka PN Depok telah mengabaikan Instruksi Presiden Prabowo yang memberikan perhatian khusus terhadap kesejahteraan hakim melalui kenaikan tunjangan. Seharusnya, peningkatan kesejahteraan ini diikuti dengan komitmen moral untuk menjaga integritas,” tegas Desmihardi dalam keterangan resminya, Jumat (6/2/2026).
Diketahui, Presiden Prabowo Subianto telah mengumumkan kenaikan gaji hakim karier hingga 280%. Kebijakan ini diambil sebagai langkah konkret pemerintah untuk memperkuat independensi hakim agar tidak tergiur praktik korupsi.
Namun, terjaringnya hakim berinisial BS dalam kasus dugaan suap penanganan perkara menunjukkan bahwa faktor kesejahteraan tidak otomatis menghapus perilaku menyimpang jika tidak dibarengi dengan integritas personal.
"KY sangat menyesalkan tindakan ini karena mencederai kehormatan dan keluhuran martabat seorang hakim. Tindakan korupsi seperti ini merusak kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum di Indonesia," kata Desmihardi.
Desmihardi mengatakan pihaknya bersama Mahkamah Agung (MA) akan melakukan pembersihan total di lingkungan badan peradilan. Ia menegaskan prinsip zero tolerance terhadap segala bentuk penyimpangan, terutama praktik pelayanan transaksional.
“KY bersama MA siap menegakkan kode etik dan mengambil tindakan keras. Tidak ada tempat bagi pelanggaran dalam bentuk apa pun di tubuh yudikatif,” ujarnya.
Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap tujuh orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Depok, Jawa Barat. Tiga di antara mereka pejabat Pengadilan Negeri Depok.
"Tiga orang dari pihak PN Depok, salah satunya Ketua Pengadilan Negeri. Kemudian empat orang lainnya, pihak-pihak dari PT KRB, salah satunya direkturnya," kata juru bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat (6/2).
Budi enggan memerinci nama-nama orang yang ditangkap. Dua pejabat pengadilan yang diangkut yaitu Ketua dan Wakil Ketua Pengadilan Negeri Depok. (Faj/I-1)
Presiden Prabowo Subianto melanjutkan rangkaian kunjungan kenegaraan ke Emirat Arab dengan agenda pertemuan dengan Presiden Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan (MBZ).
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menggelar pertemuan bilateral dengan Raja Yordania, Raja Abdullah II ibn Al-Hussein, di Istana Al Husseiniya, Aman, Rabu siang (25/2).
Prabowo menyaksikan penandatanganan perjanjian kerangka kerja antara Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) dan perusahaan teknologi Inggris Arm Limited.
Wakil Ketua DPR RI, Prof. Sufmi Dasco Ahmad, menyerukan penundaan impor 105 ribu mobil pikap dari India untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Kadin Indonesia mendesak Presiden Prabowo Subianto membatalkan rencana impor 105.000 kendaraan niaga dari India untuk Koperasi Desa Merah Putih.
SURVEI Indekstat mengungkapkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menunjukkan angka yang tinggi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved