Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

Prabowo: Dunia Khawatirkan Perang Dunia Ketiga, Indonesia Bakal Terdampak

M Ilham Ramadhan Avisena
02/2/2026 14:09
Prabowo: Dunia Khawatirkan Perang Dunia Ketiga, Indonesia Bakal Terdampak
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan taklimat dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).(ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)

PRESIDEN Prabowo Subianto menyoroti meningkatnya kekhawatiran global terhadap potensi pecahnya Perang Dunia Ketiga. Indonesia disebut bakal menjadi salah satu negara yang terdampak meski tak terlibat perang dan tetap berpegang pada prinsip politik luar negeri bebas aktif dan nonblok.

Hal itu disampaikan Prabowo saat memberikan pidato dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul, Bogor, Senin (2/2).

Prabowo menggambarkan ancaman perang global bukan sekadar isu politik, melainkan risiko nyata bagi seluruh umat manusia, termasuk negara-negara yang tidak terlibat langsung. Ia menyebut berbagai simulasi menunjukkan dampak perang nuklir akan bersifat lintas batas dan jangka panjang.

"Kalau terjadi perang dunia ketiga, nuklir, kita yang tidak terlibat saja pasti kena. Kita akan kena partikel-partikel radioaktif, mungkin ikan-ikan kita nanti akan terkontaminasi semua, akan terjadi nuclear winter," kata Prabowo.

Menurutnya, dampak tersebut tidak berhenti dalam hitungan tahun. Debu akibat ledakan nuklir berpotensi menutup sinar matahari dalam waktu lama dan memicu krisis global.

"Karena debunya akan menutup matahari dan menutup mataharinya tidak 1-3 tahun, para ahli mengatakan bisa winternya itu puluhan tahun. Ini yang dibicarakan dunia," ujarnya.

Dalam situasi global yang tidak menentu itu, Prabowo menegaskan dirinya menjalankan amanat pendiri bangsa dengan tetap berpegang pada politik luar negeri bebas aktif dan tidak berpihak pada pakta militer mana pun. Ia menekankan prinsip nonblok sebagai pilihan strategis Indonesia.

"Saya menjalankan politik luar negeri yang menganut, tetap garis kita, bebas aktif tapi non align, kita tidak akan ikut pakta militer mana pun," tuturnya. 

Prabowo juga memaparkan filosofi diplomasi yang ia anut, yakni memperluas persahabatan dan meminimalkan permusuhan. Namun, ia mengingatkan bahwa prinsip tersebut memiliki konsekuensi besar.

"Filosofi luar negeri saya adalah 1.000 kawan terlalu sedikit, 1 lawan terlalu banyak. Apalagi 1 musuh," kata dia.

Ia mengingatkan, jika Indonesia benar-benar konsisten tidak berpihak dan tidak terlibat dalam aliansi militer, maka negara ini harus siap berdiri sendiri dalam menghadapi ancaman. Menurut Prabowo, tidak ada jaminan bantuan akan datang ketika suatu negara diserang.

"Kalau kita diancam, diserang, tidak akan ada yang bantu kita, percaya sama saya, nobody is going to help us," terangnya. 

Karena itu, Prabowo menekankan pentingnya kemandirian nasional sebagaimana diwariskan para pendiri bangsa. Ia mengutip pesan Presiden Soekarno dan Panglima Besar Jenderal Soedirman tentang keharusan percaya pada kekuatan sendiri.

Prabowo turut menyatakan, realitas dunia saat ini tidak berjalan dalam kondisi ideal. Kekuatan, menurutnya, masih menjadi faktor penentu dalam hubungan internasional.

"Dunia ini adalah keadaan nyata, bukan keadaan ideal. Yang berlaku di dunia ini sekarang adalah yang kuat akan berbuat apa yang mereka kehendaki. Yang lemah akan menderita, itu yang kita lihat hari ini, di mana-mana," pungkasnya. (Mir/P-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya