Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Prabowo: Setahun Jadi Presiden, Bolak-balik Saya Mau Disogok

M Ilham Ramadhan Avisena
07/1/2026 14:59
Prabowo: Setahun Jadi Presiden, Bolak-balik Saya Mau Disogok
Presiden Prabowo Subianto mengungkap upaya penyuapan terhadap dirinya.(Dok. Video Youtube BPMI Setpres)

PRESIDEN Prabowo Subianto secara terbuka mengungkap tantangan berat yang dihadapinya selama satu tahun memimpin pemerintahan. Kepala Negara mengaku kerap didatangi berbagai pihak yang mencoba menyuapnya demi kelancaran bisnis, serta menolak intervensi dalam penegakan hukum meski menyangkut orang-orang terdekatnya.

Pernyataan keras ini disampaikan Prabowo saat menghadiri Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1).

"Aku satu tahun saja ya jadi presiden, geleng-geleng kepala juga saya. Berapa kali saya mau disogok, bolak-balik datang. Minta ini, minta itu. Saya tegakkan peraturan sesuai kepentingan bangsa dan negara. Saya tidak ikut-ikut yang lain," tegas Prabowo.

Tolak Lihat Daftar Pelanggar

Ketegasan Prabowo kian terlihat saat ia menceritakan momen ketika para menteri dan aparat penegak hukum menyodorkan daftar perusahaan yang akan dicabut izinnya karena pelanggaran. Presiden secara sadar menolak untuk membaca daftar tersebut guna menghindari bias atau rasa sungkan jika menemukan nama kerabat atau kader partainya.

"Saya bilang saya tidak mau, saya tidak mau lihat itu karena saya takut ada teman saya di situ. Tidak enak, bisa terpengaruh saya," ungkap Prabowo.

Ia menambahkan, "Begitu lihat daftar, 'aduh teman saya'. Begitu lihat, 'eh ini Gerindra lagi'. Jadi lebih baik saya tidak lihat, saya tidak mau tahu. Jadi kalau yang dicabut, ya salahkan saja Jaksa Agung."

Ultimatum untuk Pejabat

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga memberikan ultimatum kepada para menteri dan kepala lembaga untuk tidak ragu menindak siapa saja yang melanggar aturan, tanpa perlu menunggu "petunjuk" Presiden. Ia menegaskan bahwa Pasal 33 UUD 1945 sudah sangat jelas mengatur bahwa kekayaan alam dikuasai negara untuk kemakmuran rakyat, bukan segelintir orang.

"Mereka tanya 'Pak ada apa petunjuk?'. Yang melanggar tindak, sederhana. Bahasa Indonesia tidak usah ditafsirkan. Tidak usah ada penerjemah," ujarnya.

Menutup sambutannya, Prabowo mempersilakan pejabat yang tidak sanggup menjalankan amanat konstitusi tersebut untuk angkat kaki dari kabinetnya.

"Apa yang kurang jelas? Yang tidak paham? Keluar saja dari jabatan. Segera mundurkan diri. Banyak yang bisa gantikan, saudara-saudara. Tidak usah takut," pungkas Prabowo. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik